BAHASA | ENGLISH | 中国
ARTIKEL

Menjawab Pertanyaan “Kapan Punya Anak?”

 
kapan punya anak 2

Sakitnya Pertanyaan “Kapan Punya Anak?”

 

Berkumpul bersama keluarga dan kerabat terkasih adalah hal yang menyenangkan bagi sebagian besar orang. Namun, hal tersebut dapat menjadi kegiatan yang sulit sekaligus menakutkan bagi beberapa pasangan yang belum memiliki anak. Ini terjadi karena satu hal: pertanyaan mengenai anak yang akan mereka hadapi. Mulai dari pertanyaan kapan akan punya anak, mengapa belum juga berhasil memiliki anak, maupunn membandingkan pasangan ini dengan pasangan yang sudah memiliki anak. Beberapa orang bahkan menjadikan keadaan pasangan yang masih berjuang ini sebagai bahan bercanda. Sebagai orang terdekat dari pasangan-pasangan yang mengalami keadaan sulit memiliki anak, mungkin kita merasa pertanyaan tersebut hal yang wajar sebagai pembuka obrolan maupun memenuhi keingintahuan kita. Akan tetapi, bagaimana sebenarnya menurut pasangan itu sendiri?

Pasangan yang kesulitan memiliki anak kerap kali mengalami penderitaan emosional karena pertanyaan bertubi-tubi dan reaksi orang lain terhadap keadaannya. Persentase ini terjadi lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Hal tersebut dikarenakan masih adanya pandangan bahwa tidak punya anak adalah masalah perempuan, terutama di budaya-budaya yang sangat menekankan pentingnya punya anak seperti Indonesia. Padahal, secara medis infertilitas juga dapat terjadi karena faktor laki-laki. Hal ini yang membuat perempuan lebih banyak mendapatkan pertanyaan-pertanyaan seputar belum hadirnya anak dalam keluarga mereka. Keadaan ini membuat mereka merasa berbeda dari orang lain, tidak utuh sebagai perempuan, dan tidak berharga. Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan laki-kaki juga merasakan penderitaan yang sama seperti pasangannya. Semakin banyak dan kerasnya pertanyaan yang diberikan, semakin hancur diri dan perasaan mereka.

Apakah Anda memiliki saudara atau orang terdekat yang belum memiliki anak? Bila iya, coba kita renungkan. Apa kita pernah menanyakan mengenai anak kepada mereka? Kalau jawabannya iya, mari kita renungkan lagi. Bagaimana cara Anda menanyakannya? Bagaimana respons yang diberikan oleh pasangan tersebut? Bila sudah, mari kita tanyakan ke lubuk hati kita paling dalam. Apa alasan kita menanyakannya? Apakah memang karena kita peduli dengan mereka, atau hanya sekedar ingin tahu?

Sebagai orang terdekat yang peduli, terkadang kita tidak menyadari bahwa bentuk perhatian kita dinilai berbeda oleh pasangan yang mendapat pertanyaan mengenai anak. Mereka dapat menilai pertanyaan tersebut sebagai sesuatu yang menekan. Oleh karena itu, hal-hal berikut perlu Anda perhatikan ketika Anda akan bertanya mengenai anak kepada mereka yang belum memiliki anak:

  1. Hindari bentuk pertanyaan yang menghakimi seperti “Kapan...”, “Kok....”, “Kenapa....”. Bentuk pertanyaan seperti itu dapat membuat mereka merasa disalahkan atas keadaan yang sebenarnya juga mereka tidak inginkan.
  2. Hindari memberi label maupun komentar negatif pada mereka, seperti membandingkan dengan orang lain, meledek, maupun memberikan sebutan yang buruk pada mereka. Hal tersebut dapat membuat mereka merasa rendah diri dan tidak berharga.
  3. Tidak menanyakan di depan orang banyak dalam keadaan ramai. Cari waktu yang cukup nyaman dan sepi bila memang Anda ingin memberikan perhatian pada orang terdekat Anda itu.
  4. Tunggu waktu sampai mereka benar-benar merasa nyaman menceritakan keadaannya pada Anda. Anda dapat menyampaikan pada mereka bahwa Anda peduli dan akan ada untuk mereka ketika mereka membutuhkan dukungan. Tawarkan kehadiran Anda untuk mendengarkan mereka, bukan untuk memaksa mereka menceritakan. Bila Anda merasa tidak dapat memberikan dukungan dan kenyamanan ketika mereka menceritakan keadaannya, jangan memaksakan mereka untuk bercerita.
  5. Tidak menanyakan secara bertubi-tubi. Dengarkan apa yang mereka ceritakan dengan penuh perhatian, kasih sayang, dan empati. Hal ini lebih baik dibandingkan memberi komentar atau bertanya secara detil.
  6. Tidak memberikan saran sebelum Anda mengetahui usaha-usaha apa saja yang sudah pernah mereka lakukan untuk mengupayakan anak. Tanyakan secara halus bagaimana mereka ingin Anda bersikap pada mereka untuk membuat mereka lebih nyaman. Hal ini merupakan salah satu bentuk bantuan yang Anda dapat berikan kepada mereka.
  7. Pastikan diri Anda bahwa Anda melakukannya karena peduli, bukan hanya keingintahuan semata.

 

Mari kita lihat orang-orang di sekitar kita. Cukup bijaksana kah kita ketika berhadapan dengan orang terdekat kita yang belum memiliki anak? Mari kita rangkul mereka dan buat mereka nyaman untuk berkumpul bersama kita.

 

Penulis: Arina M. Budiani., M.Psi., Psikolog

ARTIKEL TERKAIT

  • 24522122_ml

    Mengapa Anda Bisa Menjadi Tidak Subur?

    Infertility adalah ketidakmampuan pasangan suami istri untuk mencapai kehamilan setelah 1 tahun berhubungan tanpa menggunakan alat kontrasepsi atau ketidakmampuan untuk mempertahankan kehamilan. Umumnya, pasangan butuh 5-6 bulan untuk bisa hamil. Mengapa seseorang bisa tidak subur? Lihat lebih...

  • 32011467_l

    Pengaruh Obesitas pada Kesuburan

    Obesitas merupakan masalah yang umum terjadi di seluruh dunia. Kelebihan berat badan dan obesitas sering dihubungkan dengan berbagai masalah kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, stroke, dll. Apa pengaruh obesitas pada kesuburan? Baca informasi lebih lengkapnya di artikel ini.

  • Endometriosis dan Kehamilan

    Bisakah Pengidap endometriosis hamil? Jawabannya Bisa. Dengan bantuan medis dan treatment yang benar, penderita endometriosis tetap bisa hamil. Hanya saja, proses yang dilalui relatif cukup kompleks karena terjadi gangguan pembuahan dan beberapa hambatan lain. Selain itu, ada beberapa kesulitan...

  • keluarga 6

    Keluarga Morula

    Keluarga Morula

  • Menunda Kehamilan dan Risikonya pada Kesuburan

    Kehamilan memang harus direncanakan dan butuh persiapan. Pasangan yang memutuskan menikah, tidak berarti serta merta siap untuk punya anak. Banyak pasangan suami istri yang ingin menunda untuk punya anak dengan alasan ingin beradaptasi dulu dengan pasangan, menyelesaikan pendidikan, mencapai...

TESTIMONIAL

5th yll sempet minder blm dikasi keturunan, lgs fokus cari tau Αϑα apa dg reproduksi αкυ ϑάn suami, tentunya cari info dok yg sekiranya oke jg dong. Tanpa pikir panjang, lgs ke BIC (dr ivan) mll proses periksa bertahap, αкυ suami putuskan  ikut ivf. Dengan pantauan team dokter suster handal, sabar, komunikatif, ϑάn  kami  bismillah, yakin, sabar, bdoa, ikhtiar, ikhlas Alhamdulilah, اللّهَُ kasih jalan, ivf kami berhasil, kehamilan kembar tripet. . Alhamdulillah semua tumbuh sehat, .. ♔τ̲̅н̲̅a̲̅и̲̅κ̲̅ч̲̅o̲̅u̲̅♔ team BIC  ({})

Setelah lebih dari 10 tahun saya & suami mencoba u/ memiliki anak, Morula menjadi tempat dimana kami dapat mewujudkan harapan. Di Klinik Morula kami mendapatkan pelayanan dan konsultasi yg profesional, tanpa mengalami kendala berarti, dua bulan setelah mengikuti proses awal IVF, saya dinyatakan hamil.Kebahagian bertambah dibulan berikutnya dengan adanya kabar bahwa saya hamil triplet. Rasa bahagia dan syukur yg mendalam atas keberhasilan program IVF yg kami jalankan. Thanks to Dr. Indra Anwar dan Dr. Agustin serta seluruh perawat yg terlibat dlm keberhasilan program IVF. Keep the good work!

Tidak pernah terbayang, bila kini hari hariku dan suami, ramai oleh riuh rendah suara anak-anak dan segala perabotannya. Dalam waktu 2 tahun setelah 9 tahun kosong, triplet ( Raina, dan adiknya rayya terlahir mengisi kehidupan kami. Thanks to God, dr ivan and morula, harapan itu bisa menjadi kenyataan. Aku bisa memeluk, mencium dan bermain bersama keempat buah hatiku. Lengkap sudah rasanya .. life is miracle. Morula is a miracle ..

‎Mimpi 11 thn pernikahan saya terwujud ditahun 2014 dengan kelahiran baby Gwen Shania Ivanikarmel Sinaga melalui program ivf di Morula Jakarta..saya mengucapkan trimakasih buat dr Ivan Sini SpOG yang sudah sabar membantu proses bayi tabung dan proses kelahiran baby Gwen ke dunia ini.. 

Semua testimoni
GALERI
  • IMG_0507
  • WhatsApp Image 2017-07-31 at 1.29.06 PM
  • IMG_917944
  • unnamed
  • 14692061_1147553608656647_1880102189472884558_o
  • IMG-20160408-WA0043(1)
  • 10522767_923472937731383_597399852056795438_n
  • aktivitas-morula-2
  • baby6-w
  • Morula IVF 1
  • keluarga 6
  • foto2-morula10
  • foto2-morula45
  • foto2-morula61