how to calculate your due date

Bagi pasangan yang sudah menikah, kehamilan bisa menjadi pelengkap kebahagiaan dalam rumah tangga. Akan tetapi selain menikmati masa kehamilan yang sangat menyenangkan, biasanya ada hal lain yang lebih ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri. Apalagi kalau bukan menanti saatnya kelahiran. Sebelum itu, pastikan Anda sudah tahu cara menghitung taksiran persalinan, ya..

Kehamilan merupakan proses yang diawali oleh bertemunya sel telur dengan sel sperma sehingga terjadi pembuahan. Selanjutnya sel telur akan berkembang menjadi embrio dan seiring berjalannya waktu akan terus berkembang hingga menjadi janin. Proses perkembangan janin dalam kandungan secara umum berlangsung selama 9 bulan 10 hari sebelum akhirnya siap untuk dilahirkan ke dunia.

Bagi pasangan, sangat penting untuk mengetahui usia kehamilan. Hal ini nantinya akan sangat berguna untuk mengontrol tumbuh kembang janin yang ada di dalam kandungan. Tidak hanya itu, mengetahui usia kehamilan juga berguna untuk mempersiapkan persalinan agar bayi dan ibu bisa sehat dan selamat.

Lalu bagaimana cara menghitung taksiran persalinan dan mengetahui usia kehamilan? Simak ulasan berikut ini.

Pentingnya Mengetahui Usia Kehamilan dan Taksiran Persalinan

Bagi ibu yang tengah hamil, mengetahui berapa usia kehamilannya merupakan hal sangat penting. Hal ini berguna untuk mengetahui kondisi tubuh dan perkembangan janin apakah berlangsung normal sesuai dengan usia kehamilan atau tidak. Jika usia kehamilan dan berkembangan bayi tidak sesuai, itu artinya ada masalah dengan kehamilan Anda dan harus segera diatasi agar tidak membahayakan ibu maupun janin dalam kandungan.

Sedangkan mengetahui taksiran persalinan berguna untuk mempersiapkan berbagai hal yang berkaitan dengan proses kelahiran bayi. Hal ini juga penting dilakukan untuk memastikan bayi lahir pada waktu yang tepat sehingga kondisinya sehat dan sempurna.  Tidak hanya itu, mengetahui kapan taksiran persalinan juga akan membantu orangtua untuk mempersiapkan semua keperluan sebelum persalinan termasuk mental dan finansial. Dengan begitu, Anda akan lebih siap menyambut kelahiran buah hati.

Cara Menghitung Taksiran Persalinan dan Usia Kehamilan

Taksiran persalinan dalam istilah medis disebut juga dengan mana hari perkiraan lahir (HPL). Ini merupakan waktu yang ditentukan oleh dokter sebagai hari dimana bayi akan lahir ke dunia. Untuk menentukan taksiran persalinan ini, biasanya dokter menggunakan beberapa cara dan metode. 

Nah, berikut ini cara menghitung taksiran persalinan dan usia kehamilan yang biasa digunakan oleh dokter kandungan.

  1. Hari Pertama Haid Terakhir

Cara pertama yang biasa digunakan untuk menentukan taksiran kelahiran adalah dengan menghitung dari hari pertama haid terakhir atau biasa disebut dengan HPHT. Hari pertama haid terakhir ini akan menjadi dasar bagi dokter untuk menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL). Biasanya dokter akan menggunakan rumus tertentu untuk mempermudah mengetahui usia kehamilan dan taksiran persalinan.

Bagi wanita yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur, pastinya akan cukup sulit untuk menentukan hari pertama haid terakhir. Maka dari itu, biasanya dokter akan meminta ibu untuk mengingat kapan terakhir kali mengalami haid. Cara ini akan membantu dokter untuk mengetahui berapa usia kehamilan dan HPL Anda.

Sebenarnya, menetapkan rumus menghitung taksiran persalinan berdasarkan hari pertama haid terakhir ini memiliki akurasi yang kurang maksimal. Biasanya dari hasil yang didapatkan dari cara menghitung usia kehamilan ini memiliki kemungkinan meleset sekitar 7 hari baik sebelum maupun setelah HPL yang ditetapkan.

   2. Menggunakan USG

Dibandingkan dengan menghitung berdasarkan hari pertama haid terakhir, menghitung HPL menggunakan USG memiliki hasil yang lebih akurat. USG sendiri merupakan alat yang biasa digunakan untuk mengetahui kondisi janin dalam kandungan. Dengan cara ini, dokter bisa mengetahui kondisi janin secara lebih detail sehingga akan memudahkan untuk menentukan kalkulator taksiran persalinan.

Cara mengetahui usia kehamilan dan taksiran persalinan menggunakan USG ini dilakukan dengan mengobservasi kondisi janin dalam kandungan. Hal ini meliputi bentuk, pergerakan, perkembangan, hingga detak jantung janin. Nantinya hasil pemeriksaan USG ini akan dijadikan acuan bagi dokter untuk mengetahui usia kehamilan sekaligus menentukan hari perkiraan lahir. Cara ini biasanya digunakan dokter, jika pasien lupa kapan hari pertama haid terakhirnya.

Baca juga: Hati-Hati, Ini Resiko Hamil Muda untuk Kesehatan Ibu dan Bayi

   3. Melalui Pemeriksaan Fisik

Selain dengan rumus HPHT dan pemeriksaan USG, cara mengetahui usia kehamilan dan taksiran persalinan juga bisa dilakukan dengan melakukan pemeriksaan fisik secara langsung pada janin yang ada dalam kandungan ibu. Untuk melakukan pemeriksaan fisik kepada janin, ada beberapa cara yang biasa digunakan oleh dokter, diantaranya :

  • Gerakan Janin

Dokter bisa mengetahui usia kehamilan dan taksiran persalinan dengan memperhatikan gerakan janin yang ada di dalam kandungan. Biasanya gerakan janin untuk pertama kalinya terjadi pada usia kehamilan 16 – 18 minggu. Dari memperhatikan gerakan tersebut, dokter akan mengetahui usia kehamilan dan taksiran persalinan jika HPHT kehamilan tidak diketahui.

  • Tinggi Puncak Rahim

Jenis pemeriksaan fisik lainnya yang juga bisa dijadikan acuan bagi dokter untuk mengetahui usia kehamilan dan taksiran persalinan adalah tinggi puncak rahim ibu. Biasanya dokter atau bidan akan meraba puncak rahim secara manual kemudian mulai menentukan tinggi puncak rahim untuk mengetahui usia kehamilan saat contoh HPHT tidak diketahui.

Salah satu contohnya adalah, jika tinggi puncak rahim dihitung dari tulang kemaluan adalah 28 cm, maka usia kehamilan diperkirakan sudah berjalan 28 minggu. Cara menghitung usia kehamilan dan taksiran persalinan seperti ini memang memiliki tingkat akurasi yang tidak maksimal. Akan tetapi bisa menjadi alternatif jika ibu lupa HPHT dan tidak mau melakukan pemeriksaan USG.

Baca juga: Macam-macam Tes Kesuburan Wanita untuk Persiapan Hamil

  • Menggunakan Dua Jari Tangan

Satu lagi contoh soal menghitung usia kehamilan dan taksiran persalinan dengan pemeriksaan fisik adalah menggunakan dua jari tangan. Ini merupakan cara paling sederhana dan bisa dilakukan sendiri oleh ibu hamil tanpa perlu alat atau bantuan dokter. Caranya adalah dengan menghitung jarak antara tulang kemaluan dengan puncak rahim yang ada di atas perut. Jika puncak rahim berada di bawah pusar, maka setiap jarak dua jari, Anda bisa menghitung sebagai kehamilan dua minggu. Meskipun bukan cara terbaik untuk mengetahui hari perkiraan lahir yang akurat, akan tetapi tidak ada salahnya Anda untuk mencobanya.

Pada masa kehamilan, penting bagi ibu untuk melakukan pemeriksaan secara rutin. Hal ini untuk memastikan janin dalam kandungan bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Cara ini juga berguna untuk mencegah adanya masalah pada pertumbuhan janin yang bisa membahayakan ibu dan kandungannya. Maka dari itu, mengetahui taksiran partus adalah salah satu cara untuk memastikan kehamilan berjalan dengan baik hingga masa persalinan tiba.  

Dari semua jenis pemeriksaan yang bisa digunakan untuk mengetahui usia kehamilan dan taksiran persalinan di atas, pemeriksaan menggunakan USG merupakan cara terbaik karena memberikan hasil paling akurat. Akan tetapi dokter juga mungkin saja menggunakan cara menghitung usia kehamilan dengan rumus neagle untuk mengetahui taksiran persalinan atau hari perkiraan lahir Anda.

Itulah beberapa cara mengetahui usia kehamilan dan taksiran persalinan yang perlu ibu hamil ketahui. Dengan mengetahui hal tersebut, Anda bisa memastikan janin berkembang dengan baik sesuai dengan usia kandungan. Maka dari itu, jika menunjukkan gejala kehamilan, segera datang ke dokter untuk melakukan pemeriksaan dan menghitung taksiran persalinan demi keselamatan ibu dan janin.