get pregnant during postpartum period

Pada kondisi normal, mayoritas pasangan suami istri akan menunda melakukan hubungan seksual pasca melahirkan. Prosesi ini biasanya dilakukan kurang lebih selama 40 hari, sampai masa nifas selesai. Setelah itu, ibu bisa beraktivitas secara normal, termasuk berhubungan badan dengan pasangan. Di sisi lain, berhubungan setelah masa nifas apakah bisa hamil

Pertanyaan di atas cukup banyak dilontarkan oleh pasangan yang baru saja selesai melewati masa-masa kelahiran. Terutama oleh kaum perempuan, dimana dalam kondisi tertentu tidak kunjung menunjukkan tanda-tanda menstruasi pasca melahirkan secara normal.

Nah, untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan di atas, langsung saja mari kita simak pembahasan selengkapnya terkait potensi kehamilan setelah masa nifas berikut ini.

Berhubungan Intim Pada Masa Nifas Apakah Bisa Hamil?

Peluang terjadinya kehamilan pada masa nifas sendiri bisa dipengaruhi oleh banyak faktor. Misalnya, melakukan hubungan badan ketika masuk masa subur, tanpa disertai alat kontrasepsi, serta keadaan rahim yang memang sudah cukup optimal untuk menunjang proses pembuahan berikutnya.

Berbagai faktor tersebut tentu kembali lagi tergantung dengan keadaan ibu selama masa nifas. Karena dalam beberapa kondisi, ada yang masih mengeluarkan darah selama 40 hari tapi ada pula yang sudah bisa beraktifitas normal tanpa harus menunggu 40 hari, sehingga sudah siap untuk berhubungan dengan suami.

Berikut ini merupakan penjelasan selengkapnya terkait kapan waktu terdekat wanita bisa hamil setelah melahirkan.

  • Lima Minggu Setelah Melahirkan

Dalam beberapa kasus, wanita yang memiliki tingkat kesuburan tinggi bisa kembali hamil dalam selisih waktu 5 pekan pasca melahirkan. Hal ini berarti minimal akan ada jarak usia 11 bulan antara kelahiran anak sebelumnya dengan adiknya.

Adapun standar rata-rata masa nifas yang digunakan dalam dunia kedokteran maupun dalam agama islam sendiri ada di rentang waktu 40 hari atau sekitar 6 minggu. Namun, ini tidak bisa dijadikan patokan mengingat kondisi tiap-tiap orang.

  • Usai Haid Pertama

Sebagian besar perempuan akan mengalami siklus haid tidak normal setidaknya selama enam bulan setelah melahirkan. Pada kondisi tersebut, istri Anda tetap bisa hamil karena memungkinkan untuk tetap berovulasi.

Baca juga: Penyebab Haid yang Berkepanjangan dan Cara Menghentikannya

Kiat Mencegah Kehamilan Setelah Masa Nifas

Berikut ini merupakan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kehamilan setelah masa nifas. 

1. Melakukan KB

Melakukan KB bisa menjadi solusi yang tepat untuk menghindari terjadinya kehamilan baik sebelum masa nifas maupun setelahnya. Opsi yang bisa dilakukan juga cukup beragam, tidak hanya dilakukan dari sisi wanita tapi juga bisa dari sisi pria.

2. Menghindari Hubungan Intim Pada Masa Subur

Jika Anda dan pasangan ingin menunda proses kehamilan, maka sebaiknya menghindari berhubungan badan di masa subur. Metode kebalikan dari pasangan yang ingin segera memiliki momongan tersebut cukup efektif dan efisien, caranya pun sangat gampang karena Anda tinggal menandai waktu subur di kalender.

3. Mengontrol Asupan Nutrisi

Mengontrol asupan makanan tertentu ke dalam tubuh bisa menjadi salah satu cara menghindari potensi kehamilan. Seperti kita ketahui, asupan nutrisi ke dalam tubuh bisa meningkatkan kualitas sel sperma dan sel telur sehingga memperbesar proses fertilisasi.

Beberapa jenis makanan yang perlu dihindari di antaranya adalah kerang dan udang. Selain itu, untuk membersihkan racun dan zat berbahaya lainnya di dalam tubuh, Anda juga bisa melakukan terapi air mineral.

Resiko Berhubungan Intim Pada Masa Nifas

Beberapa jenis gangguan kesehatan bisa terjadi akibat dari berhubungan intim pada masa nifas. Meski tidak semuanya mengalami hal-hal berikut ini, namun informasi ini tetap penting untuk diketahui.

1. Bisa Memicu Infeksi

Berhubungan intim pada masa nifas bisa meningkatkan resiko infeksi. Pasalnya, ketika masa nifas biasanya tubuh akan meluruhkan sisa jaringan kehamilan di sekitar rahim, sehingga akan menyebabkan perdarahan.

Proses perdarahan setelah masa nifas ini merupakan hal wajar, tapi bisa beresiko menjadi media tumbuh kembang bakteri dan kuman penyebab infeksi jika tidak dibersihkan secara teratur.

Berhubungan intim selama masa nifas sendiri bisa meningkatkan resiko masuknya kuman jadi sebaiknya tidak dilakukan. 

2. Rasa Nyeri Luar Biasa

Salah satu resiko yang terjadi ketika berhubungan intim pada masa nifas adalah mengalami rasa nyeri. Cukup banyak keluhan yang dilaporkan terkait masalah ini karena kondisi vagina yang belum normal setelah melahirkan.

Jika Anda merasakan dispareunia atau rasa nyeri ketika berhubungan badan, maka jangan dipaksakan. Anda menjelaskan rasa ketidaknyamanan kepada pasangan agar tidak menimbulkan resiko gangguan kesehatan yang tidak diinginkan. 

3. Bisa Menyebabkan Jahitan Robek

Mengingat kondisi luka yang belum pulih seperti sedia kala, aktivitas berhubungan intim pada masa nifas juga berpotensi menyebabkan jahitan robek. Apalagi jika proses persalinannya dilakukan secara normal.

Luka akibat jahitan robek sendiri bisa menyebabkan beberapa resiko, misalnya seperti perdarahan atau infeksi akibat bakteri dari luar.

4. Hilangnya Gairah Seksual

Faktanya, tidak banyak pasangan yang langsung mau untuk diajak berhubungan badan tepat setelah melahirkan. Selain karena faktor kondisi yang belum pulih, energi orang tua biasanya juga terkuras akibat rasa lelah mengurus bayi yang baru lahir.

Secara tidak langsung berbagai faktor tersebut menurunkan gairah seksual yang mendorong aktivitas berhubungan menjadi lebih intim dan menyenangkan. Salah-salah, Anda justru bisa menyakiti pasangan.

5. Ancaman Emboli Paru

Emboli atau gumpalan di paru-paru bisa saja terjadi akibat berhubungan seksual setelah melahirkan. Kendati kasus semacam ini jarang terjadi, namun potensi ancamannya tetap ada karena pada masa ini pembuluh darah di rahim dalam kondisi terbuka.

Hubungan seks pada masa nifas dapat membuat udara dari luar masuk ke dalam rahim, kemudian menyusup melalui pembuluh darah hingga membentuk emboli atau gumpalan di organ dalam seperti paru-paru, otak, dan jantung. 

Hukum Berhubungan Saat Nifas Menurut Islam

Berhubungan saat masa nifas menurut agama Islam hukumnya dilarang. Secara umum, larangan ini tidak berbeda jauh seperti ketika perempuan sedang mengalami siklus menstruasi. Ayat yang menyebutkan terkait aturan ini sendiri bisa ditemukan pada surat Al-Baqarah ayat 222.

Terlepas dari itu, bagi orang-orang beragama Islam yang melakukan hubungan badan ketika masih dalam masa nifas atau haid diperintahkan untuk bersedekah dengan denda sebesar satu sampai setengah dinar sebagai sanksi. Penetapan tersebut merujuk pada hadits riwayat Abu Dawud dan Al-Hakim.

Itulah penjelasan seputar aktivitas berhubungan intim pasca melahirkan. Hubungan intim merupakan salah satu kebutuhan setiap pasangan. Namun, bagaimana jadinya jika aktivitas ini dilakukan pada masa setelah melahirkan? Berhubungan setelah masa nifas apakah bisa hamil? Dalam kondisi tertentu serta dengan dukungan berbagai faktor, hal ini bisa saja terjadi.

Terlepas dari itu, aktivitas seks sendiri tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan reproduksi, tapi juga bisa berfungsi untuk mendekatkan kembali pasangan usai menjalani masa-masa sulit melahirkan buah hati. Oleh sebab itu, pastikan untuk melakukannya secara sehat dan aman.