bolehkah ibu hamil makan kikil

Banyak ibu hamil yang mempertanyakan bolehkah ibu hamil makan kikil? Ibu hamil kerap ngidam saat hamil. Ngidam adalah kondisi ibu hamil yang menginginkan makanan atau minuman tertentu, ngidam kikil misalnya. Berbicara mengenai kikil, terdapat kontroversi terkait ibu hamil yang mengkonsumsinya. Untuk mengetahui lebih lanjut, simak ulasan secara mendalam di bawah ini.

Kandungan Dalam Kikil

bolehkah ibu hamil makan kikilBoleh atau tidaknya mengkonsumsi kikil tidak terlepas dari kandungan kikil. Kikil dapat bermanfaat jika dikonsumsi ibu hamil karena kandungan protein, kolagen, dan antioksidan. Namun, proses pengolahannya harus benar, yaitu higienis dan benar-benar matang.

Sementara larangan memakan kikil bagi ibu hamil belum terbukti secara medis, namun larangan tersebut berasal dari kandungan kikil yang berupa lemak jenuh dan kolesterol. Kedua kandungan tersebut cukup tinggi sehingga kurang baik bagi kesehatan ibu hamil. Bahkan, tidak hanya ibu hamil, orang normal pun tidak disarankan memakan kikil secara berlebihan.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Kikil? 

bolehkah ibu hamil makan kikil

Pertanyaan setelah mengetahui kandungan kikil adalah “bolehkah ibu hamil mengkonsumsi kikil?” Jawabannya adalah boleh, asal tidak terlalu banyak. Hal itu disebabkan oleh lemak jenuh dan kolesterol yang cukup tinggi pada kikil. Jika ibu hamil sering mengkonsumsi kikil, apalagi secara rutin, justru tidak baik untuk kesehatan diri dan janinnya.

Cara mengkonsumsi kikil yang baik bisa dimulai dari pengolahannya. Hal itu dilakukan demi mendapat manfaat dari kandungan baik berupa protein, kolagen, dan antioksidan yang ada pada kikil. Sebelum mengolah, Anda harus mencuci kikil hingga bersih. Setelah dicuci bersih, rebuslah atau bisa dengan cara dipresto. Angkat jika kikil sudah lembek. Proses ini butuh waktu yang agak lama. Setelah itu, barulah olah sesuai selera Anda. 

Makanan Pengganti Sumber Protein Dari Kikil 

bolehkah ibu hamil makan kikil

Beberapa ahli gizi menyepakati bahwa ngidam muncul secara naluriah karena tubuh memberitahu ibu hamil akan nutrisi yang belum tercukupi. Nah, makanan yang diinginkan ibu hamil saat ngidam adalah yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan tersebut. Sebagai contoh, ketika ibu hamil ngidam kikil, mungkin tubuh ibu hamil menghendaki protein yang belum tercukupi dalam tubuhnya.

Kandungan lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi membuat ibu hamil tidak bisa leluasa mengkonsumsi kikil. Sementara ibu hamil membutuhkan asupan protein lebih banyak untuk membantu dalam tumbuh kembang otak, pertumbuhan sel, serta produksi darah yang dibutuhkan janin agar tumbuh secara optimal. Oleh sebab itu, Anda perlu mengetahui beberapa makanan yang dapat dikonsumsi sebagai pengganti sumber protein pada kikil.

Berikut ini opsi makanan sumber protein lainnya.

  • Kacang almond: Manfaat kacang almond adalah mendukung dalam pembentukan otot janin dan sebagai sumber energi untuk persiapan melahirkan.
  • Kedelai: Baik kedelai rebus atau berbagai jenis olahan lainnya seperti tahu atau susu kedelai bermanfaat untuk membantu pembentukan organ vital janin.
  • Kacang polong: Jenis kacang ini bermanfaat dalam proses produksi sel pada janin karena kandungan proteinnya yang cukup tinggi.
  • Telur: Salah satu sumber protein pengganti kikil bisa didapatkan dengan mudah dari telur yang merupakan sumber protein hewani. Manfaat dari telur adalah mencegah inflamasi dan mendukung dalam perkembangan otak janin.
  • Daging: Meskipun sepertinya sama dengan kikil, namun daging lebih memiliki kandungan baik dibanding kikil. Jika diolah dengan baik, daging menjadi sumber protein hewani yang sangat bermanfaat saat hamil.

Demikianlah pandangan terhadap bolehkah ibu hamil makan kikil. Jika Anda masih ragu, lebih baik konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter kandungan. Dengan begitu, Anda mendapat arahan yang benar terhadap asupan makanan Anda saat hamil.