bolehkah ibu hamil makan santan

Bolehkah ibu hamil makan santan? Pertanyaan seperti ini akan seringkali muncul di kalangan para ibu yang sedang mengandung. Hasil olahan kelapa berupa santan sebenarnya memiliki kandungan nilai gizi yang baik. Namun banyak pernyataan yang masih kontradiksi. Bolehkah seorang ibu hamil mengkonsumsi santan? Apakah aman atau berbahaya? 

Bolehkah Ibu Hamil Makan Santan? 

bolehkah ibu hamil makan santan

Pada dasarnya, ibu hamil boleh mengkonsumsi santan. Sebab, santan juga memiliki berbagai manfaat yang baik untuk kehamilan. Namun satu poin yang perlu diperhatikan bahwa tidak boleh mengkonsumsi santan secara berlebihan. Konsumsi yang berlebihan akan membawa dampak buruk khususnya bagi kesehatan ibu hamil. Inilah beberapa manfaat dari santan untuk ibu hamil:

1. Sumber Lemak Baik

Ibu hamil memerlukan kandungan nutrisi berupa lemak sebesar 25% – 35% dari jumlah kalori harian. Olahan kelapa berupa santan memiliki kandungan lemak dan juga kolesterol yang baik dimana dapat berfungsi untuk mendorong pertumbuhan janin serta meningkatkan berat janin. Oleh karena itu lemak baik ini sangat diperlukan bagi tubuh bumil.

2. Menjaga Kesehatan Jantung

bolehkah ibu hamil makan santanJantung yang sehat mendorong kita untuk bisa beraktivitas dengan baik. Santan mengandung asam lemak yang mana sangat berperan dalam melancarkan peredaran darah serta mencegah terjadinya resiko penyumbatan jantung. Dengan mengkonsumsi santan, kesehatan jantung dan pembuluh darah dapat terjaga karena santan memiliki HDL (kadar kolesterol baik) dalam darah.

3. Menjaga Kekebalan Tubuh

Kandungan senyawa antioksidan dalam santan akan berakibat pada terjaganya kekebalan tubuh seseorang. Antioksidan pada santan diperoleh dari zat gizi berupa asam laurat. Selain menjaga kekebalan tubuh, asam laurat juga berguna sebagai antiinflamasi dan antimikroba.

Resiko Konsumsi Santan Secara Berlebihan

bolehkah ibu hamil makan santan

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, ibu hamil memang boleh mengkonsumsi santan. Namun, tidak boleh berlebihan. Inilah beberapa resiko yang bisa muncul jika ibu hamil terlalu banyak mengkonsumsi santan:

1. Alergi

Setiap orang memiliki jenis alergi yang berbeda – beda. Sebenarnya alergi terhadap santan tergolong alergi langka dimana akan menyerang pada sebagian kecil orang. Indikasi dari alergi ini dapat diketahui jika seseorang mengalami mual, sakit perut, gatal tak tertahankan, ataupun bengkak. Namun alergi santan bukan berarti harus menghindari mengkonsumsi santan sepenuhnya, dianjurkan untuk mengkonsumsinya secara seimbang dikombinasikan dengan nutrisi lainnya.

2. Stroke Ringan

Lemak jahat yang terdapat dalam santan bisa memicu terjadinya stroke ringan dimana lemak jahat tersebut akan menyumbat pembuluh arteri dan aliran darah. Oleh karena itu, dalam pengkonsumsiannya harus diimbangi dengan cairan dan mineral yang cukup.

3. Tekanan Darah Tinggi

Mengonsumsi santan dapat memicu peningkatan pada kadar trigliserida dalam tubuh dimana pengkonsumsian dalam jumlah yang berlebihan akan menyebabkan munculnya tekanan darah tinggi. Hipertensi merupakan hal beresiko yang perlu dihindari pada ibu hamil karena jika terus dibiarkan akan mengakibatkan tersumbatnya arteri dan pembuluh darah. Lemak jahat dalam santan akan muncul apabila santan dimasak berulang dalam suhu yang tinggi, yang mana akan memicu peningkatan gangguan jantung.

4. Memicu Asam Lambung

Seseorang yang memiliki riwayat asam lambung dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi santan dalam jumlah banyak karena akan menimbulkan peningkatan asam lambung. Oleh karena itu, jika perut dalam keadaan kosong seperti misalnya saat berbuka puasa, diharapkan untuk mengganti pilihan menu berbuka selain mengandung santan. Hal itu disebabkan karena lambung akan kesulitan untuk mencerna makanan lain serta memicu rasa nyeri di lambung.

Itulah tadi beberapa manfaat dan juga resiko yang diperoleh ketika mengkonsumsi santan. Jadi bolehkah ibu hamil mengkonsumsi santan? Jawabannya boleh, namun yang perlu digaris bawahi adalah tidak mengkonsumsinya dalam kadar yang berlebihan dan harus dipastikan bahwa cara pengolahannya benar dan higienis jadi tidak akan menimbulkan infeksi saluran pencernaan.