POOR OVARIAN RESERVE 

(CADANGAN TELUR YANG RENDAH/premature aging of ovarian)

Cadangan ovarium menentukan jumlah dan kualitas kumpulan folikel primordial ovarium

Fungsi dari indung telur (ovarium) disalah artikan sebagai tempat produksinya telur, dimana pembentukannya tiap bulan, setiap haid datang akan diproduksi beberapa telur yang siap dimatangkan. Sebenarnya fungsi indung telur adalah tempat penyimpanan sel telur yang sudah dibentuk sejak dalam kandungan, dalam usia kandungan 20 minggu janin  sudah dibekali 6 to 7 juta sel telur . Seiring dengan pertambahan usia dalam kandungan, terjadi pengurangan sel telur karena degenerasi dengan sendirinya, sehingga pada saat lahir menjadi 1-2 juta dan mencapai masa pubertas tinggal 300.000-500.000 sel telur yang siap dikeluarkan, begitu hormon reproduksi mulai berfungsi untuk merangsang indung telur.

Pengurangan cadangan telur berlanjut terus, seiring dengan penurunan kesuburan yang sudah dimulai pada usia 30 tahun, sehingga sekitar usia 37 tahun  cadangan telur tersisa sekitar 25.000  sel telur. Mendekati usia 51, dimana rata2 usia mulai menopause cadangan telur tersisa sekitar 1.000 sel telur .

Pada saat haid akan dikeluarkan sejumlah telur yang siap dimatangkan oleh hormon tubuh tapi hanya satu telur yang bisa dimatangkan oleh hormon tubuh, sel telur lain nya yang sudah dikeluarkan akan mengalami degenerasi .

Sementara itu, Poor Ovarian Reserve adalah suatu kondisi dimana wanita usia reproduktif (usia 18 – 49 tahun) mempunyai cadangan telur dibawah rataan seusianya. Keadaan ini bisa ditemukan di setiap rentang usia, terjadi pada sekitar 10 persen dari populasi usia reproduktif . Untuk mengetahuinya dengan cara memeriksa kadar amh dalam darah yang bisa diperiksa kapan saja dalam siklus menstruasi. Kadar AMH yang normal > 1,2 ng/ml. KJika kdar dibawah 1,1 ng/ml sudah dikategorikan poor ovarian reserve

Penyebab kondisi cadangan telur yang rendah, bermacam-macam:

•             Kebiasaan merokok

•             Endometriosis

•             Riwayat operasi di indung telur

•             Terpapar bahan bahan toksik kimiawi

•             Tindakan kemoterapi atau radiasi

•             Penyakit auto imun

•             Mumps   Infeksi virus Mumps di kelenjar

•             Infeksi daerah panggul

•             Bisa juga dengan penyebab yang tidak diketahui

•             Paling sering kombinasi dari faktor ekternal, environmental dan genetik.

Penyebab kurangnya cadangan telur oleh karena faktor genetik bisa dari penyebab eksternal sejak dalam kandungan dimana sedang terjadi proses pembentukan cadangan telur,  Ibu yang sedang mengandung terserang infeksi. Kelainan genetik murni pada rantai XX bisa mengakibatkan gangguan kurangnya cadangan sejak awal pembentukan organ indung telur bayi wanita.

Bagaimana deteksi gejala yang mencerminkan kondisi kurang nya cadangan telur? Ternyata tidak spesifik, bahkan bervariasi, misalnya: kecurigaan timbul bilamana sulit untuk  hamil, sindrome seperti premenopause: hot flashes (kepanasan, gangguan mood, sexual dysfunction) gangguan siklus haid, keguguran berulang. Bisa juga tidak menimbulkan gejala apapun.

Perlu diketahui, tidak ada satu jenis makanan, vitamin atau terapi yang bisa menambah cadangan telur. Dianjurkan bagi wanita yang sudah menikah, selama setahun dan belum mempunyai keturunan, atau usia sudah mencapai 35 sebaiknya tidak perlu menunggu  setahun  segeralah periksa  ke dokter kandungan, karena seperti yang sudah di jelaskan di awal tentang variasi gejalanya,  kondisi kurangnya cadangan telur bisa tanpa gejala.

Dengan pemeriksaan hormonal dan USG dokter sudah dapat deteksi adanya kekurangan cadangan telur, dan sebaiknya tidak menunggu bila dokter sudah menentukan untuk menjalani program bayi tabung. Dengan bertambahnya usia, secara alamiah angka keberhasilan makin menurun. Dengan cadangan telur yang makin minim akan makin sulit untuk proses seleksi dan menemukan kualitas telur yang bagus. Embryo yang bagus berasal dari telur dan sperma bagus. Bila terdeteksi kurang nya cadangan telur, mungkin dokter akan menyarankan penyimpanan embryo beku berseri, dengan sendirinya memerlukan tindakan pengambilan telur berulang, sampai diperoleh embryo yang bagus dan layak transfer. Memang diperlukan alur yang panjang dan kesabaran dalam menjalani program bayi tabung dibandingkan wanita yang tidak mengalami masalah dalam kurangnya cadangan telur.  Dokter mungkin akan mempertimbangkan program bayi tabung dengan melihat kromosom embryo ( PGTA ) bilamana usaha untuk mendapatkan embryo yang layak transfer setelah beberapa kali usaha seleksi embryo belum tercapai .

Tetapi perlu disadari, setelah mendapatkan embryo yang layak untuk di transfer ke dalam rahim, kesempatan untuk hamil sama, kembali menurut rataan usia seperti layaknya wanita tanpa masalah dalam kurangnya cadangan telur  tapi perlu diingat kualitas embrio pada usia lebih muda akan jauh lebih baik daripada usia diatas 35 tahun walaupun sama-sama mempunyai cadangan telur yang sedikit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *