characteristics of quality IVF embryos

Embrio berkualitas merupakan salah satu faktor yang harus dipenuhi agar program bayi tabung bisa berjalan lancar. Pasalnya, jika menilik dari jurnal Atlas of Human Embryology, semakin rendah kualitas embrio bayi tabung maka semakin kecil juga presentase calon ibu untuk bisa mencapai kehamilan.

Program bayi tabung atau In Vitro Fertilization sendiri saat ini sudah menjadi prosedur umum bagi pasangan dengan gangguan kesuburan yang ingin memiliki keturunan. Mengingat besarnya peran embrio untuk mendukung kesuksesan bayi tabung, maka tidak ada salahnya jika Anda dan pasangan mengetahui ciri-ciri embrio bayi tabung berkualitas yang akan diulas pada artikel berikut ini.

Grade Embrio Bayi Tabung

Embrio grading atau penilaian embrio merupakan salah satu proses yang digunakan para dokter untuk mengoptimalkan hasil program bayi tabung. Pada tahap ini biasanya ditentukan kualitas embrio yang layak ditransfer, hari eksekusi transfer embrio, serta jumlah embrio yang akan ditransfer.

Beberapa faktor yang digunakan dalam proses penilaian embrio menurut jurnal Colorado Center for Reproductive Medicine antara lain, usia calon ibu, riwayat kesuburan, dan juga informasi lain yang berhubungan. Berikut ini merupakan tiga grade embrio bayi tabung berdasarkan kualitasnya.

  • Embrio Bayi Tabung Grade A

Kategori ini menunjukkan bahwa embrio memiliki 6-8 sel dengan ukuran sama, sementara fragmentasinya tidak atau kurang dari 10%

  • Embrio Bayi Tabung Grade B

Embrio yang masuk dalam kategori Grade B menunjukkan adanya bentuk sel yang tidak beraturan atau tidak rata dengan nilai fragmentasi 25-50%

  • Embrio Bayi Tabung Grade C

Kategori ini menunjukkan bahwa embrio memiliki fragmentasi 50% atau lebih

Seperti yang sudah disampaikan, proses penilaian embrio memang tidak bisa dilepaskan dari prosedur bayi tabung. Pasalnya, tahapan ini mampu memberikan informasi untuk bisa semakin meningkatkan peluang mengalami kehamilan.

Meski begitu, embrio grading tidak lantas menjadi patokan utama dokter dalam menentukan embrio mana yang layak ditransfer. Karena hal ini juga harus disesuaikan dengan riwayat medis serta kondisi calon ibu yang menjalani prosedur IVF (in vitro fertilization).

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Embrio

Pertumbuhan embrio dalam program bayi tabung juga bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut di antaranya:

  • Jumlah sel telur yang didapatkan
  • Kualitas sel telur
  • Jumlah sel telur yang matang
  • Reseptivitas endometrium / kondisi penerimaan rahim terhadap embrio
  • Kualitas sperma

Baca juga: Sulit Hamil Anak Kedua? Yuk Ketahui Apa Saja Penyebabnya

Ciri-ciri Embrio Bayi Tabung Berkualitas

Embrio berkualitas tinggi diperlukan agar proses bayi tabung bisa berjalan dengan lancar. Lantas, apa saja ciri-ciri embrio bayi tabung berkualitas? Mengutip dari berbagai sumber, embrio yang memiliki kualitas baik biasanya dilihat dari waktu yang diperlukan dalam proses pembelahan. 

Sebagai informasi, proses pembuahan umumnya terjadi dalam rentang waktu 16 jam. Ketika sudah memasuki waktu 24 jam, maka embrio bayi tabung berkualitas akan membelah menjadi dua sel. Jumlah sel tersebut akan terus membelah dua kali lipat dari sebelumnya, yakni menjadi empat sel dalam waktu 48 jam, kemudian delapan sel dalam waktu 72 jam, dan seterusnya.

Laju perbandingan antara waktu dan jumlah sel inilah yang kemudian bisa dijadikan indikator atau ciri-ciri embrio bayi tabung berkualitas. Pasalnya, embrio yang tidak normal biasanya akan mengalami kondisi terlalu cepat mengalami pembelahan atau malah terlalu lambat.

Faktor Penentu Kualitas Embrio Bayi Tabung

Supaya Anda dan pasangan bisa menghasilkan embrio bayi tabung berkualitas, maka diperlukan beberapa upaya. Berikut ini merupakan faktor-faktor yang bisa menentukan kualitas embrio ketika sedang mengikuti program bayi tabung.

1. Faktor Usia Calon Ibu

Program bayi tabung atau In Vitro Fertilization memang bisa menjadi pilihan bagi pasangan yang mengalami gangguan kesuburan. Namun, sayangnya peluang keberhasilan prosedur ini juga dipengaruhi oleh faktor usia.

Batasan usia optimal calon ibu agar bisa sukses mendapat keturunan melalui bayi tabung yaitu 35 tahun. Jika usianya semakin bertambah maka risiko serta kualitas sel telur yang membentuk embrio bakal semakin menurun.

2. Kualitas Sperma Pria

Selanjutnya, kualitas embrio bayi tabung juga bisa dipengaruhi oleh kualitas sperma. Seperti kita ketahui, embrio sendiri merupakan hasil proses pembuahan atau fertilisasi antara sel telur dengan sperma sehingga kualitas keduanya sangat berpengaruh terhadap kondisi embrio.

Kualitas sperma pria sendiri pada umumnya bisa dilihat dari jumlah, tingkat mortalitas atau kemampuan gerak, hingga anatomi bentuknya. Sementara untuk cara meningkatkannya bisa dengan mengkonsumsi vitamin, rutin berolahraga, hingga memenuhi asupan nutrisi seperti asam folat, protein, zinc, dan karbohidrat.

Baca juga: Manfaat Buah Alpukat untuk Kesuburan Pria yang Jarang Diketahui

3. Tingkat Infertilitas

Infertilitas atau gangguan kesuburan biasanya menjadi penyebab utama mengapa pasangan suami-istri memilih untuk melakukan prosedur bayi tabung. Tingkat infertilitas sendiri ada berbagai macam, mulai dari rendah, sedang hingga parah.

Penderita gangguan kesuburan yang memang sudah berada pada tingkat parah cenderung memiliki peluang kecil untuk bisa hamil. Sebaliknya, jika tingkat infertilitas Anda maupun pasangan masih dalam kategori rendah atau sedang, maka harapan untuk bisa hamil semakin terbuka lebar.

4. Cadangan Sel Telur

Penilaian cadangan ovarium bagi calon ibu hamil merupakan salah satu prosedur penting sebelum melakukan program bayi tabung. Pasalnya, cadangan ovarium yang rendah bisa berpotensi mengurangi peluang untuk hamil. Sebaliknya, jika cadangan ovarium terlalu tinggi maka bisa menjadi pertanda gangguan pematangan sel telur.

Proses Transfer Embrio Bayi Tabung

Proses transfer embrio merupakan tahap akhir dalam program bayi tabung. Prosedur ini dilakukan dengan jarak waktu 3 – 5 hari dihitung dari proses pengambilan sel telur. Adapun sebelum embrio bayi tabung dipindahkan ke dalam rahim calon ibu, dokter biasanya akan melakukan tes pemeriksaan kromosom untuk mengetahui apakah ada kelainan atau penyakit tertentu.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan pada proses transfer embryo bayi tabung bisa dilihat sebagai berikut ini:

  • Dokter yang bertugas akan memberikan obat bius ke calon ibu untuk meredakan nyeri
  • Selang fleksibel dimasukkan melalui vagina hingga masuk ke dalam rahim sebagai saluran transfer embrio
  • Embrio bayi tabung yang sudah melalui seleksi akan disuntikkan melalui selang fleksibel

Prosedur transfer embrio bayi tabung bisa dianggap sukses ketika embrio mampu menempel di dinding rahim dalam rentang waktu 6-10 hari pasca proses transfer. Sementara jika hasilnya dinyatakan gagal, maka bisa dilakukan proses pengulangan memanfaatkan sisa embrio atau melakukan prosedur dari awal dengan cara mengambil sperma serta sel telur untuk bayi tabung.

Demikianlah penjelasan terkait embrio bayi tabung berkualitas beserta ciri-cirinya. Secara umum kualitas embrio memang memiliki peran penting ketika Anda dan pasangan ingin mendapatkan keturunan, tidak hanya melalui program bayi tabung tapi juga untuk menunjang kehamilan secara konvensional. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda dan pasangan.