success of IVF

Tingkat keberhasilan bayi tabung bisa dipengaruhi oleh banyak faktor. Selain usia, masalah yang kerap dihadapi oleh pasangan adalah pemilihan teknik serta teknologi program bayi tabung yang digunakan.

Seiring perkembangan teknologi, saat ini persentase keberhasilan program bayi tabung juga semakin tinggi. Sehingga metode bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) cocok dijadikan solusi bagi pasangan yang sudah lama menikah tapi tidak kunjung hamil dan diberikan keturunan.

Berapa Tingkat Keberhasilan Bayi Tabung?

Persentase keberhasilan bayi tabung menjadi salah satu pertimbangan bagi setiap pasangan. Di Indonesia, tingkat keberhasilan program bayi tabung mencapai angka 1:3. Angka tersebut berdasarkan data kemenkes pada tahun 2016, dimana total terdapat 7,000 siklus bayi tabung dengan 6,092 siklus baru (fresh) berhasil sebanyak 1,701 siklus. Sementara siklus beku (frozen) sebanyak 1,551 memiliki tingkat keberhasilan mencapai 478 siklus.

Perhitungan tersebut diperoleh tanpa memperhatikan pengaruh dari faktor usia, prosedur bayi tabung yang dipakai, serta potensi infertilitas yang bisa terjadi. Maka dari itu, tingkat keberhasilannya bisa saja semakin baik jika Anda dan pasangan memiliki kriteria umur lebih muda, menggunakan metode bayi tabung yang paling canggih, serta memiliki gangguan infertilitas tidak terlalu parah.

Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Program Bayi Tabung

Terdapat banyak faktor yang bisa mempengaruhi keberhasilan bayi tabung. Di bawah ini merupakan beberapa contoh yang bisa mempengaruhi proses fertilisasi dikutip dari berbagai sumber.

1. Faktor Usia

Tingginya tingkat keberhasilan bayi tabung sedikit banyak dipengaruhi oleh faktor usia. Angka keberhasilan tertinggi bagi calon ibu yang menjalani program bayi tabung sendiri berada pada kisaran usia dibawah 35 tahun.

Maka dari itu, sangat direkomendasikan bagi setiap pasangan untuk melakukan pemeriksaan sedini mungkin agar bisa mengetahui potensi infertilitas yang bisa terjadi. Pemeriksaan sistem reproduksi juga sangat bermanfaat dalam menghitung peluang keberhasilan untuk hamil di masa yang akan datang.

Baca juga:  Proses Reproduksi pada Wanita

2. Metode serta Teknologi yang Digunakan

Faktor pendukung keberhasilan bayi tabung berikutnya adalah metode serta teknologi yang digunakan. Keberhasilan program bayi tabung sangat dipengaruhi oleh teknologi medis serta teknik yang dipakai, karena keduanya saling berkaitan antara satu sama lain.

Berkat kemajuan teknologi medis dalam beberapa dekade terakhir, untungnya ada cukup banyak penemuan yang bisa membantu meningkatkan peluang kehamilan dengan menggunakan metode in vitro fertilization.

Beberapa manfaatnya seperti, mengoptimalkan cara mengambil sperma untuk bayi tabung sehingga mampu menjaga kualitas sel telur dan sperma agar lebih optimal, proses penyimpanan yang semakin minim resiko kerusakan, hingga memungkinkan dilakukan cek kromosom sebelum proses transfer embrio dilakukan.

3. Menanamkan Embrio Lebih dari Satu

Dalam prosedur bayi tabung, mayoritas dokter akan memilih salah satu embrio terbaik untuk ditanamkan ke dalam rahim. Namun, sebuah riset yang dipublikasikan oleh para peneliti di Medical Research Council di Bristol dan University of Glasgow menyebutkan bahwa menanamkan dua embrio lebih baik daripada hanya satu embrio saja.

Keberadaan dua embrio sendiri dimaksudkan untuk meminimalisir penyebab IVF gagal, terutama bagi pasangan yang usianya sudah tua. Pasalnya, faktor usia menjadi pemicu utama terkait penurunan tingkat keberhasilan bayi tabung yang dijalani oleh mayoritas pasangan di dunia.

Baca juga: Transfer Embrio Beku: Pengertian, Proses dan Resiko yang Bisa Terjadi

4.Menerapkan Gaya Hidup Sehat

Untuk menambah tingkat keberhasilan bayi tabung salah satunya bisa dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat. Aktivitas ini bisa dimulai dari mengatur asupan nutrisi sehari-hari, seperti memenuhi kebutuhan sayur, buah, karbohidrat dan protein. 

Jika sebelumnya Anda maupun pasangan merupakan perokok berat atau sering mengkonsumsi alkohol, maka lebih baik menghentikan kebiasaan tersebut selagi menjalani program bayi tabung. 

Perlu diketahui, aktivitas merokok dan mengkonsumsi minuman keras memiliki potensi besar merusak kesuburan pasangan. Tidak hanya berdampak bagi kaum perempuan, tapi juga memiliki efek negatif untuk kualitas sel sperma pria.

Selain itu, asupan kafein tinggi yang didapatkan dengan mengkonsumsi kopi secara rutin juga memiliki dampak negatif yang berpengaruh terhadap hasil program bayi tabung. Jadi, lebih baik mengurangi juga kebiasaan tersebut.

5. Mengelola Stres

Pada tahun 2014 silam, studi yang dipublikasikan oleh Human Reproduction menyebutkan bahwa terdapat kaitan erat antara ketidaksuburan serta tingkat stres yang tinggi. Mengacu pada laporan tersebut, alhasil banyak peneliti dan ilmuwan percaya bahwa stres bisa menyumbang kontribusi pada kegagalan program hamil, walaupun bukan menjadi penyebab secara langsung.

Agar tingkat keberhasilan bayi tabung semakin besar, ada baiknya bagi Anda dan pasangan untuk mengelola tingkat stres selama menjalani program. Anda bisa menghindari stres dengan cara olahraga, menjalankan hobi, atau menulis.

6. Menghindari Pengobatan Alternatif

Metode pengobatan alternatif mayoritas belum teruji secara klinis sehingga bisa saja menyebabkan komplikasi pada pasien. Data hasil studi yang melibatkan 800 perempuan di Denmark juga menyebutkan bawah perempuan yang mengkonsumsi ramuan herbal cenderung mengalami penurunan tingkat keberhasilan dalam mengikuti program bayi tabung.

7. Melakukan Terapi Akupunktur

Pada dasarnya, terapi akupuntur bermanfaat untuk memperbaiki aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke bagian rahim dan ovarium. Menurut beberapa penelitian, perempuan yang melakukan terapi akupuntur pada hari menjelang proses transfer embrio berlangsung diketahui mampu meningkatkan keberhasilan dari program bayi tabung.

Jadi, bagi Anda yang saat ini berencana untuk menjalani program hamil dengan metode bayi tabung tidak ada salahnya mencoba melakukan terapi yang satu ini.

Baca juga: Macam-macam Tes Kesuburan Wanita untuk Persiapan Hamil

8. Mengkonsumsi suplemen DHEA

Mengkonsumsi suplemen Dehydroepiandrosterone (DHEA) juga dianjurkan untuk meningkatkan peluang keberhasilan program bayi tabung. Sebagai informasi, suplemen DHEA sendiri memiliki fungsi untuk memicu peningkatan kadar hormon di dalam tubuh. 

Selain itu, mengkonsumsi suplemen DHEA juga dipercaya bisa mengoptimalkan kualitas serta perkembangan sel telur, sehingga mampu memberikan kontribusi baik terhadap masa kehamilan maupun persalinan secara normal.

9. Mengkonsumsi vitamin D

Kendati belum ada riset lanjutan terkait manfaat vitamin D bagi keberhasilan program bayi tabung, namun pada tahun 2014 silam ditemukan fakta bahwa kekurangan vitamin D beresiko tinggi menurunkan tingkat keberhasilan program bayi tabung pada 335 wanita..

Asupan vitamin D sendiri sebenarnya cukup mudah didapatkan Anda bisa memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber vitamin D alami. Selain itu, rutin mengkonsumsi makanan seperti tuna, salmon dan beberapa jenis olahan laut juga bisa membantu memenuhi kebutuhan vitamin D bagi tubuh.

Itulah beberapa faktor yang bisa mempengaruhi tingkat keberhasilan bayi tabung. Agar usaha Anda dan pasangan bisa membuahkan hasil sesuai keinginan, usahakan untuk menuruti semua nasehat dokter kandungan yang dianjurkan. Selain itu, tentukan juga fasilitas kesehatan terbaik yang Anda anggap memiliki rekam jejak terpercaya dalam menangani prosedur ini.