fertility disorders

Sudah lama menikah tapi tidak kunjung juga memiliki momongan? Mungkin ada gangguan kesuburan yang terjadi pada Anda atau pasangan sehingga menghambat proses fertilisasi atau pembuahan.

Masalah kesuburan sendiri merupakan suatu kondisi yang wajar terjadi. Berdasarkan data hasil riset DIPA Healthcare, setidaknya ada 11 persen dari  sekitar 150 juta pasangan usia produktif di Indonesia yang mengalami kondisi infertilitas.

Nah, untuk melihat penyebab dan jenis-jenis infertilitas pada pria maupun wanita, berikut ini sudah kami rangkum pembahasan selengkapnya.

Jenis-jenis Gangguan Kesuburan pada Wanita

Masalah kesuburan kerap menjadi biang keladi dibalik sulitnya mendapat keturunan. Kondisi ini sendiri bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Maka dari itu setidaknya Anda perlu mengetahui cara tes kesuburan wanita secara alami atau ke pusat layanan kesehatan terdekat jika mendapati masalah ini.  

1.Gangguan Terkait Bentuk Rahim

Normalnya rahim perempuan berbentuk menyerupai buah pir. Namun, dalam beberapa kasus ada kalanya rahim memiliki bentuk yang tidak normal. Gangguan terkait kelainan bentuk rahim sendiri secara umum tidak menimbulkan efek atau gejala apapun yang mengancam kesehatan penderitanya, akan tetapi hal ini baru akan menjadi masalah ketika ingin memiliki keturunan.

Contoh kelainan bentuk rahim adalah Bicornuate uterus, dimana kondisi rahim tidak berbentuk seperti buah pir melainkan lebih mirip dengan bentuk hati. Kemudian ada juga kelainan yang disebut uterus didelphys dimana rahim memiliki dua buah rongga bagian dalam, dua serviks, serta dua vagina. 

2.Penyumbatan pada Bagian Tuba Falopi

Gangguan kesuburan pada wanita berupa penyumbatan tuba falopi bisa disebabkan oleh beberapa hal, misalnya seperti radang panggul, riwayat operasi organ di dalam rongga perut, hingga penyakit seksual menular.

Kondisi tuba falopi yang tersumbat pada perempuan menyebabkan sel sperma tidak bisa bertemu dengan sel telur. Hasilnya proses pembuahan di rahim pun tidak bisa terjadi. 

3.Endometriosis

Endometriosis merupakan kondisi dimana jaringan yang biasa tumbuh di rahim justru tumbuh dan tertanam di bagian tubuh lain. Proses penanganan endometriosis yang dilakukan dengan cara operasi pengangkatan inilah yang kerap menjadi penyebab gangguan kesuburan, karena hal ini memunculkan jaringan parut.

Kemunculan jaringan parut sendiri kerap kali menghambat proses pembuahan sel telur oleh sperma serta menghalangi tabung saluran indung.

Baca juga:  Makanan Untuk Meningkatkan Kesuburan Pria Agar Istri Cepat Hamil

4.Submucosal fibroid

Bagi Anda yang belum tahu, Submucosal fibroid merupakan istilah untuk menyebut tumor jinak yang tumbuh di dalam ataupun sekitar rahim perempuan. Sayangnya sampai saat ini belum diketahui faktor yang memicu munculnya Submucosal fibroid. 

Di sisi lain, fibroid yang dapat berkembang pada lapisan dinding sampai ke rongga rahim tersebut dipercaya bisa mencegah tertanamnya embrio di dalam rahim.

5.Gangguan Lendir Serviks

Ketika sedang memasuki masa ovulasi, lendir serviks perempuan secara alami berubah menjadi lebih encer dan tipis dibandingkan biasanya. Hal ini salah satunya bertujuan agar mempermudah sperma bergerak menghampiri sel telur. Sayangnya, ketidaknormalan pada lendir serviks tersebut justru menghambat proses kehamilan.

6.Gangguan Ovulasi 

Pada dasarnya, masa subur perempuan dipengaruhi oleh periode ovulasinya. Alhasil, ketika periode ovulasi mengalami gangguan maka secara natural proses fertilisasi atau pembuahan tidak bisa dilakukan. 

Gangguan ovulasi sendiri bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain adanya gangguan hormon tiroid, baik itu hipotiroid maupun hipertiroid, kegagalan ovarium prematur yang bisa terjadi ketika indung telur berhenti memproduksi sel telur, serta sindrom ovarium polikistik.

Jenis-jenis Gangguan kesuburan pada Pria

Gangguan kesuburan pada pria secara umum terjadi akibat adanya kelainan pada sel sperma. Berikut merupakan beberapa contoh jenis kelainan sperma yang perlu diketahui.

1.Hypospermia

Masalah kesuburan pria bisa terjadi akibat jumlah sperma yang dikeluarkan ketika ejakulasi kurang dari batas normal. Hypospermia adalah kondisi dimana air mani yang dihasilkan ketika berhubungan seksual kurang dari 1,5 ml. 

Penyebabnya bisa dari berbagai hal, seperti disfungsi seksual, adanya cacat pada saluran reproduksi, hormon yang tidak seimbang, ejakulasi retrograde hingga kelainan genetik

2.Teratozoospermia

Bentuk sperma normal umumnya hanya memiliki satu kepala dan satu ekor. Namun, pada penderita Teratozoospermia sel sperma memiliki kelainan seperti adanya ekor atau kepala lebih dari satu.

Teratozoospermia kemungkinan besar disebabkan oleh masalah kelainan genetik, adapun dampaknya secara medis membuat kemampuan gerak sperma menjadi turun dan tidak dapat menjangkau sel telur.

3.Oligoasthenoteratozoospermia (OAT)

Gangguan kesuburan yang satu ini merupakan masalah paling sering yang dialami oleh pria dewasa. Oligoasthenoteratozoospermia (OAT) bisa terjadi ketika bentuk sperma, pergerakan, dan jumlahnya tidak normal. Adapun tingkat keparahannya bisa diidentifikasi dalam tiga level, yakni ringan, sedang, serta berat.

4.Asthenozoospermia

Kelainan Asthenozoospermia terjadi akibat motilitas atau pergerakan sperma yang tidak seperti seharusnya. Jika dalam kondisi normal sperma bergerak dalam satu garis lurus atau dalam sebuah lingkaran besar, maka sel sperma penderita Asthenozoospermia bergerak tidak aturan.

Minimnya jumlah sel sperma yang dikeluarkan bersamaan dengan air mani merupakan salah satu penyebab kondisi ini. Selain itu, kemampuan gerak sperma biasanya juga dipengaruhi oleh konsumsi alkohol secara berlebihan, adanya paparan racun, sampai asupan nutrisi yang kurang.

5.Aspermia

Aspermia merupakan kondisi dimana seorang pria tidak mengeluarkan air mani dan sperma saat ejakulasi. Beberapa penyebab yang memicu kondisi tersebut antara lain adanya kelainan genetik, disfungsi seksual, hingga ketidakseimbangan hormon.

Baca juga: 7 Posisi Bercinta Agar Cepat Hamil, Nomor 4 Paling Populer!

Penyebab Gangguan Kesuburan

Infertilitas atau gangguan kesuburan menurut kemenkes bisa disebabkan oleh banyak faktor. Berikut ini merupakan beberapa contoh penyebab gangguan kesuburan pada pria dan wanita yang perlu diperhatikan.

1.Faktor Usia

Perempuan menjadi pihak paling rentan mengalami gangguan kesuburan ketika bicara soal usia. Seiring waktu berjalan, tingkat kesuburan wanita akan terus menurun karena kualitas serta jumlah sel telur yang diproduksi semakin berkurang.

Selain memicu risiko gangguan kesuburan, faktor usia juga berpengaruh banyak terhadap kesehatan janin. Maka dari itu, mengandung dan melahirkan pada usia di atas 45 tahun

melahirkan pada usia di atas 45 tahun tidak disarankan dari segi kesehatan.

2.Pengaruh Alkohol dan Minuman Keras

Terlalu banyak mengkonsumsi minuman keras tidak hanya buruk bagi kesehatan ginjal, tapi juga bisa memicu timbulnya gangguan kesuburan. Diketahui wanita yang gemar mengkonsumsi minuman beralkohol dalam jangka panjang lebih beresiko terkena endometriosis dan gangguan ovulasi.

Maka dari itu, sebaiknya Anda dan pasangan mulai membatasi konsumsi minuman beralkohol jika ingin segera mendapat momongan.

3.Stress Berlebihan

Sudah menjadi rahasia umum jika stress berlebihan bisa memicu berbagai gangguan kesehatan, tidak terkecuali terkait masalah kesuburan. Kondisi stress berlebihan yang dialami oleh kaum perempuan biasanya akan mempengaruhi sistem hormon. Dampaknya bisa memperlambat menstruasi hingga gairah seksual yang berkurang.

Kondisi serupa juga bisa menimpa kaum pria, adanya beban pekerjaan, tekanan hidup, atau hal-hal lain yang bisa menyebabkan stress berlebihan otomatis bakal menurunkan gairah seksual serta kualitas sel sperma yang dihasilkan.

4.Berat Badan Tidak Ideal

Baik bagi kaum pria maupun wanita, sangat penting untuk menjaga berat badan ideal. Pasalnya, infertilitas atau gangguan kesehatan menurut who juga bisa dipicu akibat obesitas (kondisi berat badan berlebih) maupun berat badan yang terlalu rendah. Anda bisa mendapatkan angka berat badan ideal dengan cara menghitung indeks massa tubuh (IMT).

5.Akibat Merokok

Merokok adalah salah satu kebiasaan buruk yang harus dihilangkan. Ada berbagai ancaman gangguan kesehatan yang bisa terjadi akibat kebiasaan tersebut. Mulai dari masalah paru-paru, kanker mulut, gangguan lambung, hingga menurunkan tingkat kesuburan pada pria dan wanita.

Kebiasaan merokok sendiri menjadi salah satu penyebab terjadinya gangguan kesuburan pada pria. Dampak yang terjadi di antaranya seperti impotensi, jumlah produksi sel sperma menurun, hingga kanker testis.

Demikianlah penjelasan terkait gangguan kesuburan dan berbagai penyebabnya yang bisa terjadi kepada pria maupun wanita. Masalah infertilitas pada dasarnya bisa dipicu oleh banyak faktor, namun Anda tidak perlu khawatir karena seiring perkembangan teknologi medis, hal ini relatif masih bisa diatasi.