pregnant with twins

Hamil kembar testpack negatif merupakan salah satu kondisi yang mungkin dialami oleh para wanita. Jadi saat melakukan pemeriksaan dengan testpack, hasilnya negatif. Namun saat melakukan pemeriksaan dengan dokter, dokter justru mengatakan bahwa Anda hamil kembar.

Lantas bagaimana hal ini bisa terjadi? Apa yang menyebabkan hamil kembar testpack negatif? Berikut ulasannya.

Mungkinkah Hamil Saat Hasil Testpack Negatif?

Anda yang memiliki hasil testpack negatif, tidak perlu berkecil hati. Pasalnya, belum tentu Anda tidak hamil. Hasil testpack negatif tidak selalu berarti tidak hamil. Kondisi ini disebut dengan efek prozone, yaitu hasil pemeriksaan kehamilan menunjukkan hasil negatif pada wanita yang memiliki kadar HCG sangat tinggi.

Secara umum, hormon HCG pada wanita yang hamil di minggu-minggu awal kadarnya sangat rendah, dan akan semakin bertambah seiring dengan usia kehamilan. HCG akan diproduksi oleh tubuh ketika terdapat sel telur yang menempel pada dinding rahim. Peningkatan kadar HCG ini dapat dideteksi oleh testpack.

Nah, pada wanita yang hamil kembar, hormon HCG di awal kehamilan sudah sangat tinggi. Kadar HCG yang tinggi di awal kehamilan ini membuat antibodi tidak dapat mengikat hormon sehingga saat dilakukan pemeriksaan testpack, hasilnya justru negatif. Kondisi inilah yang disebut dengan efek prozone.

Jadi, hamil kembar testpack negatif sangat mungkin terjadi. Pada wanita yang hamil tunggal, hormon HCG jumlahnya mencapai maksimal 250 ribu mIU/mL. Sedangkan pada wanita yang hamil kembar, hormon HCG mencapai ribu mIU/mL.

Baca juga: Inilah Daftar Nama Bayi Kembar Laki-laki dan Perempuan yang Bermakna Baik

Penyebab Testpack Negatif Lainnya

Hamil kembar testpack negatif kerap disebut sebagai negatif palsu. Kondisi ini terjadi ketika hasil testpack menunjukkan hasil negatif, padahal Anda sedang hamil. 

Perlu Anda ketahui bahwa negatif palsu tidak hanya terjadi pada kehamilan kembar saja. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan testpack negatif meskipun sedang hamil, seperti:

  1. Terlalu dini dalam mengecek kehamilan
  2. Hormon HCG masih terlalu rendah
  3. Salah dalam menggunakan testpack
  4. Ovulasi lambat
  5. Alat tes kehamilan sudah kadaluarsa
  6. Kehamilan ektopik
  7. Penyakit kanker

Untuk memastikan bahwa Anda benar-benar hamil atau tidak, diperlukan pemeriksaan oleh dokter kandungan. Nantinya dokter akan melakukan USG tranvaginal atau USG perut untuk memastikan ada tidaknya janin di dalam rahim. Selain itu, dapat juga dilakukan cek darah untuk melakukan pengecekan secara akurat.

Jadi, kondisi hamil kembar testpack negatif sangat mungkin terjadi. Testpack hanyalah sebuah alat yang memiliki potensi keliru. Anda bisa mendeteksi kehamilan dengan melakukan pemeriksaan USG dan darah supaya hasilnya tepat.