female genital diseases

Keputihan atau gatal pada organ intim merupakan hal umum yang terjadi pada wanita. Namun kondisi ini perlu diwaspadai jika gejalanya memburuk dan terjadi terus menerus. Terlebih jika keluar lendir dengan bau yang sangat menyengat, bisa menjadi pertanda penyakit kelamin wanita yang berbahaya.

Penyakit kelamin wanita disebabkan oleh banyak hal, seperti jamur, parasit, atau bakteri pada organ kewanitaan. Untuk itulah, penting bagi Anda untuk selalu menjaga kebersihan vagina agar penyakit tidak mudah bersarang.

Selanjutnya dalam artikel ini akan dibahas lebih lanjut mengenai jenis penyakit kelamin wanita dan gejalanya agar Anda lebih waspada. Yuk, simak!

Jenis Penyakit Kelamin Wanita

Berikut ini macam-macam penyakit kelamin pada wanita dan ciri cirinya yang perlu Anda ketahui.

1. Infeksi Jamur

Jamur candida albicans sebenarnya merupakan jamur yang tumbuh alami pada vagina, asalkan jumlahnya masih wajar. Namun jika berlebihan, justru memicu terjadinya infeksi.

Infeksi jamur pada vagina rentan menyebabkan peradangan yang mengganggu organ intim. Apalagi jika dibiarkan dan tidak dilakukan pengobatan. 

Beberapa gejala yang kerap muncul antara lain nyeri saat kencing, gatal berlebih pada vagina, muncul rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual, serta muncul peradangan yang ditandai dengan vagina kemerahan dan bengkak. 

2. Vulvovaginitis

Penyakit kelamin wanita berikutnya adalah vulvovaginitis, yaitu peradangan pada bagian vagina. Umumnya penyakit ini disebabkan oleh faktor internal dan eksternal seperti infeksi bakteri pada vagina, kurangnya hormon estrogen, serta penggunaan cairan pelumas.

Beberapa gejala yang menunjukkan vulvovaginitis antara lain munculnya sensasi terbakar saat kencing, nyeri saat berhubungan seksual, pembengkakan vagina, serta munculnya bau berlebih pada organ intim.

3. Herpes Genitalis

Herpes genitalis umumnya disebabkan oleh virus HSV II yang menyerang bagian pinggang ke atas. Namun ada juga herpes genitalis yang disebabkan oleh Virus HSV I yang menyerang pinggang ke bawah termasuk vagina.

Pada awalnya penyakit kelamin wanita ini tidak bergejala. Namun seiring dengan parahnya penyakit, mulai muncul rasa nyeri pada kulit yang diikuti dengan luka. Tidak hanya itu, pengidap herpes genitalis juga akan mengalami demam, pusing, nyeri otot, serta urin berdarah.

Baca juga: Sulit Hamil Anak Kedua? Yuk Ketahui Apa Saja Penyebabnya

4. Klamidia

Berikutnya, Anda juga perlu mewaspadai penyakit klamidia, yaitu infeksi bakteri pada vagina yang sulit dideteksi di awal. Umumnya, penderita baru akan mulai merasakan gejala setelah 1 minggu terinfeksi.

Gejala umum yang terjadi pada penyakit klamidia antara lain munculnya cairan berbau dari area vagina, nyeri saat kencing dan berhubungan badan, serta munculnya pendarahan vagina. Penegakan penyakit ini dilakukan oleh dokter melalui serangkaian pemeriksaan.

5. Infeksi Menular Seksual

Ada beberapa jenis penyakit menular seksual yang bisa menyerang wanita, antara lain kutil, sifilis, gonore, dan trikomoniasis. Penyakit-penyakit ini berisiko muncul ketika penderita melakukan hubungan seksual dengan banyak pasangan atau tidak menggunakan pengaman saat berhubungan.

Gejala umum penyakit menular seksual antara lain rasa nyeri saat kencing, muncul sensasi terbakar pada area vagina, perdarahan urin, nyeri saat berhubungan, vagina gatal, serta muncul keputihan dengan warna yang tidak wajar. Selain itu, wanita yang menderita penyakit ini juga bisa mengalami luka melepuh pada organ kewanitaan.

Meski gejala penyakit menular seksual sangat terlihat, namun pada beberapa kondisi bisa saja tidak muncul sama sekali. Untuk itulah, diperlukan serangkaian tes dan pemeriksaan dokter untuk menegakkan diagnosa terhadap penyakit kelamin wanita ini.

6. Bartholinitis

Penyakit bartholinitis atau pembengkakan kelenjar bartholin juga bisa menyerang wanita. Perlu diketahui bahwa bartholin merupakan kelenjar pada area vagina yang dapat mengeluarkan cairan alami saat berhubungan seksual.

Pembengkakan kelenjar bartholin terjadi ketika terjadi penyumbatan yang mengakibatkan penumpukan cairan. Penumpukan cairan inilah yang memicu munculnya kista.

Beberapa gejala umum dari bartholinitis antara lain munculnya benjolan pada lubang vagina, peradangan vagina, nyeri saat duduk, serta keluarnya nanah berbau dari organ intim.

7. Keputihan

Meskipun keputihan wajar terjadi pada wanita, namun Anda perlu mewaspadai keputihan yang abnormal. Ciri-ciri keputihan normal antara lain tidak berbau, tidak berwarna serta, teksturnya cair. 

Namun jika muncul bau busuk pada cairan keputihan dengan warna hijau atau abu-abu, Anda perlu waspada. Pasalnya, keputihan abnormal merupakan salah satu tanda awal gejala kanker serviks yang mematikan.

Segeralah berkonsultasi dengan dokter dan melakukan pemeriksaan agar mendapatkan penanganan yang tepat. Tentunya penanganan yang cepat mencegah terjadinya perburukan penyakit.

Baca juga: Perbedaan Keputihan Tanda Hamil dengan Keputihan Biasa

8. Servisitis

Penyakit kelamin wanita yang lain adalah servisitis, yaitu peradangan pada leher rahim. Penyakit ini dapat dipicu oleh banyak faktor, seperti kurang seimbangnya hormon tubuh, pemakaian alat kontrasepsi yang tidak tepat, serta bakteri dan virus.

Gejala servisitis cukup ringan, bahkan ada yang tidak bergejala sama sekali. Namun ada juga penderita yang mengalami nyeri saat kencing, keputihan, serta pendarahan usai berhubungan seksual.

9. Salpingitis

Tidak hanya menyerang vagina dan serviks, penyakit kemain wanita juga bisa menyerang tuba falopi yang menimbulkan peradangan. Salpingitis umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri. Jika tidak ditangani, salpingitis rentan berdampak pada kerusakan tuba falopi yang sifatnya permanen.

Gejala salpingitis meliputi mual dan muntah, demam, nyeri punggung, cairan vagina berbau, serta nyeri saat berhubungan intim. Salpingitis tidak hanya berbahaya, namun juga daapat menurunkan kesuburan wanita.

10. Kanker

Kanker merupakan penyakit kelamin wanita yang paling ganas. Ada banyak jenis kanker yang terjadi pada organ intim, antara lain kanker ovarium, kanker vulva, kanker serviks, serta kanker rahim.

Gejala umum dari kanker tersebut tidak selalu khas, umumnya meliputi pendarahan vagina, jadwal menstruasi yang tidak teratur, serta nyeri pada bagian perut. Beberapa orang juga mengalami penurunan berat badan yang drastis akibat kanker.

Kabar baiknya, kanker pada organ intim dapat dicegah dengan vaksin HPV. Selain itu, lakukan hubungan seksual dengan aman menggunakan kondom serta hindari berganti-ganti pasangan. Bagi wanita yang telah berusia 25 tahun keatas juga dianjurkan rutin melakukan pemeriksaan pap smear guna mengetahui indikasi kanker atau gangguan lainnya sejak dini.

Penyakit kelamin wanita perlu diwaspadai sejak dini. Karena jika dibiarkan berlarut-larut, dapat menimbulkan gangguan yang lebih parah di kemudian hari hingga ancaman kematian. Mengingat berbagai penyakit kelamin yang berisiko muncul diatas, Anda perlu menerapkan pola hidup sehat mulai dari sekarang. Tak hanya itu, terapkan juga perilaku hidup bersih yang dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit pada organ kewanitaan yang berbahaya.