Logo Morula
Kembali

Apakah yang terjadi pada embrio yang tidak ditransfer?

/media/images/2015/10/09/3aed6ba0c6d5be54ddc83f1b6188237d_big.jpg

Embryo Freezing (Cryopreservation)

Pembekuan embrio/Embryo Freezing  dalam konteks IVF merupakan istilah yang pada dasarnya kurang tepat. Istilah yang lebih tepat digunakan adalah "kriopreservasi embrio" karena tujuan utama dalam proses ini adalah untuk menyimpan embrio secara kriogenik dengan tetap mempertahankan viabilitas atau kelangsungan hidupnya.

Pada proses awal IVF, hormon diberikan untuk merangsang perkembangan sel telur. Proses ini berlangsung secara sistemik, sehingga berkembangnya sejumlah sel telur pada waktu yang bersamaan tidak dapat dihindari. Setelah telur-telur tersebut diambil dan dibuahi di laboratorium, sering didapatkan jumlah embrio yang lebih dari cukup untuk ditransfer kembali ke dalam rahim. Sebelum protokol kriopreservasi embrio ditemukan, klinik IVF tidak dapat menyimpan embrio berlebih yang tersisa setelah transfer embrio. Saat ini setelah tersedia prosedur kriopreservasi embrio yang baik, "ekstra" embrio yang cukup berkualitas, dapat di-cryopreserved (dibekukan) sehingga pertumbuhannya dapat dihentikan dan embryo tersebut dapat disimpan untuk prosedur embryo transfer di masa mendatang.

Pada awal perkembangannya program kriopreservasi embrio sangat terbatas dan sering mengakibatkan rusaknya sebagian besar embrio. Saat ini, teknologi yang tersedia memungkinkan hadirnya protokol yang memiliki tingkat kesuksesan yang jauh lebih baik dalam proses kriopreservasi.

Bagaimanakah cara Kriopreservasi Embrio?

Bagian terbesar dari tubuh manusia manusiaterdiri atas air, demikian hal nya dengan embrio. Prinsip dari kriopreservasi adalah Menghilangkan semua kadar air didalam sel embrio hari ke-3 atau ke -5 menjadi bentuk padat/beku. Saat ini tersedia 2 jenis teknologi pembekuan yang digunakan di laboratorium IVF.Teknologi yang lebih dulu hadir disebut slow freezing / pembekuan lambat dan sampai saat ini masih digunakan oleh beberapa center bayi tabung.Teknologi kedua yang lebih maju adalah vitrifikasi. Proses inilah yang digunakan sebagai prosedur kriopreservasi embrio di Morula IVF. Keunggulan dari vitrifikasi adalah pada proses penambahkan zat krioprotektan (nitrogen cair bersuhu -196 C), air dapat didinginkan sampai mengeras, tanpa adanya kristal es yang terbentuk. Hal ini sangat penting dalam dunia embriologi karena pembentukan kristal esseperti yang terjadi pada proses slow freezingdapat merusak embrio.Kristal es akan seperti pisau yang mengganggu bagian dalam sel dari embrio atau " memotong " melalui lapisan luar sel-sel embrio . Jika hal ini terjadi , embrio tidak akan bertahan dari proses kriopreservasi .Vitrifikasi juga terbukti memberikan tingkat kelangsungan hidup yang lebih baik setelah embryo dicairkan kembali (Thawing) sehingga memberikan tingkat kehamilan serta tingkat kelahiran hidup yang lebih tinggi saat siklus transfer embrio beku.  

Berapa lama embrio dapat di kriopreservasi ?

Lamanya Periode penyimpanan dalam nitrogen cair tidak mempengaruhi kelangsungan hidup embryo secara bermakna . Kualitas embrio yang dicairkan setelah beberapa tahun cryostorage hampir sama dengan yang dibekukan selama satu atau dua bulan. 

Apakah kualitas embrio akan sama, sebelum dan sesudah kriopreservasi?

Kegagalan atau keberhasilan dari kriopreservasi embrio tergantung pada seberapa suksesnya proses “penghilangan air” dari tiap-tiap sel embrio . Walaupun bervariasi tergantung pada kualitas embrio pada saat pembekuan , antara 60 dan 90 % embryo bertahan melalui proses freeze/thaw. Tingkat kehamilan setelah transfer embrio bekusetara dengan embrio segar . Apakah semua embrio dapat  dikriopreservasi? Tidak dapat semua embrio dapat dikriopreservasi. Embrio paling layak dan memiliki tingkat ketahanan yang baik setelah proses kriopreservasi adalah embrio yang telah mencapai tahap pembelahan yang tepat, memiliki fragmentasi (keretakan) minimal dan tidak menjalani pembelahan aktif pada hari kriopreservasi.

Di Morula IVF, hanya embryo dengan kualitas good dan excellent saja yang di kriopreservasi. Tingkat kualitas ini dinilai dari jumlah sel, regularitas bentuk dan ukuran sel, derajat fragmentasi, jumlah inti sel dan lain sebagainya sesuai dengan usia embrio. Umumnya embrio akan dipertimbngkan untuk kriopreservasi pada usia 3 hari atau 5 hari. 

Bagaimana cara menentukan kualitas embrio?

Kualitas embrio yang dinilai di bawah mikroskop menggunakan kriteria seperti disebutkan diatas pada dasarnya dapat memberikan prediksi kemungkinan kehamilan setelah prosedur transfer embrio. Walaupun demikian, karena ada banyaknya faktor lainyang mempengaruhi, prediksi tersebut seringkalikurang akurat.Di berbagai center ditemukan siklus yang gagal setelah transfer 2-3 embrio dengan kualitas excellent. Tetapi sebaliknya lahir bayi-bayisehatdari proses bayi tabung setelah transfer hanya satu embrio dengan kualitas good bahkan moderate. Potensi genetik embrio untuk melanjutkan perkembangan normal sangat sulit untuk diukur secara akurat kecuali dengan memanfaatkan PGS (Preimplantation Genetical Screening). PGS merupakan prosedur yang mampu memilih embrio dengan kromosom normal untuk ditransfer. PGS merupakan terobosan keberhasilan IVF dimasa mendatang untuk meningkatkan angka implantasi embrio dan kehamilan. Ketahui lebih lanjut mengenai PGS pada artikel PGS (Pre-Implantation Genetic Screening) Terobosan Keberhasilan IVF.

 

Dengan mendaftar di Morula IVF, Anda akan mendapatkan
informasi terbaru tentang bayi tabung dan bisa berkonsultasi
gratis dengan kami.
Daftar Sekarang
Pudah punya akun?

Masuk ke Akun Anda

Lupa Akun Anda?

Link reset password telah dikirim ke alamat email Anda.

Email tidak masuk? Kirim ulang disini!

Password Anda berhasil diubah.

silakan login kembali

Buat Sandi Baru

Buat Sandi Baru

Daftarkan Akun Anda

Silahkan menunggu

Punya pertanyaan?

Jangan ragu, kami akan menghubungi Anda

Ajukan untuk dihubungi
Error
Whoops, looks like something went wrong.