Logo Morula
Kembali

Fertility Preservation

/media/images/2016/07/15/Fertility Preservation.jpg

Fertility Preservation

Fertility Preservation atau Pelestarian kesuburan adalah proses menyimpan atau melindungi telur, sperma, atau jaringan reproduksi sehingga dapat digunakan untuk memiliki anak biologis di masa depan. Beberapa alasan yang mungkin membuat seseorang mempertimbangan untuk melakukan fertility preservation antara lain:

  • Indikasi medis. fertility preservation dapat dilaksanakan untuk memungkinkan pengobatan kondisi medis tertentu yang dapat mempengaruhi kesuburan di masa depan, misalnya sebelum perawatan kanker. Beberapa jenis pengobatan kanker berisiko tinggi terhadap infertilitas, dengan dilaksanakannya fertility preservation sebelum terapi, hal ini akan mengatasi masalah infertilitas di masa depan.
  • Pertimbangan pribadi. Kesuburan sangat dipengaruhi oleh usia, seiring bertambahnya usia maka semakin menurun potensi seseorang untuk memiliki keturunan. Fertility preservation dapat digunakan untuk menunda proses ini hingga siap untuk memulai sebuah keluarga.
  • Dalam kasus khusus dimana Anda berada pada risiko cedera atau kematian

fertility preservation melibatkan pembekuan dan penyimpanan telur, sperma, atau embrio untuk digunakan di masa depan. Dalam kasus yang jarang terjadi, fertility preservation juga dapat melibatkan pembekuan dan penyimpanan ovarium atau jaringan testis. Sejumlah metode yang tersedia dalam fertility preservation, antara lain:

  • Embryo cryopreservation/ kriopreservasi Embrio / simpan beku
  • Egg cryopreservation/ kriopreservasi sel Telur / simpan beku
  • Ovarian Tissue freezing simpan beku jaringan ovarium
  • Sperm cryopreservation/ kriopreservasi Sperma / simpan beku
  • Testicular Tissue Freezing/ simpan beku jaringan testis

 

Metode fertility preservation untuk wanita meliputi:

  • Embryo cryopreservation

Metode ini juga disebut simpan beku embrio. Embryo cryopreservation merupakan pilihan metode yang paling umum digunakan karena memiliki tingkat kesuksesan paling tinggi dibandingkan dengan metode lain. Prosedur yang digunakan kurang lebih sama dengan metode IVF (in-vitro fertilization/ Bayi Tabung) namun embrio tidak ditanamkan lagi ke rahim melainkan disimpan beku dengan proses kriopreservasi atau vitrifikasi. Prosedur diawali dengan pemberian obat-obatan untuk merangsang pematangan sel telur. Kemudian seperti hal nya IVF, sel telur akan diambil melalui proses OPU (Ovum Pick Up), telur kemudian dibuahi dengan sperma dari pasangannya di laboratorium. Embrio yang dihasilkan dibekukan dan disimpan untuk digunakan di masa depan. Embrio beku adalah metode yang paling efektif untuk wanita yang ingin mempertahankan kesuburan mereka - namun, hal ini hanya mungkin dilakukan jika anda memiliki pasangan karena dibutuhkan sperma untuk pembuahan.

Kemungkinan hamil akan dipengaruhi pada jumlah dan kualitas embrio beku yang nantinya dicairkan, serta usia wanita saat dilakukan ET (Embryo Transfer) – penanaman embrio ke dalam rahim .

  • Egg cryopreservation

Metode ini mirip dengan embrio kriopreservasi, kecuali bahwa telur yang tidak dibuahi melainkan langsung dibekukan dan disimpan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kesempatan untuk hamil dengan menggunakan telur beku lebih rendah. Namun, kemajuan teknologi baru-baru ini cukup signifikan sehingga pembekuan sel telur menjadi pilihan yang realistis.

Ketahanan sel Telur tidak sebaik embrio dalam melalui proses pembekuan dan thawing (pencairan), dan umumnya tingkat keberhasilan yang dihasilkan tidak setinggi pembekuan embrio. Namun, hadirnya kriopreservasi dan vitrifikasi (metode untuk pembekuan) baru-baru ini telah menunjukkan peningkatkan peluang sel telur untuk bertahan dalam proses pembekuan-pencairan sehingga meningkatkan keberhasilan.

  • Ovarian Tissue freezing

Pembekuan jaringan ovarium masih dalam tahap penelitian, tetapi mungkin dapat menjadi pilihan yang cocok bagi anak perempuan yang belum mencapai pubertas, yang sedang menjalani perawatan medis yang dapat mempengaruhi kesuburan di masa depan. Sebelum pubertas, Embryo cryopreservation dan Egg cryopreservation tidak dapat dilakukan karena belum ada sel telur yang matang.

Metode fertility preservation untuk pria meliputi:

  • Sperm cryopreservation

Dalam proses Sperm cryopreservation, seorang pria memberikan sampel air mani nya. Air mani kemudian diproses, dibekukan dengan proses kriopreservasi dan disimpan untuk digunakan di masa depan. Sperm cryopreservation adalah metode fertility preservation yang paling efektif untuk melestarikan kesuburan seorang pria. Penelitian telah menunjukkan bahwa penyimpanan sperma untuk waktu yang lama tidak mengubah kemampuannya untuk membuahi sel telur.

Para peneliti juga sedang menjajaki pembekuan jaringan testis sebagai pilihan pelestarian kesuburan bagi pria dan anak laki-laki yang menjalani pengobatan kanker, namun hingga saat ini efektifitasnya belum dapat dinilai.

Beberapa metode diatas, telah tersedia secara luas. Namun, pembekuan gonad (pembekuan jaringan ovarium dan testis) masih sangat eksperimental, saat ini hanya beberapa pusat IVF di dunia yang menawarkan pembekuan jaringan ovarium atau testis. Ketahui lebih lanjut mengenai Embryo cryopreservation pada artikelApakah yang terjadi pada embrio yang tidak ditransfer? ; danmengenai Egg cryopreservation serta Sperm cryopreservation pada artikel Metode penyimpanan sperma dan sel telur.

Bicarakan dengan dokter Anda tentang pilihan terbaik pelestarian kesuburan untuk Anda.

Dengan mendaftar di Morula IVF, Anda akan mendapatkan
informasi terbaru tentang bayi tabung dan bisa berkonsultasi
gratis dengan kami.
Daftar Sekarang
Pudah punya akun?

Masuk ke Akun Anda

Lupa Akun Anda?

Link reset password telah dikirim ke alamat email Anda.

Email tidak masuk? Kirim ulang disini!

Password Anda berhasil diubah.

silakan login kembali

Buat Sandi Baru

Buat Sandi Baru

Daftarkan Akun Anda

Silahkan menunggu

Punya pertanyaan?

Jangan ragu, kami akan menghubungi Anda

Ajukan untuk dihubungi
Error
Whoops, looks like something went wrong.