Logo Morula
Kembali

Kami jawab pertanyaan anda seputar infertilitas!

/media/images/2014/12/05/aktivitas-morula-4.jpg

Bagi pasangan suami istri yang telah lama menunggu hadirnya buah hati, tentu memiliki segudang pertanyaan seputar topik. Dalam bukunya, Dr.Ivan Rizal Sini,MD, FRANZCOG,GDRM,SpOG, menjawab pertanyaan seputar upaya mendapatkan momongan yang kerap ditanyakan pada calon orangtua. Berikut di antaranya:

  1. Kapan saat tepat untuk berhubungan seks?

Kebanyakan masa subur perempuan terjadi sekitar 4 – 5 hari sebelum ovulasi. Pada dasarnya sperma dapat bertahan selama 72 jam, tetapi sel telur bisa bertahan tidak lebih dari 24 jam. Kalau ingin hamil, hubungan seks dilakukan menjelang ovulasi atau segera saat terjadi ovulasi. Bila istri tidak tahu kapan terjadinya ovulasi, disarankan berhubungan seks setiap dua hari sekali dimulai hari ke 10 sampai hari ke 18 dalam masa ovulasinya.

  1. Istri saya kelebihan berat badan. Haruskah dia menurunkan berat badan agar bisa hamil?

Kelebihan berat badan dan obesitas memang dapat membuat sulit hamil. Tingginya lemak darah dapat memengaruhi kerja hormon yang memengaruhi siklus ovulasi dan pematangan sel telur. Kalaupun terjadi kehamilan, berat badan yang berlebihan bisa meningkatkan risiko kehamilan seperti diabetes dan tekanan darah tinggi sampai preeklamsia.

  1. Apa yang memengaruhi pembuahan?

Keseimbangan hormon untuk mematangkan telur dan ovulasi yang normal. Hubungan seks harus dilakukan selama siklus masa subur. Harus juga mendapat sperma yang bisa bergerak dengan kuat, tidak ada penghalang seperti tuba fallopi yang tersumbat sehingga menghambat sperma mencapai telur.

  1. Normalkah bila sulit hamil?

Banyak pasangan merasa yakin bahwa hamil itu mudah, tapi selalu terkejut bila ternyata istri tidak segera hamil. Peluang untuk bisa hamil setiap siklus menstruasi, terjadi pada 1 di antara 4 pasangan subur. Delapan dari 10 perempuan, hamil dalam satu tahun pertama usia perkawinannya. Perempuan yang berusaha hamil tanpa intervensi medis pun bisa butuh waktu sampai 2 tahun. Lazim bagi pasangan yang sulit hamil mencari bantuan. Kemauan mereka untuk mencari bantuan tergantung beberapa faktor, misalnya faktor usia. Perempuan berusia mendekati 40 tahun umumnya tidak berminat mencari bantuan.

  1. Bagaimana mengetahui adanya ketidaksuburan?

Harus dilakukan tes lengkap untuk mengetahui siapa yang bermasalah dengan kesuburan. Suami, atau istri.

  1. Apakah masalah kesuburan hanya masalah istri?
  2. Apakah posisi hubungan seks memengaruhi kecepatan terjadinya pembuahan?

Setelah terjadi ejakulasi, sperma akan bergerak menuju sel telur. Jadi tidak ada korelasi yang signifikan antara posisi hubungan seksual dengan kecepatan terjadinya pembuahan.

  1. Istri saya tampak antusias menunggu kehamilan. apakah ini normal?

Ingat bahwa istri yang berusaha untuk hamil telah membuat komitmen untuk mengubah sebagian besar hidupnya. Bagi banyak calon ibu, itu menyangkut membuat pilihan hidup yang sangat mendasar. Begitu memutuskan untuk punya anak, calon ibu bisa meninggalkan semua kesenangan masa lalunya seperti dugem, merokok, begadang dan makan sembarangan. Mereka mulai menambah gaya hidup baru, yaitu berolah raga. Sudah begitu jauh mengubah gaya hidup, tentu saja calon ibu menghendaki kehamilan segera tiba.

  1. Apa yang harus saya lakukan bila istri saya khawatir karena tak kunjung hamil setelah 1 tahun menikah?

Dengarkan keluhannya. Ingatkan dia bahwa dia masih bisa menunggu sekitar enam sampai duabelas bulan untuk hamil. Jalani hari-hari Anda berdua dengan lebih tenang, lakukan hidup sehat dengan senang. Ingatkan istri, saat belum hamil adalah kesempatan yang baik untuk menikmati hidup bersama Anda sebelum hidup Anda berdua dihabiskan untuk merawat dan mengasuh anak. Bulan madu lagi. Konsultasi pada dokter.

  1. Adakah makanan yang bisa menambah kesuburan?

Vitamin dan mineral yang terdapat pada bahan makanan memang memberi kontribusi bagi kesuburan baik istri maupun suami. Makanan yang mengandung lemak jenuh tidak disarankan. Pada kedua pihak, kandungan lemak yang tinggi di dalam darah bisa mengganggu hormon yang berhubungan dengan konsepsi. Pada istri, lemak dapat mengacau siklus ovulasi. Pada suami, tingginya lemak dapat mengganggu hormon yang memproduksi sperma. Makanan yang mengandung antioksidan akan membantu menghasilkan sel sperma dan sel telur yang sehat.

Dengan mendaftar di Morula IVF, Anda akan mendapatkan
informasi terbaru tentang bayi tabung dan bisa berkonsultasi
gratis dengan kami.
Daftar Sekarang
Pudah punya akun?

Masuk ke Akun Anda

Lupa Akun Anda?

Link reset password telah dikirim ke alamat email Anda.

Email tidak masuk? Kirim ulang disini!

Password Anda berhasil diubah.

silakan login kembali

Buat Sandi Baru

Buat Sandi Baru

Daftarkan Akun Anda

Silahkan menunggu

Punya pertanyaan?

Jangan ragu, kami akan menghubungi Anda

Ajukan untuk dihubungi