Logo Morula
Kembali

Sindrom Hiperstimulasi Ovarium (OHSS)

/media/images/2016/01/08/OHSS artikel.jpg

Sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS)

 

Sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS) adalah efek samping yang umum dari terapi kesuburan, terutama obat-obatan yang digunakan selama program fertilisasi in-vitro (IVF). OHSS adalah kumpulan gejala yang terjadi ketika ovarium (indung telur) bereaksi berlebihan terhadap obat dan menghasilkan terlalu banyak kantung telur (folikel).

 

Penyebab sindrom hiperstimulasi ovarium tidak sepenuhnya dipahami. Salah satu teori yang berkembang adalah karena peran human chorionic gonadotropin (HCG), yang merupakan hormon yang biasanya diproduksi selama kehamilan. Selama perawatan kesuburan, HCG dapat diberikan sebagai "pemicu" sehingga kantung telur (folikel) yang matang akan melepaskan telurnya. Jika pembuluh darah ovarium (indungtelur) bereaksi abnormal terhadap HCG, maka akan terjadi ke“bocor”an sehingga terjadi penumpukan cairan di ovarium. Dalam kasus yang parah, penumpukan cairan juga dapat terjadi pada rongga perut dan rongga dada.

 

OHSS biasanya terjadi dalam waktu 7 hingga 10 hari setelah suntikan obat untuk merangsang ovulasi. Gejala dapat berkisar dari ringan, sedang, sampai berat dan dapat berubah dari waktu ke waktu. Gejala ringan sangat umum terjadi, hingga hampir dapat dianggap sebagai kondisi yang "normal" setelah stimulasi ovarium. Sekitar 35% dari kasus stimulasi ovarium mengalami OHSS ringan.

Gejala ringan OHSS meliputi:

  • Perutterasa bengkak atau kembung
  • Nyeri ringan sampai sedang di perut bagian bawah
  • Rasa mual

 

Gejala OHSS yang lebih berat meliputi:

  • Nyeri hebat di perut bagian bawah
  • Perut membengkak secara signifikan
  • Muntah terus menerus
  • Sulit bernafas
  • Merasa sangat haus
  • Memiliki urin berwarna gelap dan sangat jarang berkemih

 

Gejalaringan OHSS umumnya akan hilang dengan sendirinya setelah 1 minggu, namun kasus yang lebih parah akan mengharuskan perawatan di rumah sakit. Kasus ringan dan sedang juga membutuhkan observasi, evaluasi USG, dan terkadang pemeriksaan laboratorium darah.

Hal ini karena gejalaOHSS seringkali terus berkembang, membaik ataupun memburuk sehingga dibutuhkan observasi agar dapat mengantisipasi komplikasi yang berpotensi mengancam nyawa.

Jika Anda dalam perawatan kesuburan dan Anda mengalami gejala sindrom hiperstimulasi ovarium, beritahu dokter Anda. Bahkan jika Anda mengalami ringan OHSS, dokter akan ingin memastikan anda segera mendapatkan perawatan yang sesuai dengan kebutuhuan Anda.

 

Dengan mendaftar di Morula IVF, Anda akan mendapatkan
informasi terbaru tentang bayi tabung dan bisa berkonsultasi
gratis dengan kami.
Daftar Sekarang
Pudah punya akun?

Masuk ke Akun Anda

Lupa Akun Anda?

Link reset password telah dikirim ke alamat email Anda.

Email tidak masuk? Kirim ulang disini!

Password Anda berhasil diubah.

silakan login kembali

Buat Sandi Baru

Buat Sandi Baru

Daftarkan Akun Anda

Silahkan menunggu

Punya pertanyaan?

Jangan ragu, kami akan menghubungi Anda

Ajukan untuk dihubungi
Error
Whoops, looks like something went wrong.