Logo Morula
Kembali

Skrining Pada Program Bayi Tabung

/media/images/2015/12/07/Skrining.jpg

Sebelum mengikuti program bayi tabung (IVF), dokter akan menyarankan untuk melakukan beberapa tes periksaan darah untuk menentukan apa yang menyebabkan masalah kesuburan anda. Alasan untuk skrining adalah untuk mendeteksi kemungkinan adanya infeksi dan untuk mencegah tindakan yang harus diambil untuk mengurangi risiko penularan antara mitra, janin (jika terjadi kehamilan) serta untuk melindungi para profesional kesehatan. Selain itu, pengetahuan tentang infeksi memungkinkan pasangan untuk membuat keputusan mengenai rencana tindakan pengobatan selanjutnya.

Beberapa tes yang akan dilakukan oleh pasangan suami istri sebelum IVF meliputi:

  1. Tes HIV & hepatitis: (untuk alasan keamanan pasangan akan perlu diuji sebelum program bayi tabung)
  2. Tes hormone LH, FSH, Prolactin, Estradiol, Progesterone dan AMH

Tes darah yang dilakukan untuk memeriksa kualitas telur, dan memverifikasi apakah saat ini sedang berovulasi.Tes darah sederhana ini memberikan perkiraan yang sangat baik dari jumlah telur yang Anda masih memiliki dalam ovarium. Dokter juga akan memberikan menjelaskan apakah cadangan ovarium anda'normal' untuk usia Anda.

  • TingkatFSHdan LH yang tinggi menunjukkan cadangan ovarium yang rendah. Ini berarti bahwa respon terhadap super ovulasi mungkin akan rendah dan dapat mengurangi tingkat keberhasilan program.
  • Pemeriksaan hormon AMH (Anti Mullerian Hormone) adalah tes darah sederhana yang memberikan perkiraan jumlah telur yang ada pada ovarium.
  • Hormon Estradiol : hormon untuk mementukan kematangan sel telur yang sedang dipanen, hal ini dilakukan untuk mendeteksi apakah kadarnya normal atau tidak dan sesuai dengan dosis injeksi hormone yang telah diberikan.
  1. Anti-Rubella IgG, Anti-Toxoplasma IgG, dan Anti-CMV IgG
  • Mengetahui status kekebalan terhadap paparan Toxoplasma, Rubella, dan Cytomegalovirus (TORC).
  • Toxoplasma IgG dan IgM : antibody terhadap parasit toxoplasma gondii yaitu untuk mendeteksi apakah terdapat infeksi Toxoplasma.
  • Rubella IgG dan IgM: antibody terhadap virus campak Jerman, untuk mendeteksi apakah terinfeksi virus tersebut atau tidak.
  • Infeksi akut TORC pada saat hamil atau< 4 bulan sebelum hamil akan berisiko pada kehamilan berupa keguguran, bayi lahir prematur, dan dapat juga menyebabkan kelainan janin.

*Jika pemeriksaan< 3 bulan sebelum pemeriksaan maka dianjurkan penambahan pemeriksaan TORC IgM.

Tidak ada batasan waktu yang pasti, tetapi enam bulan sebelum dilangsungkan pernikahan dianggap ideal. Pertimbangannya, jika ditemukan masalah/gangguan kesehatan, masih cukup waktu untuk melakukan konseling dan penanganan yang tepat.

  1. Analisa sperma untuk pria, analisis air mani yang dilakukan sebelum program bayi tabung untuk menganalisis jumlah sperma, motilitas sperma dan kualitas sperma.

Dengan mendaftar di Morula IVF, Anda akan mendapatkan
informasi terbaru tentang bayi tabung dan bisa berkonsultasi
gratis dengan kami.
Daftar Sekarang
Pudah punya akun?

Masuk ke Akun Anda

Lupa Akun Anda?

Link reset password telah dikirim ke alamat email Anda.

Email tidak masuk? Kirim ulang disini!

Password Anda berhasil diubah.

silakan login kembali

Buat Sandi Baru

Buat Sandi Baru

Daftarkan Akun Anda

Silahkan menunggu

Punya pertanyaan?

Jangan ragu, kami akan menghubungi Anda

Ajukan untuk dihubungi
Error
Whoops, looks like something went wrong.