infertility in men

Secara umum, infertilitas diartikan sebagai kondisi dimana organ reproduksi tidak bisa bekerja secara optimal. Masalah ini bisa terjadi pada pria maupun wanita. Kondisi gangguan kesuburan atau infertilitas pada pria sendiri secara umum bisa dipengaruhi oleh kualitas sperma, baik dari segi jumlah, kelainan bentuk, hingga kemampuan geraknya.

Berdasarkan data dari Mayo Clinic, infertilitas atau masalah gangguan kesuburan pada pria menyumbang angka hingga sepertiga dari total jumlah pasangan yang sedang menjalani program hamil.

Kondisi ini sendiri bisa terjadi karena adanya masalah pada sistem reproduksi. Pemicunya bisa banyak hal, mulai dari faktor usia, adanya kelainan genetik, gaya hidup dan lain sebagainya. Nah, agar lebih jelas, Anda bisa mempelajari berbagai penyebab serta gejala infertilitas pada pria yang sering terjadi.

Penyebab Infertilitas Pada Pria

Infertilitas atau gangguan kesuburan pada pria bisa disebabkan oleh banyak faktor. Di bawah ini merupakan beberapa contoh penyebab infertilitas pada pria yang perlu diperhatikan.

1. Masalah pada Sperma

Sperma yang sehat dan berkualitas diperlukan agar proses pembuahan atau fertilisasi bisa berjalan secara optimal. Ciri-ciri sel sperma sehat sendiri bisa bisa ditentukan dari segi jumlah serta mortalitas yang ideal.

Penyebab infertilitas pada pria sendiri mayoritas disebabkan oleh kandungan sperma yang tidak sehat, seperti jumlahnya yang terlalu sedikit, mengalami kelainan bentuk, hingga kurangnya mortalitas atau daya gerak sperma.

2. Gangguan Tiroid

Tiroid merupakan hormon yang berperan untuk mengatur kinerja organ reproduksi serta metabolisme tubuh pria. Maka dari itu, ketika terdapat tanda-tanda bahwa hormon tiroid bermasalah maka seorang pria bisa mengalami infertilitas atau gangguan kesuburan.

Beberapa contoh penyakit yang timbul akibat dari gangguan hormon tiroid antara lain, hipotiroidisme (kondisi dimana seseorang mengalami kekurangan hormon tiroid) dan hipertiroidisme (kondisi seseorang yang kelebihan hormon tiroid).  

3. Penyakit Diabetes

Diabetes selama ini memang terkenal memiliki dampak buruk bagi tubuh, bahkan penyakit ini juga berpotensi menyebabkan infertilitas atau gangguan kesuburan pada pria. Diabetes sendiri mampu memicu beberapa kondisi pada sistem reproduksi pria, misalnya menurunkan kadar testosteron sehingga menyebabkan disfungsi ereksi.

Efek dari penurunan kadar hormon testosteron pada pria sendiri menyebabkan gairah seksual berkurang serta kemampuan ejakulasi yang semakin melemah. Alhasil, proses hubungan seksual dengan pasangan sebagai upaya memiliki keturunan pun menjadi kurang maksimal.

Baca juga: Manfaat Ejakulasi Untuk Kesehatan Pria yang Perlu Diketahui

4. Retrograde Ejaculation

Istilah Retrograde Ejaculation mungkin belum terlalu familiar di telinga sebagian besar pria di Indonesia. Pada dasarnya, Retrograde Ejaculation adalah kelainan yang muncul akibat air mani yang seharusnya dikeluarkan ketika ejakulasi justru masuk kembali kedalam kandung kemih. 

Alhasil, ketika mencapai orgasme dalam berhubungan seksual air mani yang dikeluarkan jumlahnya sedikit atau bahkan tidak keluar sama sekali.

Penyebab utama dari Retrograde Ejaculation yakni adanya kelainan pada katup kandung kemih pria. Kondisi tersebut bisa dibilang tidak berbahaya, namun memiliki pengaruh signifikan ketika Anda dan pasangan ingin memiliki keturunan.

Beberapa contoh gejala dari Retrograde Ejaculation antara lain, pria menjadi susah mengalami ejakulasi hingga sulit terangsang ketika sedang berhubungan seksual. Agar segera ditangani, Anda bisa melakukan konsultasi ke dokter kandungan terdekat jika mengalami gejala seperti di atas.

5. Hiperprolaktinemia

Dalam istilah medis, Hiperprolaktinemia adalah penyakit gangguan kesuburan yang disebabkan oleh peningkatan secara drastis kadar hormon prolaktin dalam darah. Sebagai informasi, kadar prolaktin yang melebihi batas normal mampu mempengaruhi libido atau keinginan berhubungan seksual pada pria, menurunkan jumlah produksi sel sperma, hingga memicu terjadinya impotensi.

6.Faktor Gaya Hidup

Pria dengan gaya hidup normal atau biasa-biasa saja memang tidak secara otomatis terlepas dari potensi infertilitas. Akan tetapi, jika Anda memiliki gaya hidup yang buruk cepat atau lambat sudah pasti akan memicu terjadinya gangguan kesuburan.

Gaya hidup yang buruk sendiri salah satunya adalah gemar mengkonsumsi minuman beralkohol serta merokok. Keduanya memiliki peran yang cukup signifikan dalam mempengaruhi kualitas sperma karena terdapat banyak racun yang beredar di dalam pembuluh darah.

Baca juga: Inilah Penyebab Impotensi pada Pria yang Perlu Diwaspadai

7. Adanya Kelainan Genetik

Terlepas dari gaya hidup yang tidak sehat, infertilitas pada pria juga bisa dipicu oleh kelainan genetik. Pria yang menderita kelainan genetik biasanya membuat organ reproduksi tidak bisa bekerja dengan baik, sehingga hal ini berpengaruh terhadap produksi, pergerakan, serta kualitas sel sperma secara keseluruhan.

Contoh kelainan genetik yang bisa menyebabkan infertilitas menurut Kemenkes antara lain, hiperplasia adrenal kongenital, sindrom kallmann, dan sindrom klinefelter. Anda bisa melakukan pemeriksaan berbagai gejala di atas melalui dokter kandungan.

8. Pembengkakan Buah Zakar (Varicoceles)

Varicoceles atau biasa juga disebut sebagai pembengkakan buah zakar merupakan penyebab infertilitas menurut who yang cukup populer. Sayangnya, sebagian besar pria tidak menyadari adanya gangguan penyakit ini, sampai kondisinya sudah terasa sakit di bagian buah zakar.

Dalam beberapa kasus, penyebab varicoceles dipicu oleh kebiasaan berdiri, duduk ataupun melakukan olahraga terlalu lama. Solusinya, bisa ditangani dengan cara melakukan prosedur operasi.

9. Terjadi Infeksi

Infeksi pada bagian organ reproduksi tidak hanya bisa memicu infertilitas pada wanita, tapi juga pada pria dewasa. Contoh penyakit infeksi atau peradangan yang bisa memicu infertilitas di antaranya adalah HIV, gonore, infeksi saluran kemih, radang prostat, dan sifilis.

10. Panhipopituitarisme

Penyebab infertilitas pada pria selanjutnya adalah Panhipopituitarisme atau kondisi dimana kelenjar hipofisis di dalam otak tidak mampu memproduksi hormon secara optimal sehingga menyebabkan sistem organ reproduksi terganggu.

Pada pria dewasa, Panhypopituitarisme dapat memicu terjadinya penyusutan ukuran penis, penurunan hasrat seksual, impotensi, hingga mempengaruhi ukuran payudara.

Baca juga: Manfaat Buah Alpukat untuk Kesuburan Pria yang Jarang Diketahui

11. Gangguan Torsio testis

Gangguan torsio testis adalah kondisi berbahaya yang harus segera ditangani agar tidak menimbulkan kerusakan testis yang mengancam infertilitas pada pria. Torsio testis terjadi ketika buah zakar terpelintir sehingga aliran darahnya terganggu. 

Pria yang mengalami Torsio testis pada umumnya akan merasakan nyeri hebat pada bagian testis secara tiba-tiba. Dalam kondisi tertentu, hal ini bahkan sampai menimbulkan pembengkakan kantung zakar atau skrotum.

12. Akibat Efek Samping Obat

Infertilitas pada pria juga bisa disebabkan oleh pengaruh obat-obatan tertentu. Terutama jika dikonsumsi dalam dosis tinggi serta  jangka panjang. Contoh obat-obatan yang bisa memicu gangguan kesuburan pada pria misalnya seperti antipsikotik, ganja, kokain, kortikosteroid, hingga obat terapi pengganti hormon.

Efek negatif dari berbagai obat-obatan di atas yakni mampu menurunkan jumlah dan kualitas sperma sehingga menjadi lebih sulit untuk melakukan proses pembuahan sel telur.

Demikianlah pembahasan terkait infertilitas pada pria yang patut diperhatikan. Bagi Anda yang saat ini sedang melakukan program hamil, memperhatikan kondisi kesehatan reproduksi pria merupakan salah satu aspek penting yang harus dilakukan. 

Penyebab infertilitas sendiri ada banyak hal, jadi jika Anda dan pasangan selama ini masih kesulitan untuk mendapat momongan, maka sebaiknya segera melakukan pemeriksaan serta mengubah kebiasaan gaya hidup yang dirasa bisa mengganggu kesehatan.