jenis penyakit autoimun

Pernahkah Anda mendengar jenis penyakit autoimun? Akhir-akhir ini penyakit tersebut seringkali diperbincangkan. Dilansir dari laman kesehatan Healthline, penyakit autoimun adalah kelompok penyakit yang disebabkan oleh respons berlebihan atau minim dari sistem kekebalan tubuh. 

Kurangnya respons imun bisa menyebabkan tubuh menjadi lebih rapuh dan lemah saat menghadapi infeksi. Akibatnya tubuh mudah terinfeksi bakteri atau virus hingga membuatnya menjadi mudah sakit. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya peradangan maupun berbagai gangguan penyakit autoimun lainnya. 

6 Jenis Penyakit Autoimun

Ada beberapa jenis penyakit autoimun yang jarang diketahui oleh masyarakat umum. Yuk simak beberapa jenis penyakit autoimun secara lengkap di laman berikut.

1. Penyakit Graves 

jenis penyakit autoimun

Pertama, ada penyakit graves. Penyakit graves itu sendiri adalah kelainan autoimun yang menyerang  kelenjar tiroid. Dimana respons dari sel-sel kelenjar tiroid adalah memproduksi hormon tiroid dengan jumlah yang berlebihan. Kondisi ini kemudian memicu munculnya beberapa gejala. Contohnya seperti berat badan turun, tangan mudah tremor, mudah berkeringat, sulit tidur, diare dan gejala lainnya.

2. Psoriasis 

Psoriasis menjadi salah satu jenis penyakit autoimun yang menyerang kulit. Gejala utama yang menandai munculnya penyakit ini adalah muncul sisik tebal di kulit dan ditemukan di berbagai tempat. Sisik tersebut berwarna putih perak dengan dasar kulit kemerahan. Jumlah sisik tersebut akan bertambah jika penderitanya dalam keadaan stres, memiliki luka di kulit serta infeksi.

Daerah kulit yang sering muncul sisik tersebut berada di siku, kulit kepala, lutut, telapak tangan dan juga kaki. Gejala lainnya yaitu bagian kuku penderita psoriasis mengalami gangguan berupa kuku berwarna kekuningan, menjadi lebih tebal dan permukaannya terlihat bergerigi.

3. Sindrom Sjogren 

jenis penyakit autoimun

Penyakit autoimun satu ini menyerang kelenjar yang menghasilkan air liur dan air mata. Jika seseorang penderita penyakit ini maka kelenjar yang diserang menjadi rusak sehingga kesulitan menghasilkan air liur maupun air mata. Kondisi mata pada penderita sindrom Sjogren ini menjadi kering (xeroftalmia). Gejala munculnya penyakit ini adalah mata gatal atau perih, ada rasa tidak nyaman atau mengganjal di mata. Akibatnya mata menjadi mengalami iritasi sehingga menjadi merah, bahkan bisa mengganggu penglihatan.

4. Lupus 

Antibodi yang menempel pada jaringan di seluruh tubuh bisa mengakibatkan penyakit lupus. Beberapa jaringan yang biasanya terkena lupus adalah sel darah, ginjal, saraf, paru-paru, kulit dan juga sendi. Orang yang menderita lupus umumnya akan merasakan beberapa gejala, seperti berat badan turun, demam, kelelahan, ruam, rambut rontok, kejang, sakit dada, sakit kepala, sensitif terhadap sinar matahari,  nyeri ataupun bengkak pada sendi dan juga otot. 

5. Sklerosis Ganda 

jenis penyakit autoimun

Jenis penyakit autoimun yang menyerang lapisan pelindung sekitar saraf adalah multiple sclerosis atau sklerosis ganda. Kondisi ini bisa memicu adanya kerusakan sehingga mempengaruhi otot dan juga sumsum tulang belakang. Gejala yang muncul akibat sklerosis ganda adalah kelumpuhan, kebutaan, otot menegang, koordinasi yang buruk, mati rasa serta lemah. Gejala yang muncul akibat penyakit ini sebenarnya cukup bervariasi, tergantung dari lokasi dan tingkat serangannya yang berbeda-beda.

6. Diabetes Mellitus Tipe 1 

Diabetes Melitus tipe 1 terjadi karena antibodi sistem imun menyerang dan juga menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas. Akibatnya tubuh menjadi tidak bisa menghasilkan insulin sehingga kadar gula darah menjadi tinggi. Kadar gula darah yang terlalu tinggi bisa mempengaruhi ginjal, penglihatan, saraf dan juga gusi. Untuk mengontrol kadar gula darah tersebut supaya tidak semakin parah, penderitanya akan membutuhkan suntikan insulin.  

Demikianlah informasi tentang 6 jenis penyakit autoimun yang harus diketahui. Pada dasarnya jenis penyakit autoimun ini cukup banyak dan bagian tubuh yang diserang juga berbeda-beda. Maka dari itu, akan sangat dianjurkan bagi Anda untuk berkonsultasi ke dokter supaya kondisi yang Anda derita bisa ditangani dengan tepat sesuai arahan medis.