keguguran tanpa kuret

Keguguran tanpa kuret biasanya terjadi tanpa kesadaran ibu hamil. Keguguran merupakan kematian bayi secara mendadak ketika usia kehamilan di bawah 20 minggu. Penyebab dari keguguran bermacam-macam, di antaranya adalah pertumbuhan janin terhenti karena kelainan kromosom, penyakit tertentu atau infeksi, kelebihan berat badan, kelainan fisik, serta usia sang ibu yang terlalu muda atau tua. Penanganan yang dilakukan ketika keguguran biasanya adalah kuretase. Namun, beberapa kasus juga terjadi keguguran tanpa adanya kuret.

Tanda Ibu Hamil Mengalami Keguguran Tanpa Adanya Kuret

keguguran tanpa kuret
  • Perdarahan di vagina 
  • Muncul bercak darah (flek) yang keluar dari vagina
  • Nyeri perut seperti kram
  • Nyeri punggung bagian bawah
  • Demam
  • Tubuh terasa lemas

Saat tanda-tanda tersebut terjadi, maka dokter akan melakukan USG guna memastikan bahwa ibu hamil baik-baik saja atau keguguran. Jika hasil menunjukkan bahwa sang ibu keguguran, maka akan dilakukan pemeriksaan terhadap isi kandungan. Jika seluruh isi kandungan telah keluar hingga tidak ada plasenta atau jaringan janin yang tertinggal, maka dokter tidak akan melakukan kuret. Sementara jika masih ada sisa isi kandungan, maka dokter akan melakukan tindakan kuretase.

Ibu hamil yang mengalami keguguran saat usia kehamilan kurang dari 10 minggu, biasanya plasenta yang tertinggal akan luruh secara alami sekitar 1 – 2 minggu. Apabila perlu, dokter akan memberi obat-obatan untuk menunjang pembersihan plasenta yang tertinggal agar keluar secara alami. Sementara jika keguguran di atas usia kehamilan 10 minggu lebih berisiko tertinggalnya plasenta sehingga perlu dilakukan prosedur kuretase. Tujuan dari prosedur kuret adalah membersihkan jaringan janin atau plasenta, menghentikan pendarahan, serta mencegah infeksi.

Perawatan Usai Keguguran

Ketika seorang ibu mengalami keguguran, kondisi kesehatannya pasti terpengaruh. Baik fisik maupun psikis. Bahkan tidak jarang ibu hamil yang keguguran mengalami gangguan mental yang justru berpengaruh pada kesehatan fisik juga. Oleh sebab itu butuh pendampingan khusus bagi ibu hamil yang mengalami keguguran. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dilakukan ibu hamil usai keguguran.

1. Istirahat yang Cukup

keguguran tanpa kuret

Istirahat yang cukup merupakan hal yang sangat perlu dilakukan, minimal 24 jam. Hal ini dilakukan agar tubuh bisa kembali beradaptasi dengan kondisi yang berubah secara drastis setelah keguguran. Ketika terpaksa harus melakukan aktivitas, maka jangan terlalu lelah. Istirahatlah jika sudah mulai lelah.

2. Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri

Seperti tanda-tanda keguguran yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa akan ada rasa nyeri seperti kram yang terjadi saat keguguran. Dokter biasanya meresepkan obat pereda nyeri seperti ibuprofen untuk meredakannya.

3. Tidak Boleh Berhubungan Seksual

keguguran tanpa kuret

Sekitar 2 minggu, Anda tidak dianjurkan melakukan hubungan seksual atau memasukkan benda sebagai pengganti hubungan seksual atau menstrual cup sebagai pengganti pembalut.

4. Hindari Penggunaan Tampon

Ketika keguguran harus ditangani dengan prosedur kuretase, maka penggunaan tampon tidak diperbolehkan setelah kuret dilaksanakan hingga Anda menstruasi. Masa menstruasi setelah kuret biasanya  2 – 6 minggu.

Demikian perawatan yang bisa Anda lakukan usai mengalami keguguran. Berikut ini hal-hal lain yang perlu diwaspadai.

  • Keluarnya cairan vagina yang berbau seperti kentut atau busuk
  • Perdarahan sangat banyak dan berlangsung selama lebih dari 2 minggu
  • Kram perut berlangsung lebih dari 2 minggu
  • Demam
  • Tubuh terasa sangat lemas dan pusing

Segera periksakan diri ke dokter ketika mengalami tanda-tanda keguguran tanpa kuret tersebut agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan cepat. Selain itu, jagalah selalu kondisi kesehatan Anda saat hamil dan selalu berkonsultasi ke dokter.