reproductive cycle

Tidak bisa dipungkiri, jika usia memiliki pengaruh besar dalam menentukan kehamilan. Maka dari itu banyak dokter menyarankan bagi pasangan yang sudah menikah untuk tidak menunda dalam memiliki keturunan. Hal ini karena siklus reproduksi wanita akan mengalami perubahan dan penurunan seiring bertambahnya usia.

Sudah bukan menjadi rahasia lagi jika tingkat kesuburan sangat dipengaruhi oleh faktor usia khususnya pada wanita. Meskipun demikian, wanita yang sudah berumur tetap memiliki peluang untuk hamil jika sistem reproduksinya masih berfungsi dengan baik. Akan tetapi perlu Anda ketahui juga, bahwa hamil di usia lanjut memiliki risiko yang cukup besar baik untuk ibu maupun janin dalam kandungan.

Menurut  Konsultan Fertilitas di Nova IVF Fertility, Dokter Aswathy Nair, usia memiliki pengaruh besar dalam kesuburan wanita jika dibandingkan dengan pria. Hal ini karena wanita dilahirkan dengan jumlah sel telur yang terbatas. Maka dari itulah, siklus reproduksi pada wanita juga akan menurun seiring bertambahnya usia sehingga peluang untuk bisa hamil juga akan ikut menurun.

Dari penjelasan diatas, Dokter Aswati membagi siklus reproduksi menjadi 3 fase, berdasarkan usia. Untuk lebih lengkapnya tentang pembagian siklus reproduksi tersebut, simak ulasan berikut ini.

Siklus Reproduksi Wanita Usia 20-an

Perempuan pada usia 20-an merupakan kelompok yang paling sempurna untuk memiliki kehamilan yang sehat. Pada usia tersebut, wanita berada dalam masa paling subur sehingga peluang untuk bisa hamil sangat besar. Tidak hanya itu, di usia 20-an, kualitas sel telur wanita masih sangat bagus sehingga kecil kemungkinan janin mengalami kelainan genetik.

Siklus hormon reproduksi wanita usia 20-an yang juga masih sangat bagus membuat risiko terjadinya keguguran pada saat kehamilan juga terbilang rendah. Tidak hanya itu, pada usia kehamilan tersebut, risiko memiliki bayi prematur juga sangat kecil sehingga bisa dibilang ini merupakan fase emas untuk mendapatkan bayi yang sehat dan sempurna.

Meskipun memiliki banyak keuntungan, fase ini juga memiliki kerugian. Biasanya pada masa kehamilan pertama, risiko preeklampsia dan komplikasi kehamilan menjadi cukup tinggi. Kondisi ini akan semakin buruk, jika Anda memiliki PCOD atau adanya kelainan pada rahim karena bisa membuat kesulitan untuk mengalami kehamilan.

Baca juga: 7 Tanda Kehamilan Trimester 1 yang Perlu Anda Ketahui

Siklus Reproduksi Wanita di Usia 30-an

Usia 30-an sebenarnya merupakan usia paling ideal bagi wanita untuk hamil. Hal ini karena pada usia tersebut, biasanya wanita sudah cukup siap baik secara mental maupun finansial. Akan tetapi peluang kehamilan akan menurun menjadi 15 hingga 20 persen per bulan jika dibandingkan dengan wanita berusia 20-an.

Fase dalam siklus reproduksi wanita di usia 30-an akan mengalami penurunan khususnya saat Anda sudah memasuki usia 35 tahun. Hal ini disebabkan oleh adanya penurunan kuantitas dan kualitas sel telur di dalam rahim yang membuat peluang terjadinya pembuahan menjadi lebih kecil.

Wanita yang hamil di usia 30-an juga memiliki risiko yang lebih banyak jika dibandingkan wanita usia 20-an. Beberapa risiko yang perlu Anda waspadai antara lain seperti adanya kelainan genetik pada bayi baru lahir, risiko terhadap keguguran, hingga peningkatan risiko kehamilan ektopik. Tidak hanya itu, melahirkan di usia 35 ke atas juga membuat Anda berisiko melahirkan secara Caesar.

Siklus Reproduksi Wanita di Usia 40-an

Wanita yang masuk dalam kelompok usia ini, masih memiliki peluang untuk hamil dan memiliki anak. Akan tetapi perlu Anda ketahui, bahwa pada usia 40-an, jumlah maupun kualitas sel telur sudah sangat menurun jika dibandingkan dengan usia sebelumnya. Hal ini juga berkaitan dengan siklus menstruasi pada sistem reproduksi wanita di usia 40-an frekuensinya juga sudah sangat menurun.

Meskipun masih memiliki peluang untuk hamil, akan tetapi pada usia ini sangat berisiko mengalami komplikasi kehamilan. Beberapa di antaranya seperti diabetes, tekanan darah tinggi, hingga gangguan pada plasenta janin. Kondisi ini membuat wanita yang hamil di usia 40-an cukup berisiko mengalami keguguran.

Selain memiliki risiko pada ibu, kehamilan di usia lanjut juga cukup berisiko untuk janin. Banyak studi yang menemukan bahwa bayi yang lahir dari ibu berusia di atas 40 tahun sangat berisiko memiliki berat badan rendah dan mengalami kondisi kesehatan tertentu seperti down syndrom. Perlu Anda ketahui juga, untuk bisa hamil di usia 40-an, mengetahui fase ovulasi adalah kunci utama agar bisa menentukan masa subur terbaik.

Fase Siklus Menstruasi pada Wanita

Selain mengetahui fase atau siklus reproduksi, wanita juga penting untuk mengetahui fase dalam siklus menstruasi. Hal ini penting khususnya bagi anda yang tengah menjalankan program kehamilan untuk memperbesar peluang keberhasilan. 

Dalam siklus menstruasi, ada empat fase yang biasa terjadi pada wanita seperti di bawah ini:

  • Fase Menstruasi

Fase menstruasi merupakan tahap pertama dari siklus haid wanita setiap bulannya. Fase ini biasanya dimulai ketika sel telur yang ada di ovarium gagal dibuahi yang membuat kadar hormon estrogen dan progesteron menurun. Jadi bisa disebut juga fase menstruasi terjadi karena menurunnya hormon kesuburan tersebut.

Pada fase ini, darah akan keluar dari vagina disertai dengan lendir dan jaringan rahim. Wanita yang mengalami fase menstruasi biasanya juga akan mengalami beberapa gejala seperti kram perut, payudara terasa kencang, suasana hati berubah, perut kembung, sakit kepala hingga sakit pinggang. Fase ini biasanya berlangsung selama 3 hingga 7 hari.

Baca juga: Inilah 4 Siklus Menstruasi yang Perlu Anda Ketahui

  • Fase Folikuler

Fase folikuler disebut juga dengan fase pra-ovulasi. Siklus menstruasi ini dimulai saat hipotalamus mengirimkan sinyal ke kelenjar pituitary dan melepaskan hormon GnRH. Pada fase ini tubuh akan menghasilkan kadar hormon lutein dan FSH yang lebih banyak dengan tujuan untuk merangsang indung telur agar bisa menghasilkan 5 – 20 kantong kecil yang disebut dengan folikel. 

Fase folikel umumnya berlangsung 11 – 27 hari. Pada fase ini disebut juga dengan fase proliferasi adalah karena sel telur akan mengalami pematangan yang membuat kadar estrogen dalam tubuh wanita menjadi meningkat sehingga menebalkan lapisan rahim. Kondisi ini penting untuk menciptakan lingkungan kaya nutrisi bagi embrio yang nantinya akan berkembang jika sel telur berhasil dibuahi.

  • Fase Ovulasi

Fase ovulasi biasanya terjadi sekitar 2 minggu sebelum siklus menstruasi dimulai. Ovulasi sendiri merupakan proses ketika ovarium melepaskan satu sel telur yang telah matang menuju ke tuba fallopi untuk dibuahi oleh sperma. Pada fase ini, hormon yang berperan dalam siklus menstruasi adalah hormon estrogen. Fase ini juga menjadi satu-satunya fase terbaik agar Anda memiliki kesempatan untuk hamil.

Baca juga: 6 Jenis Hormon Kehamilan yang Penting Untuk Diketahui

  • Fase Luteal

Fase Luteal merupakan fase dimana folikel melepaskan sel telur dan akan merubah bentuk menjadi korpus luteum. Selanjutnya akan melepaskan hormon progesterone dan estrogen untuk menjaga lapisan rahim tetap tebal sehingga siap untuk menempel embrio ketika berhasil dibuahi. Hal ini membuat banyak orang menganggap fase luteal dan fase folikuler adalah fase yang sama. 

Setelah melewati fase ini, selanjutnya siklus menstruasi akan menuju ke fase sekresi. Pada fase ini, rahim telah mempersiapkan diri untuk menampung sel telur dan menerima pembuahan dari sel sperma. Fase sekresi adalah dimana rahim menjadi lebih tebal dan siap untuk menjadi tempat embrio berkembang dengan baik hingga menjadi janin.

Itulah siklus reproduksi pada wanita yang perlu Anda ketahui. Bagi wanita yang ingin memiliki keturunan, sangat penting untuk memahami kapan organ reproduksinya siap untuk menerima pembuahan. Maka dari itu ketahui siklus reproduksi wanita dengan baik agar bisa merencanakan kehamilan dengan sebaik mungkin serta menghindari berbagai risiko yang mungkin saja terjadi akibat kehamilan di usia lanjut.