female fertility tests

Tes kesuburan wanita penting dilakukan untuk mendeteksi adanya gangguan organ reproduksi yang berpotensi menghambat proses fertilisasi. Pada umumnya, rangkaian pemeriksaan kesuburan sendiri dilakukan sebelum menikah atau ketika ingin meningkatkan keberhasilan program hamil yang sedang dijalani.

Saat ini pilihan metode tes kesuburan pada wanita sudah sangat bervariasi. Anda bisa mulai dari cek kesuburan secara alami dengan cara mencatat data suhu tubuh basal sendiri di rumah sebagai cara untuk memantau siklus ovulasi, melakukan tes pemeriksaan ovulasi, hingga tes organ reproduksi yang melibatkan teknologi masa kini.

Nah, agar lebih jelas terkait berbagai prosedur tes kesuburan pada wanita, berikut ini sudah kami rangkum informasinya khusus untuk Anda.

Pilihan Metode Tes Kesuburan Wanita

Ada beberapa tes yang bisa dilakukan untuk memeriksa tingkat kesuburan pada wanita. Berikut ini merupakan beberapa pilihan yang perlu Anda ketahui selengkapnya.

Tes Kesuburan Organ Reproduksi Wanita 

Organ reproduksi menjadi bagian paling penting dalam proses reproduksi wanita. Maka dari itu, tidak heran jika tes kesuburan wanita kerap kali melibatkan pengecekan kondisi rahim, indung telur, serta saluran telur untuk memastikan fungsinya. Inilah beberapa pilihan tes organ reproduksi wanita yang dibedakan berdasarkan tingkat kebutuhannya.

1.Ultrasound (USG) Transvagina

Tes kesuburan wanita menggunakan Ultrasound (USG) Transvagina merupakan metode yang sangat umum dilakukan. Prosedur ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan pada bagian rahim, vagina, leher rahim, indung telur, hingga tuba falopi.

Cara pakai alat tes kesuburan wanita Ultrasound (USG) sendiri dilakukan dengan cara memasang alat ke dalam bagian vagina kemudian mengarahkan ke area dekat panggul untuk mengambil gambar berbagai organ reproduksi tersebut.

Manfaat lain dari tes Ultrasound (USG) yakni bisa juga membantu proses diagnosis kista, gangguan plasenta, konfirmasi kehamilan di minggu awal, hingga keguguran. Selain itu, alat ini juga bisa digunakan pada kondisi darurat untuk mengetahui penyebab wanita mengalami pendarahan pada bagian vagina secara tiba-tiba.

2.Histerosalfingografi (HSG)

Histerosalpingografi atau HSG adalah sebuah prosedur yang dilakukan untuk memastikan bagian rahim dan tuba falopi wanita dalam kondisi normal. Tes kesuburan yang biasa disebut juga sebagai tubogram tersebut memanfaatkan x-ray untuk mengambil gambar bagian organ yang perlu dilakukan pemeriksaan.

Prosedur Histerosalpingografi (HSG) umumnya dijalankan tepat pasca periode menstruasi, sebelum penggunaan x-ray dokter nantinya akan memasukkan cairan pewarna melalui vagina. Secara umum, Histerosalpingografi (HSG) membantu menganalisa jika ada penyumbatan pada tuba falopi atau adanya cacat di bagian rahim yang bisa mengganggu kehamilan. 

Baca juga: Berikut Cara Menggunakan Test Pack yang Tepat dan Benar

3.Laparoskopi

Selain dua test sebelumnya, pemeriksaan kesuburan wanita juga biasa dilakukan dengan metode Laparoskopi. Apa itu Laparoskopi? Metode Laparoskopi adalah sebuah prosedur untuk mengetahui penyebab infertilitas dengan cara memasukkan kamera kecil berbasis fiber optic melalui sayatan kecil yang sengaja dibuat pada bagian perut.

Tes Laparoskopi sendiri bisa melihat seluruh bagian panggul sehingga mampu mengetahui kondisi terkini jika ada tanda-tanda endometriosis, kista, atau penyakit radang panggul.  

4.Histeroskopi

Prosedur Histeroskopi umumnya dilakukan ketika hasil tes Ultrasound (USG) ditemukan adanya tanda-tanda kelainan pada organ reproduksi. Proses pemeriksaannya sendiri dijalankan dengan memasukkan fleksibel kamera yang terhubung dengan selang kecil ke dalam saluran menuju rahim.

Penggunaan alat tersebut yakni bertujuan untuk memantau keadaan bagian dalam rahim sekaligus mengambil contoh jaringan jika diperlukan. Di sisi lain, Histeroskopi juga bisa dimanfaatkan untuk mendeteksi adanya polip, kelainan bentuk rahim, fibroid, hingga penyebab terjadinya pendarahan ketika menstruasi.

5.Tes Postcoital

Seperti namanya, tes postcoital merupakan prosedur pemeriksaan yang dilakukan beberapa saat setelah Anda dan pasangan melakukan hubungan seksual. Prosedur pemeriksaannya sendiri dengan cara mengambil sampel lendir pada bagian serviks guna untuk dilakukan pengujian mikroskopis.

Tujuannya tidak lain adalah untuk menguji kelangsungan hidup sel sperma ketika berada di saluran rahim serta pola interaksinya dengan lendir serviks.

Pemeriksaan Ovulasi

Jika berbagai tes sebelumnya lebih mengarah ke pemeriksaan bagian organ reproduksi, tes kesuburan wanita berikut ini lebih mengutamakan analisa hormon pada masa ovulasi. Berikut beberapa prosedurnya.

1.Tes Ovulasi 

Pada dasarnya, tes ovulasi bertujuan untuk mengetahui dan memastikan bahwa ovulasi benar-benar terjadi. Caranya yakni dengan memanfaatkan prosedur  seperti tes darah, grafik suhu tubuh, Ultrasound (USG), hingga alat prediksi ovulasi.

2.Pengecekan Fungsi Ovarium

Prosedur yang satu ini berperan dalam mengetahui fungsi hormon yang berpengaruh terhadap proses ovulasi. Adapun rangkaian prosesnya terdiri dari pengecekan fungsi Follicle-stimulating hormone (FSH), tes darah guna mengetahui jumlah hormon inhibit B yang bisa menghambat siklus ovulasi, hingga tes estradiol di hari ketiga untuk mengukur kadar estrogen. 

3.Tes Fase Luteal

Perlu diketahui, biasanya hormon progesteron akan meningkat secara drastis pasca terjadinya ovulasi. Maka dari itu, diperlukan tes ini yang fungsi utamanya untuk mengetahui jumlah progesteron di dalam tubuh. 

Tes Kesuburan Wanita Secara Umum

Untuk mengetahui tingkat kesuburan pada wanita, Anda juga bisa melakukan serangkaian prosedur kesehatan berikut ini.

1.Pemeriksaan Urine

Dalam prosedur tes kesuburan wanita, dokter biasanya juga memerlukan sampel urine untuk melakukan pemeriksaan hormon luteinizing (LH). Jenis hormon ini sendiri memiliki kecenderungan mengalami peningkatan sebelum masuk masa subur atau proses ovulasi.

Fungsi dari hormon luteinizing (LH) sendiri yakni mampu merangsang tumbuh kembang folikel pada sel telur sehingga mampu mengoptimalkan proses fertilisasi. Meski begitu, sayangnya hormon luteinizing (LH) hanya bisa bekerja secara maksimal ketika hormon FSH (Follicle-stimulating hormone) turut serta.

Baca juga: Mudah, Begini Cara Meningkatkan Kesuburan Wanita yang Perlu Anda Tahu

2.Tes Pap Smear

Tes pap smear merupakan prosedur yang dilakukan untuk mendeteksi adanya kanker leher rahim atau biasa juga disebut sebagai kanker serviks pada kaum wanita. Proses pemeriksaannya sendiri dilakukan melalui pengambilan sampel sel di bagian serviks kemudian dilakukan pengujian di laboratorium.

Secara medis, prosedur pemeriksaan pap smear direkomendasikan setiap tiga tahun sekali bagi wanita usia 21 tahun ke atas. Sedangkan untuk wanita berusia 30-65 tahun bisa dilakukan setiap lima tahun sekali dengan adanya kombinasi pemeriksaan HPV.

3.Pemantauan Suhu Tubuh

Salah satu cara tes kesuburan wanita secara secara alami adalah dengan memeriksa suhu tubuh setiap pagi. Pasalnya, suhu tubuh yang meningkat serta terasa lebih gerah merupakan tanda setelah masa ovulasi.

Berbekal hasil pemantauan suhu tubuh tersebut Anda bisa mempelajari siklus ovulasi sehingga mendapatkan data suhu tubuh basal.

4.Tes Darah

Ketidakseimbangan hormon merupakan salah satu penyebab umum masalah kesuburan pada wanita. Kondisi ini sendiri bisa terpantau melalui prosedur tes darah sehingga jika ada aktivitas hormon yang tidak normal bisa langsung terdeteksi.

Itulah berbagai macam alat dan prosedur tes kesuburan wanita yang perlu diketahui. Untuk memeriksa kondisi kesuburan, Anda sebenarnya tidak perlu menjalani seluruh pemeriksaan di atas, karena biasanya dokter akan memilih prosedur mana yang tepat untuk Anda. Jadi jangan khawatir soal biaya tes kesuburan yang harus dikeluarkan.