PCOS adalah

Salah satu gangguan kesehatan yang bisa menyerang wanita adalah PCOS. Polycystic Ovary Syndrome atau yang biasa disingkat PCOS adalah gangguan hormonal yang menyebabkan pembesaran ovarium dengan kista kecil di tepi luar, kadar hormone maskulin lebih tinggi, dan siklus menstruasi yang tidak teratur atau bolong-bolong. Sel telur yang belum matang pada folikel adalah penyebab jumlah kista terlalu banyak pada ovarium. 

Hal itu menyebabkan sel telur tidak akan pernah matang. Akibatnya, tidak adanya rangsangan ovulasi. Hormone maskulin yang lebih tinggi dari ukuran normal pada penderita PCOS menyebabkan ketidakseimbangan hormone pada tubuh. Oleh sebab itu, penderita PCOS sulit mengalami menstruasi yang menjadikannya sulit hamil atau masalah kesuburan (infertilitas). 

Jika penderita PCOS merupakan ibu hamil, maka rentan terjadi hipertensi, diabetes kehamilan, bahkan melahirkan bayi prematur. Kurang lebih hampir 70% penderita PCOS tidak terdiagnosa sebelumnya. Secara umum, PCOS diderita oleh wanita dengan kisaran usia subur, yakni antara 15 – 44 tahun. 

Jika PCOS menjangkit penderita dalam waktu yang lama dapat menyebabkan penyakit berbahaya seperti kanker endometrium, diabetes, stroke, jantung, dan depresi. Tidak hanya penyakit fisik, gangguan psikis juga rentan terjadi pada penderita PCOS seperti depresi.

Penyebab PCOS

PCOS adalah
Ada 3 hal yang bisa menyebabkan PCOS

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) masih tidak diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, menurut beberapa ahli hal-hal di bawah ini yang menyebabkan terjadinya PCOS.

1. Genetik

Faktor genetik adalah salah satu yang dijadikan penyebab terjadinya PCOS. Penderita PCOS dipengaruhi oleh banyak gen.

2. Resistensi Insulin

Resistensi insulin juga bisa menyebabkan PCOS. Kondisi ini dialami kurang lebih 70% penderita PCOS. Hal ini menjadi acuan tubuh untuk berusaha memproduksi lebih banyak insulin. Akhirnya, secara otomatis ovarium juga memproduksi hormon maskulin lebih banyak. 

3. Peradangan

Kadar peradangan pada penderita PCOS biasanya lebih tinggi dari biasanya. Akibatnya produksi hormon maskulin juga mengalami peningkatan. Peradangan juga membuat produksi hormon laki-laki meningkat. Hal ini dapat menghalangi ovarium untuk memproduksi hormon dan sel telur secara normal.

Berbagai Gejala PCOS

PCOS adalah
Jerawat bisa menjadi tanda kondisi PCOS

Penyebab PCOS yang belum diketahui secara pasti membuat penderita PCOS tidak menyadari gejala-gejala yang timbul disebabkan oleh PCOS. Tidak banyak penderita yang menyadari saat siklus pertama menstruasi, banyak dari penderita justru menyadari bahwa ia mengalami PCOS saat berat badan meningkat secara drastis atau bahkan kesulitan hamil. 

Beberapa gejala dari PCOS adalah: 

  1. Siklus menstruasi tidak teratur atau bolong-bolong
  2. Menstruasi terasa berat atau seperti pendarahan
  3. Timbul jerawat pada wajah, dada, dan punggung atas
  4. Mengalami pertumbuhan rambut atau bulu yang tidak biasa, yakni pada wajah, punggung, perut, dan dada
  5. Kenaikan berat badan secara drastis hingga obesitas
  6. Mengalami kebotakan
  7. Lipatan pada kulit leher, selangkangan, dan bawah payudara menghitam
  8. Sakit kepala
  9. Kesulitan hamil

Diagnosis PCOS

Indikator diagnosis yang dilakukan dokter apakah seseorang mengalami PCOS adalah dengan mendeteksi tiga masalah PCOS. Pertama, apajah jumlah kista (banyak atau sedikit) pada ovarium. Kedua, apakah kadar hormon maskulin lebih tinggi, dan yang terakhir apakah siklus menstruasi tidak teratur.

Selain itu, gejala yang akan dijadikan acuan dokter untuk mendiagnosa PCOS adalah tumbuhnya jerawat dan rambut seperti yang telah dijelaskan pada poin gejala PCOS, dan kenaikan berat badan. Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter adalah melalui pemeriksaan darah dan USG. Pemeriksaan darah dilakukan untuk mendeteksi kadar hormon maskulin, insulin, dan kolesterol. Sementara USG dilakukan untuk mendeteksi folikel yang tidak normal pada ovarium.

Pengobatan PCOS

PCOS adalah
Berkonsultasi ke dokter masalah penanganan PCOS

Pengobatan PCOS bisa dilakukan secara sederhana di rumah. Anda bisa melakukan olahraga secara rutin dan diet secara sehat. Menurunkan berat badan minimal 5 – 10 % dapat membuat siklus menstruasi perlahan kembali teratur, menurunkan risiko diabetes, penyakit jantung, dan insulin. Prinsip nya menjaga berat badan ideal, terlalu kurus pun dapat terkena  PCOS.

Selain olahraga dan diet, Anda dapat mengonsumsi obat-obatan seperti pil KB untuk menyeimbangkan hormon yang dapat merangsang ovulasi, menurunkan risiko kanker endometrium, dan mengenyahkan gejala pertumbuhan rambut yang tidak biasa. Mengonsumsi obat fertilitas yang ditujukan sebagai upaya penderita PCOS hamil, namun obat ini berisiko penderita PCOS mendapat bayi kembar nantinya.

Jika semua pengobatan di atas tidak dapat menangani PCOS, maka Dokter bisa memberikan pengobatan yang tepat. 

Itulah berbagai informasi terkait PCOS. Pada dasarnya, PCOS adalah gangguan kesehatan yang harus diwaspadai oleh semua wanita. Dengan pemahaman dan pengetahuan yang baik mengenai penyakit ini, maka kita juga bisa secara maksimal berupaya untuk menghindari kondisi PCOS.