penyebab plasenta akreta

Apakah Anda pernah mendengar istilah plasenta akreta dan penyebab plasenta akreta? Plasenta akreta ini menjadi salah satu gangguan kesehatan yang dialami oleh wanita. Plasenta akreta itu sendiri merupakan suatu kondisi saat plasenta tumbuh terlalu dalam ke dinding rahim. Jika dalam kondisi normal, plasenta akan terlepas dari dinding rahim setelah proses melahirkan, tetapi bagi orang yang mengalami plasenta akreta kondisi ini tidak terjadi sehingga sangat membahayakan ibu yang melahirkan. 

Plasenta akreta sering dianggap sebagai salah satu komplikasi kehamilan yang berisiko tinggi. Dimana salah satu penyebabnya karena tingginya kadar protein yang dihasilkan janin. Simak lebih mendalam penyebab plasenta akreta di laman berikut.

7 Penyebab Plasenta Akreta Beserta Penjelasannya 

Ibu hamil yang terindikasi menderita plasenta akreta seringkali tidak menunjukkan gejala apapun. Akan tetapi, biasanya akan merasakan pendarahan yang keluar dari vagina saat 3 bulan pertama kehamilan. Adanya gangguan kesehatan seperti plasenta akreta ini akan terdeteksi saat melakukan USG rutin. Berikut adalah beberapa penyebab dari plasenta akreta yang perlu diketahui.

1. Tingginya Kadar Protein Alpha-Fetoprotein (AFP)

penyebab plasenta akreta

Seperti yang disebutkan diatas bahwasanya salah satu penyebab dari gangguan kesehatan plasenta akreta adalah tingginya kadar protein yang dihasilkan janin. Kadar protein tersebut bernama alpha-fetoprotein (AFP). Kadar protein yang tinggi ini bisa dideteksi dari wanita hamil yang mana dipercaya sebagai pemicu terjadinya plasenta akreta. 

2. Penyimpangan pada Lapisan Rahim 

Meski hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebab dari plasenta akreta. Namun, diperkirakan salah satu penyebabnya yaitu penyimpangan yang terjadi pada lapisan rahim. Maka dari itu, jika ada penyimpangan dengan lapisan rahim maka risiko maka akan berisiko mengalami plasenta akreta.

3. Menderita Plasenta Previa 

penyebab plasenta akreta

Ibu hamil akan berisiko mengalami plasenta akreta apabila menderita plasenta previa. Plasenta previa itu sendiri merupakan suatu kondisi saat plasenta menutupi serviks sehingga akan meningkatkan risiko menderita plasenta akreta.

4. Pernah Menjalani Operasi Sesar 

Hal lain yang menjadi penyebab dari plasenta akreta adalah pernah menjalani operasi sesar ataupun operasi lainnya pada rahim. Operasi yang pernah dilakukan pada rahim akan menciptakan jaringan perut. Bekas luka pasca operasi akan memicu plasenta tumbuh terlalu dalam ke dinding rahim sehingga mengakibatkan terjadinya plasenta akreta.

Oleh karena itu, wanita yang memiliki riwayat persalinan sesar lebih berisiko mengalami plasenta akreta ini. Jika pernah melakukan persalinan sesar berkali-kali maka resikonya lebih tinggi untuk menderita plasenta akreta ini.

5. Retensio Plasenta 

Wanita akan lebih berisiko mengalami plasenta akreta apabila semakin banyak kehamilan yang dilalui. Kondisi ini akan lebih buruk saat masa kehamilan wanita juga mengalami retensio plasenta. Retensio plasenta merupakan kondisi dimana plasenta (ari-ari) belum bisa dilahirkan lebih 30 menit setelah bayi lahir. 

6. Usia Ibu 

penyebab plasenta akreta

Hamil di usia yang sudah tidak muda lagi sangatlah beresiko mengalami berbagai macam komplikasi kehamilan, salah satunya plasenta akreta. Wanita yang hamil berusia lebih dari 35 tahun akan lebih berisiko mengalami plasenta akreta. 

7. Beberapa Kondisi Lainnya 

Kondisi lain yang menjadi penyebab plasenta akreta adalah fibroid yang muncul di bawah lapisan rahim atau endometrium. Kondisi lain yang menyebabkan gangguan kesehatan ini adalah pernah menjalani operasi pada rahim, salah satunya pengangkatan fibroid atau kuret setelah keguguran. Kelainan pada lapisan rahim seperti sindrom asherman juga bisa meningkatkan risiko menderita plasenta akreta.

Demikianlah informasi tentang 7 penyebab plasenta akreta. Meski gangguan kesehatan ini tidak menimbulkan gejala, sebaiknya selalu waspada dengan melakukan USG saat sedang hamil. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi sejak dini apabila mengalami plasenta akreta.  Jika Anda menderita gangguan ini dan ingin mengatasinya, bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan.