pola asuh anak

Pola asuh anak yang baik dapat menunjang pertumbuhan mental anak di masa depan. Mengasuh anak tidak hanya sekadar memberi makan yang cukup, memberi tempat tinggal, menyekolahkan setinggi mungkin, bahkan hanya memberi jatah uang yang banyak. Lebih dari itu, mengasuh anak mempunyai pola tertentu agar anak bisa sehat seutuhnya, yakni badan atau mentalnya. Hal ini tentu sangat tidak mudah untuk diterapkan apalagi bagi calon orang tua yang baru memiliki anak pertama. Kendati demikian, Anda bisa mempelajari tentang gaya parenting pada anak jauh sebelum Anda memiliki anak atau bahkan saat Anda masih single.

Jenis Pola Asuh pada Anak

Pola asuh adalah sikap dan perilaku yang diterapkan orang tua pada anak. Hal ini diupayakan untuk mendukung perkembangan sang anak dalam hal fisik, sosial, emosional, hingga intelektual. Harapan dari gaya parenting yang tepat adalah agar anak dapat menerapkan dengan baik saat mereka tumbuh dewasa dan hidup mandiri. Nah, untuk menentukan pola asuh yang tepat, Anda harus memahami beberapa jenis pola asuh. Berikut ini 6 jenis parenting pada anak yang dapat Anda terapkan.

1. Nurturant Parenting atau Pola Asuh Pendampingan

pola asuh anak

Parenting pendampingan dilakukan orang tua dengan cara membebaskan buah hati untuk melakukan hal-hal yang ia inginkan sehingga anak bisa mengeksplorasi lebih jauh terhadap lingkungan yang lebih luas. Meski anak dibebaskan, bukan berarti orang tua tidak mengawasi sama sekali. justru di sinilah peran utama orang tua dalam pola asuh ini. Orang tua harus mengawasi apa yang sedang dilakukan anaknya sambil memberi batasan terhadap mereka supaya mereka tahu tanggungjawab dan konsekuensi terhadap sesuatu yang mereka lakukan.

2. Permissive Parenting atau Pola Asuh Permisif

Untuk model parenting ini ditandai dengan kecenderungan perhatian orang tua kepada anak atau bisa dikatakan responsif tinggi. Orang tua memperbolehkan semua yang diinginkan anak untuk menghindari konfrontasi antara diri dan buah hatinya. Namun, pola asuh jenis ini biasanya rendah tuntutan. Akhirnya, anak tumbuh dewasa dengan rendah sikap disiplinnya.

3. Neglectful Parenting atau Pola Asuh Lalai

pola asuh anak

Anak yang diasuh dengan pola asuh seperti ini biasanya tumbuh tanpa kedisiplinan, apatis, serta cenderung lebih dewasa sebelum waktunya. Orang tua mengabaikan emosi dan pendapat dari anaknya sehingga tidak jarang saat dewasa kerap terjadi pertengkaran antara keduanya. Jadi, berusahalah untuk menghindari pola asuh seperti ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan antara Anda dan anak saat dewasa kelak.

4. Natural Parenting atau Pola Asuh dengan Kasih Sayang

Pola asuh kasih sayang ini merupakan pola asuh yang dibutuhkan oleh anak-anak. Keterikatan emosional antara orang tua dan anak akan tumbuh dan berkembang dengan sangat baik. Orang tua yang menerapkan pola asuh ini pada umumnya menghindari hukuman fisik , namun ia akan berinteraksi kepada anaknya untuk menjelaskan berbagai sikap yang harus dilakukan di lingkungan sosial. Efek negatif dari pola asuh ini adalah anak menjadi manja. 

5. Positive Parenting atau Pola Asuh Positif

pola asuh anak

Pola asuh positif dibentuk dengan cara memberitahu kepada buah hati tentan hal-hal yang boleh dan tidak boleh untuk dilakukan. Kemudian, orang tua melanjutkan penjelasan tentang konsekuensi pada setiap hal yang dipilih oleh sang anak. Dengan pola asuh ini, anak akan belajar sejak dini tentang sikap tanggung jawab terhadap setiap pilihannya.

6. Authoritative Parenting atau Pola Asuh Otoritatif

Pola asuh otoritatif dilakukan orang tua dengan memberi dan memberi pemahaman terhadap diberlakukan aturan atau batasan yang diberi olehnya secara tegas. Anak-anak dengan parenting ini cenderung tumbuh menjadi lebih mandiri, sukses dalam akademik, dan diterima secara sosial. Namun, efek negatifnya adalah tidak ada ruang untuk anak mengeksplorasi lebih hal-hal yang diinginkannya.

Demikianlah jenis pola asuh anak yang harus Anda ketahui. Baik sebelum atau ketika mempunyai anak. Dengan memahami jenis-jenis parenting di atas, Anda dapat menyeimbangkan gaya parenting yang tepat untuk setiap buah hati dengan karakter yang unik dan berbeda.