preeklamsia adalah

Preeklamsia adalah salah satu gangguan yang kadang terjadi pada ibu hamil. Kondisi tersebut merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah disertai adanya protein dalam urine (proteinuria). Pada preeklampsia ringan desakan darah kurang lebih 140/90 mmHg atau kurang dari 160/110 mmHg dengan proteinuria +1 atau 300 mg per 24 jam jumlah urine.

Sementara penderita preeklampsia berat memiliki sistolik kurang lebih 160 mmHg dan diastolik kurang lebih 90 mmHg dengan proteinuria +4 atau lebih dari 5 gram per 24 jam jumlah urine. Biasanya kondisi ini dapat terjadi ketika usia kehamilan lebih dari 20 minggu dan rentan terjadi saat ibu hamil berusia lebih dari 40 tahun atau kurang dari 20 tahun.

Gejala Preeklamsia

preeklamsia adalah

Ibu hamil yang menderita preeklampsia harus segera ditangani agar tidak terjadi komplikasi lain yang lebih berbahaya seperti eklamsia. Oleh sebab itu, ibu hamil harus waspada jika terjadi gejala-gejala preeklampsia. Hal yang perlu diketahui adalah gejala preeklamsia akan muncul seiring tahapan perkembangan preeklamsia. Berikut ini gejala yang muncul saat ibu hamil terkena preeklamsia.

  • Hipertensi
  • Adanya protein dalam urine (proteinuria)
  • Sakit kepala tak kunjung berhenti
  • Gangguan penglihatan
  • Nyeri di bagian perut kanan atas
  • Sesak nafas
  • Tidak enak badan terutama pusing dan lemas
  • Turunnya frekuensi buang air kecil dan urine saat buang air kecil
  • Mual dan muntah
  • Bengkak pada beberapa bagian tubuh terutama tungkai, tangan, dan wajah
  • Berat badan ibu hamil naik mendadak

Jika ibu hamil merasakan gejala-gejala yang tersebut di atas, segera periksakan ke dokter untuk mendapat penanganan yang cepat dan tepat serta tidak berkembang menjadi eklamsia atau komplikasi lainnya. Ibu hamil juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan kandungan lebih sering jika pernah memiliki riwayat preeklamsia di kehamilan sebelumnya atau mempunyai kondisi yang berisiko tinggi berkembang menjadi preeklamsia seperti hipertensi, gagal ginjal, diabetes gestasional, dan lain-lain.

Penyebab Preeklamsia

preeklamsia adalah

Preeklamsia terjadi diduga karena adanya kelainan perkembangan dan fungsi plasenta yang berperan dalam menyalurkan darah dan nutrisi kepada janin. Kelainan yang terjadi pada plasenta membuat pembuluh darah menyempit sehingga timbul respon yang berbeda dari ibu hamil terhadap perubahan hormon. Kendati penyebab preeklamsia masih sebatas dugaan karena belum ditemukannya penyebab secara paten, berikut faktor risiko yang dapat membuat ibu hamil rentan mengalami preeklamsia.

  • Mempunyai riwayat atau sedang menderita penyakit hipertensi, diabetes, gagal ginjal, autoimun, maupun gangguan darah
  • Memiliki riwayat preeklamsia di kehamilan sebelumnya
  • Pertama kali hamil
  • Usia ibu hamil saat mengandung berusia lebih dari 40 tahun atau kurang dari 20 tahun
  • Kehamilan bayi kembar
  • Hamil setelah 10 tahun jeda dari kehamilan sebelumnya
  • Obesitas dengan indeks massa tubuh (IMT) ≥30 kg/m2
  • Riwayat preeklamsia dari anggota keluarga lain
  • Kehamilan hasil dari bayi tabung

Diagnosis Preeklampsia

Hal pertama yang dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis preeklamsia adalah menanyakan tentang riwayat kesehatan dan penyakit ibu hamil beserta keluarganya, gejala dan keluhan yang dialami, serta riwayat preeklampsia sebelumnya. Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang meliputi tekanan darah, suhu tubuh, frekuensi pernapasan, denyut nadi, pembengkakan di beberapa bagian tubuh, serta kondisi kandungan.

Jika setelah 2 kali pemeriksaan dengan jeda 4 jam diperoleh hasil tekanan darah ibu hamil lebih dari 140/90 mmHg, maka dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan preeklamsia. Pemeriksaan penunjang tersebut berupa tes urine, tes darah, Ultrasonografi (USG), USG Doppler, dan Nonstress test (NST) dengan cardiotocography (CTG).

Pengobatan Preeklamsia

preeklamsia adalah

Ibu hamil yang menderita preeklamsia biasanya bisa diatasi secara total ketika janin dilahirkan. Namun, untuk mengatasi keluhan dan mencegah komplikasi, dokter akan memberi sejumlah obat-obatan antara lain: obat antihipertensi, obat kortikosteroid, atau obat MgSO4. Namun, apabila yang diderita ibu hamil merupakan preeklamsia berat, maka akan dilakukan perawatan di rumah sakit.

Kesimpulannya, preeklamsia adalah gangguan kehamilan yang perlu diperhatikan. Terapkan pola hidup sehat agar tidak terjadi gejala tersebut atau yang lainnya. Selalu konsultasikan ke dokter kandungan apabila menemukan gejala abnormal agar mendapat penanganan yang tepat.