Proses Bayi Tabung dan Bayi Tabung Pertama di Indonesia, Ini dia orangnya!

Siapakah bayi pertama yang lahir dari program bayi tabung? Di dunia, manusia yang berhasil lahir melalui proses ini adalah Louise Brown. Ia lahir pada tanggal 25 Juli 1978 di rumah sakit Oldham General Hospital, Inggris. Sedangkan di negeri kita, bayi tabung pertama di Indonesia baru masuk sekitar 10 tahun kemudian. 

Program bayi tabung pertama di Indonesia dilakukan di Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita, Jakarta. Bayi itu adalah Nugroho Karyanto dan uniknya, nama tersebut diberikan langsung oleh Anda Tien Soeharto. 

Proses tersebut diinisiasi oleh Prof.Dr. dr. Sudraji Sumapraja, SpOG (K) yang mendapatkan gelar sebagai “Bapak Bayi Tabung Indonesia” dan salah satu dokter yang menangani program bayi tabung pertama di Indonesia

Setelah mengetahui sejarah tentang program bayi tabung dan biar tidak penasaran dengan prosesnya. Yuk, sekarang kita cari tahu apa dan bagaimana proses bayi tabung itu sendiri terjadi.

Proses Bayi Tabung

Bayi tabung adalah bayi yang dihasilkan  dari proses pembuahan yang dilakukan sperma kepada sel telur di laboratorium alias in vitro fertilization (IVF). Proses ini sangat membantu para suami istri yang memiliki masalah pada kesuburan dan sulit mendapatkan momongan serta diharapkan menjadi pilihan bagi Anda dan pasangan.

Berapa lama proses bayi tabung berlangsung? Proses ini akan memakan waktu sekitar 1,5-2 bulan dan semua itu bisa bertambah tergantung dari kesehatan tubuh Anda dan mampu merespon obat-obatan yang diberikan. Berikut proses-proses serta contoh dan gambar bayi tabung.

Baca Juga : Apa Itu Bayi Tabung dan Bagaimana Proses Terjadinya?

1. Induksi Ovulasi

Induksi Ovulasi
Source: Freepik

Proses pertama dari proses bayi tabung adalah induksi ovulasi. Anda akan diberi berbagai macam obat-obatan yang memiliki fungsi masing-masing, seperti :

  • LH (luteinizing hormone) dan FSH (follicle-stimulating hormone), obat ini berfungsi untuk merangsang ovarium dan akan diberikan sendiri-sendiri atau bersamaan
  •  hCG (human chorionic gonadotropin), obat yang berfungsi untuk pematangan sel telur) 
  • Suplemen hormon progesteron, berguna untuk mempersiapkan dinding rahim sebagai tempat menempelnya embrio 
  • Obat-obatan lainnya untuk mencegah sel telur lepas dari indung telur terlalu cepat. 

2. Pengambilan Telur

pengambilan telur
Source: Freepik

Proses bayi tabung selanjutnya yakni pengambilan telur alias Ovum Pick Up (OPU). Proses ini membutuhkan waktu sekitar 34-36 jam usai pemberian suntikan hormon terakhir sebelum ovulasi

Selain pengambilan telur, di hari yang sama, biasanya dilakukan juga pengambilan sperma pada suami. Proses ini bisa dilakukan dengan cara melakukan masturbasi atau jika suami sedang tidak berada di kota yang sama, bisa dibekukan terlebih dahulu, atau adanya tindakan operasi jika suami tidak bisa mengeluarkan secara normal.

3. Pembuahan

Proses pembuahan
Source: Freepik

Proses Bayi Tabung dan Bayi Tabung Pertama di Indonesia, Ini dia orangnya!

Memasuki proses selanjutnya, yakni pembuahan. Sperma terbaik yang sudah dipilih akan membuahi satu sel telur dalam sebuah tabung yang berisikan media tertentu.

Pembuahan akan memakan waktu sekitar 15-20 jam dan akan dikultur selama 3-5 hari hingga menjadi embrio sehat dan siap ditransfer ke dalam rahim.

4. Menunggu Hasil

Menunggu hasil
Source: Freepik

Proses program bayi tabung terakhir adalah menunggu hasil. Ini dikarenakan setelah embrio berhasil ditransfer, Anda belum bisa dinyatakan hamil, tetapi harus menunggu selama 1-2 minggu.

Dokter akan memastikan bahwa Anda telah benar mengandung dan akan memberikan resep obat atau suntikan penguat rahim yang dapat membantu pertumbuhan dan mempertahankan embrio agar tetap sehat dan menjadi janin. 

Untuk menambah persentase keberhasilan program ini, dokter menganjurkan untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasa dan tanpa beban memikirkan hasil bayi tabung yang telah dilakukan. Hal ini diharapkan untuk tidak memicu dan mengurangi stres yang akan berpengaruh pada proses bayi tabung.

Tingkat keberhasilan pada program bayi tabung pertama yang Anda lakukan memanglah tidak 100% berhasil terjadi di Indonesia. Bisa saja dalam pengambilan sel telur atau pembuahan, terjadi kegagalan yang menyebabkan kegagalan. Selain itu, ada juga beberapa faktor, seperti :

  • Kondisi telur
  • Usia 
  • Tempat di mana Anda dan pasangan melakukan program

Proses yang rumit seperti di atas terlihat seperti sangat menyakitkan. Tetapi, apakah program bayi tabung itu sakit untuk Anda? Mari kita cari tahu jawabannya di bawah ini.

Baca JugaBerapa Lama Proses Bayi Tabung? Berikut Penjelasan Lengkap

Sakitkah Proses Bayi Tabung?

Apakah para Anda merasakan sakit saat proses bayi tabung pertama berlangsung? Jawabannya adalah tergantung kondisi fisik Anda sendiri. Jadi, pastikan Anda sudah siap secara lahir dan batin untuk program bayi tabung.

Selalu periksa dan rajin konsultasi kepada dokter terkait jika sudah dipastikan kehamilan berhasil, agar dokter dapat memberikan tindakan yang tepat serta memonitor perkembangan janin.

Demikian proses-proses yang harus para pasangan lalui untuk melakukan program bayi tabung ini. Selalu pertimbangkan dengan baik sebelum memutuskan dan mengambil tindakan ini agar bisa berhasil seperti program bayi tabung pertama di Indonesia. 

Setiap sesuatu pasti memiliki manfaat, begitu juga dengan bayi tabung. Proses ini memiliki beberapa manfaat seperti berikut.

Manfaat Bayi Tabung

Sebenarnya, untuk Pasangan yang dianggap tidak memiliki masalah kesuburan pun bisa melakukan program bayi tabung. Kenapa? Karena ada beberapa manfaat yang ada.

Kondisi ini akan mempermudah pasangan yang ingin memiliki momongan tanpa harus melakukan hubungan intim atau memang tidak bisa melakukan hubungan karena hal tertentu. Berikut beberapa manfaat yang ada, seperti : 

1. Penyakit Infeksi

Manfaat pertama adalah tidak menularnya penyakit infeksi karena hubungan seksual. Beberapa virus seperti HIV, virus penyebab Hepatitis B dan C.

2. Mencegah Penyakit Genetik

Pada saat pemeriksaan embrio berlangsung, embrio yang sehat dan bagus akan dipilih sebelum ditransfer ke dalam rahim sehingga bayi yang lahir akan terhindar dari penyakit genetik.

3. Pasangan long distance marriage

Sperma yang bisa dibekukan sebelumnya sangat memudahkan para pasangan yang harus hidup di kota bahkan negara yang berbeda karena alasan tertentu. 

Proses ini memudahkan Anda dan pasangan untuk memiliki bayi tanpa harus bertemu dan berhubungan intim karena jarak yang memisahkan.

Satu lagi hal yang Anda harus ketahui dan pahami, yakni biaya dari proses ini. Proses yang rumit dan peralatan yang memadai pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Berapa besar biaya program ini? 

Biaya Proses Bayi Tabung

Setelah tahu proses dari hulu ke hilir dalam program ini, alangkah baiknya untuk Anda dan pasangan mengetahui berapa biaya pada proses bayi tabung. Rumah sakit dan klinik di zaman modern ini sudah sangat berkompeten untuk melakukan program ini, jadi Anda dan pasangan tidak perlu khawatir lagi.

Rumah sakit dengan segala teknologi dan fasilitas yang memadai dianggap sebagai pilihan utama untuk melakukan program bayi tabung. Tetapi, tentu saja harga yang harus dikeluarkan tidaklah sedikit karena proses yang lama serta fasilitas lebih telah dijamin. Biaya yang dibutuhkan berkisar dari Rp 30 juta – Rp 70 jutaan.

Selain rumah sakit, Klinik juga bisa dianggap sebagai pilihan karena harga dan kualitas yang ditaksir juga cukup bersaing dengan rumah sakit, yaitu sekitar : Rp 30 juta-Rp 60 jutaan.

Harga-harga yang telah ditawarkan di atas, tentu saja belum termasuk biaya tambahan seperti konsultasi, USG, dan tindakan lain yang mungkin diperlukan dari proses program bayi tabung ini.

Jika Anda dan pasangan ingin mengetahui sejarah lebih lanjut tentang program bayi tabung pertama di Indonesia, Anda dan pasangan bisa mengunjungi RSAB Harapan Kita Jakarta karena masih banyak sekali informasi dan peralatan yang dipajang saat proses bayi tabung pertama di Indonesia. 

Itulah sedikit sejarah tentang program bayi tabung pertama di Indonesia serta proses manfaat, dan biaya. Semoga di Indonesia, program-program bayi tabung dapat menjadi pilihan untuk pasangan yang sulit mendapatkan keturunan.