conditions to undergo ivf program

Memiliki keturunan merupakan keinginan setiap pasangan suami istri. Namun sayangnya, beberapa pasangan mengalami sulit hamil lantaran faktor tertentu. Untuk itulah, program bayi tabung menjadi salah satu solusi.

Program bayi tabung merupakan proses pembuahan sel telur oleh sperma yang tidak dilakukan melalui hubungan seksual, melainkan melalui proses laboratorium. Jika berhasil, embrio akan dimasukkan ke rahim wanita dan terjadilah perkembangan janin di dalam rahim seperti pada umumnya.

Meski memiliki 50-60% tingkat keberhasilan, pasangan suami istri harus memenuhi syarat bayi tabung sebelum menjalankan program ini. Artinya, tidak semua pasangan bisa menjalankannya.

Lantas apa saja syarat bayi tabung yang harus dipenuhi oleh setiap pasangan? Yuk, simak pembahasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Program Bayi Tabung

Seperti yang telah dijelaskan diatas, pada bayi tabung, pembuahan dilakukan di luar rahim melalui in vitro fertilization atau IVF. Tujuan dari program ini adalah menghasilkan embrio-embrio atau bakal calon bayi. Dari embrio yang ada, akan dipilih satu embrio paling berkualitas yang kemudian dimasukkan ke dalam rahim agar berkembang.

Meskipun dilakukan melalui proses laboratorium, bayi yang lahir dari proses bayi tabung memiliki kemampuan yang sama dengan bayi normal. Namun bedanya, bayi yang lahir dari proses ini umumnya memiliki bobot yang lebih rendah.

7 Syarat Bayi Tabung

Agar proses bayi tabung berhasil, pasangan suami istri harus memenuhi beberapa syarat bayi tabung berikut ini. Jika tidak terpenuhi, proses bayi tabung tidak bisa dilakukan. Apa saja?

1. Pasangan Suami Istri Sah

Syarat bayi tabung yang utama adalah harus merupakan pasangan suami istri yang sah. Selain itu, sperma dan sel telur harus dari pasangan suami istri tersebut, bukan merupakan donor dari orang lain di luar pasangan.

Oleh karena itu, calon pasien yang hendak melakukan program bayi tabung harus menunjukkan data diri berupa KTP, Kartu Keluarga, dan juga surat nikah yang valid.

2. Belum Masuk Masa Menopause

Usia bukan menjadi syarat bayi tabung, artinya usia berapapun dapat mengikuti program ini. Wanita usia berapapun bisa menjalankan program ini asalkan belum menopause. 

Meskipun demikian, usia menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan program bayi tabung Anda. Wanita berusia di bawah 30 tahun memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berhasil. Sedangkan wanita usia 40 tahun keatas memiliki peluang yang lebih kecil.

Baca juga: Apakah Wanita yang Telah Menopause Dapat Subur Kembali?

3. Tidak Memiliki Riwayat Penyakit

Kesehatan juga menjadi salah satu syarat bayi tabung yang wajib dipenuhi. Dalam hal ini, pasangan suami istri harus sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit. Terutama bagi wanita.

Jika wanita memiliki riwayat penyakit berat seperti jantung atau hipertensi, dapat memperberat kehamilan. Oleh karena itu, faktor kesehatan sangat diutamakan.

4. Kondisi Rahim Sehat

Selain tidak memiliki penyakit berat, wanita yang hendak mengikuti program bayi tabung juga harus memiliki rahim yang sehat. Nantinya rahim memiliki peranan yang sangat penting untuk menerima transfer embrio dari proses bayi tabung.

Oleh karena itu, tidak boleh terdapat miom, polip, serta gangguan rahim lainnya yang menghambat proses penempelan embrio. Jika ditemukan gangguan, dokter akan melakukan penanganan terlebih dahulu sebelum meneruskan program bayi tabung. 

5. Tidak Terdapat Cairan pada Indung Telur

Pada salah satu atau kedua indung telur perlu dipastikan tidak terdapat cairan, karena adanya cairan dapat mengganggu proses penanaman embrio. Oleh karena itu, dokter perlu melakukan tindakan laparoskopi untuk mencegah embrio sulit menempel pada dinding rahim. 

6. Melakukan Proses Pemeriksaan Dasar

Syarat bayi tabung berikutnya adalah lolos pemeriksaan dasar yang dilakukan oleh dokter. Tujuan pemeriksaan dasar adalah memastikan bahwa pasangan telah siap secara fisik dan kesehatan untuk menjalankan proses bayi tabung.

7. Siap Mental dan Finansial

Tingkat keberhasilan program bayi tabung memang tinggi, tapi bukan berarti 100% berhasil. Ada juga pasangan yang gagal melakukan proses ini. Oleh sebab itu, pasangan suami istri harus sudah siap secara mental mengenai apapun yang terjadi. Baik keberhasilan program maupun kegagalan.

Selain itu, kesiapan finansial juga merupakan syarat bayi tabung yang tidak kalah penting. Biaya bayi tabung tergolong mahal dan tidak dicover oleh BPJS. Jadi, pastikan finansial Anda sudah siap untuk menjalankan proses dari awal hingga akhir.

Baca juga: Berikut 5 Proses Bayi Tabung yang Harus Anda Ketahui

Tahapan Proses Bayi Tabung

Memiliki keturunan dengan menggunakan proses bayi tabung membutuhkan proses yang panjang dan biaya yang tidak sedikit. Terdapat 5 tahapan yang perlu dilalui untuk menjalankannya, yaitu:

1. Induksi Ovulasi

Proses bayi tabung diawali dengan proses induksi ovulasi, yaitu pemberian rangsangan pada  ovarium. Secara normal, wanita akan melepas sel telur setiap bulan yang siap untuk dibuahi. 

Namun pada proses bayi tabung, pelepasan sel telur dilakukan dengan rangsangan obat. Beberapa obat-obatan yang digunakan untuk merangsang pelepasan sel telur antara lain luteinizing hormone, suntikan HCG, serta suplemen progesteron. 

Untuk melakukan induksi ovulasi dibutuhkan waktu hingga 2 minggu. Nantinya akan dilakukan proses USG transvaginal untuk memastikan proses ini berhasil.

2.  Pengambilan sel telur

Jika syarat bayi tabung terpenuhi dan induksi ovulasi telah dilakukan, selanjutnya dokter akan mengambil sel telur dan mengecek kualitasnya. Sel telur kemudian dijadikan satu dengan sperma di wadah khusus.

3. Pembuahan

Selanjutnya, sel telur dan sperma yang disatukan dalam wadah khusus dipindahkan ke inkubator untuk dilakukan proses pembuahan. Proses ini juga bisa dilakukan dengan menyuntikkan sperma ke sel telur guna mempercepat proses pembuahan.

4. Pemilihan Embrio

Pembuahan sel telur oleh sperma akan menghasilkan embrio. Embrio kemudian dipilih yang memiliki kualitas paling baik untuk ditempelkan pada rahim. 

5. Penempelan Embrio

Terakhir, embrio yang paling berkualitas ditransfer ke rahim melalui proses penempelan atau penanaman. Umumnya proses ini dilakukan dalam waktu kurang dari 7 hari setelah pembuahan terjadi.

Jika embrio berhasil menempel pada rahim, maka kehamilan terjadi. Namun jika tidak, maka program bayi tabung dinyatakan gagal dan pasangan suami istri perlu mengulang proses dari awal jika ingin mencobanya lagi.

Tips Agar Bayi Tabung Berhasil

Mengingat adanya kemungkinan gagal pada proses bayi tabung, Anda perlu memperhatikan 5 tips dibawah ini agar keberhasilan program meningkat:

  1. Menerapkan pola hidup sehat
  2. Makan makanan yang bergizi
  3. Hidup lebih sehat dan seimbang
  4. Berhenti merokok
  5. Hindari stres dan tekanan

Itulah ulasan mengenai syarat bayi tabung, tahapan, serta tips agar program bayi tabung berhasil. Meskipun demikian, keberhasilan program bayi tabung tetap tergantung pada kondisi fisik dan kesehatan masing-masing pasangan. Oleh karena itu, persiapkan diri secara matang sebelum memulai program agar hasilnya sesuai dengan harapan.