stages of human embryo

Proses kehamilan atau sering juga disebut sebagai periode prenatal merupakan salah satu fase penting bagi pertumbuhan Si Kecil. Untuk ibu hamil, memantau perkembangan embrio hingga menjadi janin mampu memberikan berbagai pengalaman. Salah satu di antaranya yakni bisa mengetahui kesehatan calon buah hati dari waktu ke waktu.

Bagi Anda yang belum tahu, sejak awal kehamilan sampai proses persalinan, bayi terus mengalami tumbuh kembang dalam berbagai fase. Si Kecil akan terus tumbuh secara bertahap dari satu periode ke periode selanjutnya, dimulai dari blastokista, lalu berkembang membentuk embrio hingga menjadi janin.

Secara medis, proses kehamilan yang rata-rata memakan waktu selama 9 bulan diketahui memiliki tiga periode perkembangan. Periode pertama yakni tahap pembentukan zigot, kemudian disusul dengan perkembangan embrio, serta fase tumbuh kembang janin. 

Sebagaimana kita ketahui, ketika sudah berbentuk janin maka perkembangan fisik Si Kecil sudah hampir sempurna. Anda bisa melihat jenis kelamin, merasakan denyut jantung, atau tendangan dari aktivitas Si Kecil. Fase perkembangan tersebut dimulai sejak minggu kesembilan dan berlangsung sampai proses melahirkan.

Di sisi lain, tumbuh kembang embrio yang notabene menjadi salah satu fase penting pembentukan janin kerap luput dari perhatian. Istilah perkembangan embrio atau embriogenesis bahkan belum banyak dipahami oleh masyarakat umum. Padahal, tahap perkembangan embrio atau embriogenesis ini pentingnya bagi tumbuh kembang otak dan organ Si Kecil.

Nah, agar Anda lebih tau soal perkembangan embrio dalam periode prenatal, berikut ini sudah kami rangkum tahapan embriogenesis mulai dari awal sejak morula terbentuk sampai berubah menjadi janin.

Proses Terbentuknya Embrio

Sebelum berbentuk janin, awal terbentuknya embrio berasal dari proses pembuahan atau fertilisasi. Aktivitas tersebut bisa terjadi ketika sel sperma bertemu sel telur (ovum) di dalam rahim. 

Pada proses terjadinya fertilisasi atau pembuahan ini sebenarnya sudah memasuki tahap awal kehamilan. Kendati demikian, perempuan yang mengalami kondisi tersebut mayoritas tidak sadar karena tidak merasakan adanya perubahan apapun pada tubuhnya.

Berikut ini merupakan tiga tahap perkembangan embrio manusia yang terjadi pada masa kehamilan.

Tahapan Perkembangan Embrio Manusia

Secara umum, tahapan perkembangan embrio manusia dimulai pada minggu ketiga hingga minggu kedelapan pasca terjadinya proses pembuahan. Perkembangan embrio adalah tahap krusial dalam tumbuh kembang otak Si Kecil, sehingga perlu perhatian khusus agar tumbuh kembang anak tidak mengalami gangguan.

1. Fase Morula

Tahap perkembangan embrio manusia yang pertama adalah fase morula. Awal mula penyebutan istilah morula sendiri berasal dari bentuknya yang kecil dan tidak mempunyai rongga, layaknya buah arbei.

Pada kondisi ini umumnya mulai terjadi proses pembelahan dari zigot yang masih memiliki sel tunggal. Proses pembelahan yang disebut sebagai pembelahan mitosis tersebut nantinya akan menghasilkan blastomer atau sel-sel baru.

Adapun proses pembelahan sendiri terjadi dalam beberapa tahap, yakni mulai dari satu sel menjadi dua sel, lalu dua sel menjadi empat sel, empat sel menjadi delapan sel, hingga pembelahan terakhir dari delapan sel menjadi enam belas sel.

Blastomer atau sel-sel baru ini memiliki jumlah total sebanyak 16 sel dengan sifat padat, kemudian seluruh sel padat hasil pembelahan mitosis tersebut bergabung menjadi satu hingga membentuk bulatan embrio yang disebut sebagai morula.

Baca juga:  Mengenal Proses Fertilisasi dan Syarat Terjadinya

2. Fase Blastula

Usai fase morula terlewati, proses perkembangan dan pertumbuhan embrio berikutnya yakni masuk dalam fase blastula. Mengutip dari jurnal Oregon State University, Open Educational Resource Unit, fase blastula akan meneruskan proses pembelahan pada morula sampai menjadi 100 sel. Menilik dari jumlah sel yang sudah relatif banyak, maka gumpalan berbentuk bola yang dihasilkan juga akan menciptakan rongga-rongga di bagian dalam. Celah atau rongga inilah yang disebut sebagai blastula.

Secara medis, rongga blastula yang terbentuk dinamakan sebagai blastosol. Bagian ini kemudian diisi dengan cairan glukosa, laktat, piruvat, serta asam amino. Dalam perkembangannya, massa sel dari berbagai cairan tersebut akan berubah menjadi plasenta dimana berperan sebagai sumber nutrisi bagi embrio.

Sementara itu, pada fase ini morula akan bertransformasi menjadi lapisan rongga sel yang berfungsi melindungi blastosol, bagian ini dinamakan sebagai blastoderm.

3. Fase Gastrula

Setelah melewati fase morula dan blastula, fase perkembangan embrio berikutnya adalah fase gastrula. Secara garis besar, fase ini sendiri merupakan tahapan dimana sel-sel yang dihasilkan pada fase blastula mengalami perombakan menjadi tiga lapisan embrionik atau biasa disebut juga sebagai lapisan germinal.

Berdasarkan penjelasan dari Healthline, tiga lapisan pada fase gastrula masing-masing terdiri dari komponen berikut ini:

  • Lapisan Ektoderm : Bagian ini merupakan lapisan yang berada di sisi paling luar embrio
  • Lapisan Mesoderm : Lapisan ini berada di sisi tengah antara lapisan ektoderm dan lapisan endoderm.
  • Lapisan Endoderm : Bisa disebut sebagai bagian inti sel. Merupakan lapisan paling dalam yang nantinya berkembang menjadi janin manusia.

Baca juga: Berikut 5 Cara Menjaga Kehamilan Yang Efektif

4. Fase Organogenesis

Fase organogenesis merupakan fase terakhir dalam tahap perkembangan embrio. Sesuai namanya, embrio yang sudah masuk dalam fase organogenesis akan mulai mengalami proses pembentukan organ tubuh. Adapun berbagai organ yang tumbuh pada janin sendiri terbentuk dari tiga lapisan germinal atau lapisan embrionik yang dibuat pada fase sebelumnya (gastrula).

Mengutip dari Microbe Notes, secara terperinci setiap lapisan germinal tersebut akan membentuk beberapa organ berikut ini:

  • Lapisan Ektoderm : sebagai lapisan paling luar, ektoderm akan membentuk lapisan epidermis, organ mata, telinga bagian dalam, jaringan ikat di kepala, serta saraf.
  • Lapisan Mesoderm : lapisan ini akan membentuk organ reproduksi, sistem ekskresi, tubulus ginjal, sistem kardiovaskular, sel darah, jaringan ikat tubuh, dan juga berbagai jenis otot.
  • Lapisan Endoderm : organ yang terbentuk dari lapisan ini di antaranya adalah hati, sel pankreas, kelenjar tiroid, mayoritas organ sistem pencernaan, paru-paru, dan organ reproduksi.

Itulah penjelasan lengkap terkait perkembangan embrio atau embriogenesis yang perlu Anda ketahui. Pada dasarnya, setiap periode pada proses kehamilan sangat penting untuk diperhatikan. Walaupun calon bayi secara medis belum bisa dianggap sebagai janin setidaknya sampai dengan minggu ke-9 setelah proses terjadinya fertilisasi.

Fase perkembangan embrio sendiri adalah saat-saat dimana calon buah hati sedang membentuk kerangka dasar atau pondasi. Agar tumbuh kembangnya bisa semakin optimal, maka calon ibu harus memperhatikan asupan nutrisi, gaya hidup, serta rutin melakukan pemeriksaan sejak awal masa kehamilan.

Selain itu, seiring tumbuh kembang bayi, calon ibu juga bisa merawat diri, menjalankan saran dokter, serta mencoba menjalin hubungan agar semakin terkoneksi dengan buah kehidupan yang berkembang di dalam tubuh Anda. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat ya, Bun!