disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi adalah kondisi di mana seorang pria tidak mampu mempertahankan ereksinya.  Masyarakat umum mengenali disfungsi ereksi sebagai impotensi, yakni kondisi pria yang tidak mampu mempertahankan ereksinya. Sementara ereksi adalah kondisi penis yang membesar, menegang, serta mengeras akibat perubahan yang terjadi pada otot, saraf, dan pembuluh darah dalam struktur anatomi penis. Jadi, disfungsi ereksi atau impotensi merupakan salah satu gangguan ereksi.

Hal yang perlu menjadi catatan untuk kemudian menjadi acuan dalam mengenali tanda-tanda disfungsi ereksi adalah bahwa ereksi tidak hanya terjadi karena faktor erotis. Beberapa faktor yang menyebabkan ereksi adalah pengaruh hormon testosteron, stimulasi reseptor mekanis di bagian kepala penis (glans), peningkatan suhu, serta rangsangan seksual. 

Penyebab Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi dapat terjadi jika hal-hal dari struktur anatomi penis yang berperan dalam proses ereksi terganggu. Hal-hal tersebut adalah otot, saraf, pembuluh darah, hormon, emosi, serta otak.  Berikut ini penyebab yang mengakibatkan seorang pria mengalami impotensi: 

1. Faktor Penyakit

disfungsi ereksi

Kondisi medis dalam kebanyakan kasus impotensi adalah sebagai berikut. 

Kondisi medis selain penyakit yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi adalah ketidakseimbangan hormon tiroid yakni kelebihan atau kekurangan hormon tiroid, serta hipogonadisme yang mengakibatkan hormon testosteron menurun.

2. Faktor Psikologis

Dalam proses ereksi, otak mempunyai peran penting dalam menerima rangsangan seksual penyebab ereksi. Jika seorang pria tengah mengalami gangguan psikologis seperti stres, depresi, cemas, hingga widower syndrome yang dapat muncul saat seorang pria kehilangan istrinya, maka ia berisiko tinggi mengalami disfungsi ereksi.

3. Faktor Obat-obatan

disfungsi ereksi

Obat-obatan dengan fungsinya mengatasi penyakit ternyata dapat membuat seorang pria mengalami impotensi. Beberapa obat-obatan yang menyebabkan kondisi tersebut adalah sebagai berikut:

  • Antidepresan
  • Obat kanker prostat
  • Antihipertensi
  • Antipsikotik
  • Obat penurun kolesterol

Tidak hanya obat-obatan medis, obat-obatan seperti kokain dan ganja juga berpotensi meningkatkan risiko terkena kondisi impotensi. Meskipun bukan obat-obatan, alkohol juga bisa jadi penyebab seorang pria mengalami impotensi.

4. Faktor Cedera

Cedera yang dapat menyebabkan impotensi adalah yang terjadi pada tulang panggul, tulang belakang, maupun penis. Jika cedera di lokasi tersebut membuat saraf dan pembuluh darah rusak, maka pria dengan cedera tersebut berisiko mengalami impotensi. Selain itu, cedera kecil yang berulang pada penis seperti akibat dari mengendarai sepeda juga dapat menyebabkan kondisi ini terjadi pada pria.

5. Faktor Tindakan Medis

Operasi prostat dan kandung kemih merupakan tindakan medis yang paling berisiko terhadap pria mengalami disfungsi ereksi. Tindakan medis lain yang meningkatkan risiko impotensi juga penanganan terhadap otak, tulang belakang, serta tulang panggul. Salah satu contohnya adalah operasi pengangkatan usus besar dan terapi radiasi untuk kanker usus besar.

Penanganan Impotensi

disfungsi ereksiPenanganan disfungsi ereksi harus melihat penyebab disfungsi ereksi yang terjadi pada seorang pria. Konseling seksual cocok untuk menangani pria yang mengalami impotensi karena masalah psikologis. Selain konseling psikologis, pilihan penanganan impotensi secara garis besar adalah dengan menggunakan obat-obatan perangsang hormon reproduksi, pemakaian alat vakum dan cincin penis untuk merangsang darah masuk ke penis dan memperrtahankan ereksinya, dan melalui tindakan operasi. 

Itulah berbagai informasi seputar impotensi atau disgungsi ereksi yang harus Anda pahami. Untuk mendapat saran sesai riwayat kesehatan Anda, konsultasikan keluhan Anda kepada dokter. Tujuannya agar mendapat diagnosa dan penanganan yang tepat.