formula for calculating gestational age

Pada umumnya, usia kehamilan ditentukan berdasarkan tanggal HPHT atau Hari Pertama Haid Terakhir. Akan tetapi, bagaimana jika Anda dan pasangan lupa tanggal HPHT? Jangan khawatir, karena ada beberapa rumus menghitung usia kehamilan yang bisa digunakan, meskipun lupa tanggal HPHT sekalipun.

Masa kehamilan sampai melahirkan sendiri kurang lebih terjadi selama 38-40 minggu setelah proses pembuahan. Selama rentang waktu tersebut sebaiknya Anda dan pasangan menjadwalkan beberapa kali pemeriksaan ke dokter kandungan untuk melihat kondisi janin serta perkembangannya dari waktu ke waktu.

Untuk memudahkan calon ibu dalam menghitung usia kehamilan, berikut ini sudah kami rangkum beberapa metode yang bisa digunakan. Selamat mencoba!

Macam-macam Cara Menghitung Usia Kehamilan

Terdapat banyak cara untuk mengetahui usia kehamilan, baik secara manual maupun dengan bantuan alat modern. Inilah beberapa pilihan yang bisa Anda gunakan ketika ingin mengetahui usia kehamilan pasangan.

1. Cara Menghitung Usia Kehamilan Secara Manual

Cara mengetahui usia kehamilan sebenarnya bisa dihitung secara manual, yakni dengan memperhatikan siklus menstruasi terakhir. Meski begitu, cara ini tidak dapat digunakan untuk memastikan tanggal pasti bayi akan lahir.

Berikut merupakan rumus perhitungan usia hamil secara manual:

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, untuk bisa mengetahui usia kehamilan maka Anda perlu data hari pertama haid terakhir atau biasa disingkat HPHT. Kemudian informasi tersebut bisa diolah menggunakan rumus Naegele seperti dibawah ini.

  • Tanggal HPHT + 7
  • Bulan haid terakhir – 3
  • Tahun ketika haid terakhir + 1

Contoh skenario perhitungan pertama:

Misalnya jika HPHT calon ibu ada pada tanggal 2 November 2021 maka perhitungannya sebagai berikut ini:

  • 2 + 7 = 9
  • 11 – 3 = 9
  • 2021 + 1 = 2022

Jadi itu artinya HPL calon ibu akan jatuh pada tanggal 9 September 2022.

Contoh skenario perhitungan kedua:

Contoh perhitungan dengan rumus ini bisa digunakan ketika hari pertama haid terakhir (HPHT) calon ibu jatuh di antara bulan Januari – Maret atau bulan yang tidak bisa dikurangi 3. Jika terjadi kondisi demikian, maka bulan haid terakhir ditambahkan 9 dan tahunnya tidak ditambah 1 atau tetap.

Misalnya, HPHT calon ibu jatuh pada tanggal 11 Januari 2022, maka contoh rumus perhitungannya seperti ini:

  • 11 + 7
  • 1 + 9
  • 2022

Atau HPL akan didapatkan tepat di tanggal 18 Oktober 2022.

Bagaimana? Contoh rumus menghitung usia kehamilan di atas sangat sederhana dan mudah bukan? Sifatnya yang bisa dilakukan secara manual tanpa bantuan bidan memang menjadi kelebihan dari rumus Naegele. Jadi, jika Anda sedang menjalani program hamil pastikan untuk mencatat siklus menstruasi agar datanya bisa digunakan untuk menghitung usia kehamilan.

Baca juga: Sulit Hamil Anak Kedua? Yuk Ketahui Apa Saja Penyebabnya

2. Mengetahui Usia Kehamilan dengan USG

Pemeriksaan USG sejak dulu dikenal sebagai salah satu metode cara menghitung usia kehamilan dengan akurasi tinggi. 

Prosedur pemeriksaan USG sendiri dibagi menjadi dua jenis, pertama adalah USG transvaginal yang umum dilakukan ketika calon ibu masih berada di fase awal usia kehamilan, kemudian yang kedua ada USG transabdominal dimana prosedur ini biasa dipilih ketika janin sudah dalam kondisi mulai membesar dan pemeriksaannya dijalankan menggunakan sensor yang ditempelkan pada dinding perut.

Menariknya, selain memiliki akurasi hingga 95% dalam menghitung usia kehamilan, prosedur Ultrasonografi (USG) juga bisa dimanfaatkan untuk mengetahui jenis kelamin jabang bayi, memeriksa perkembangan kandungan, hingga memastikan kesehatan janin. 

Dalam kondisi kehamilan normal, biasanya dokter kandungan akan memberikan saran pemeriksaan USG saat usia kandungan sudah memasuki 4-5 minggu.

3. Menggunakan Rumus 4 ⅓

Selain rumus Naegele, sebenarnya ada satu rumus lagi yang bisa Anda gunakan untuk menghitung usia janin di dalam rahim, yakni rumus 4 ⅓. Inilah contoh penerapan rumus tersebut.

Usia kehamilan = {(Tanggal sekarang – HPHT) x (4 ⅓)}

Contoh skenario perhitungannya adalah sebagai berikut:

  • Hari ini merupakan tanggal 14 juli 2021 (2-11-2020)
  • HPHT calon ibu jatuh pada tanggal 7 April 2021 (7-8-2020)

Berarti:

Usia kehamilan = {(14 – 7), (7-4) x (4 ⅓) 

Hari dikurangi dengan hari, bulan dikurangi dengan bulan.

Usia kehamilan = {(7), (3) x (4 ⅓) 

Perkalian hanya dilakukan pada bulan saja, hari tidak perlu dikali 4 ⅓

Usia kehamilan = 7 hari + 13 minggu = 1 minggu + 13 minggu = 14 minggu

Jadi usia kehamilan pada data di atas adalah 14 minggu.

Tidak bisa dipungkiri, rumus menghitung usia kehamilan menggunakan metode 4 ⅓ memang sedikit lebih kompleks dibandingkan metode sebelumnya. Kendati demikian, cara ini juga bisa digunakan sebagai patokan agar mendapatkan HPL.

Baca juga: Daftar Lengkap 7 Tanda Kehamilan Trimester 1 yang Perlu Anda Ketahui

4. Menggunakan Kalkulator Kehamilan

Di era perkembangan teknologi seperti sekarang ini, tidak hanya smartphone saja yang dibekali aplikasi canggih. Namun, saat ini sudah ada juga aplikasi menghitung usia kehamilan berupa kalkulator online yang bisa memudahkan perhitungan usia kehamilan.

Cara ini sebenarnya menggunakan metode sama seperti perhitungan manual, jadi Anda butuh data Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) serta siklus haid. Untuk cara kerjanya, Anda tinggal memasukkan tanggal dan bulan HPHT serta siklus menstruasi. Maka secara otomatis kalkulator akan memberikan hasil perhitungan secara instan.

Cara Menghitung Usia Kehamilan Jika Lupa HPHT

Adakalanya karena kesibukan serta banyak pikiran, calon ibu tidak ingat kapan hari pertama haid terakhir (HPHT). Alhasil, Anda dan pasangan kesulitan untuk memastikan usia kehamilan secara manual. Kondisi tersebut sebenarnya bukan masalah besar, karena dengan mudah bisa diatasi menggunakan metode berikut ini.

1. Memanfaatkan Alat Scan 

Berdasarkan data American Journal of Obstetrics and Gynecology, menghitung usia janin menggunakan metode dating scan atau ultrasound sangat umum dilakukan. Terutama bagi pasangan yang tidak mengetahui HPHT.

Proses perhitungannya sendiri yakni berdasarkan pada serangkaian prosedur pengukuran di bagian kantung kehamilan serta pada janin atau embrio itu sendiri.

2. Melalui Pemeriksaan Fisik

Meskipun hasilnya kurang akurat dan tidak bisa dijadikan sebagai patokan, pemeriksaan fisik sebenarnya juga dapat dimanfaatkan untuk mengetahui usia kehamilan. Adapun prosedur serta proses pemeriksaannya sendiri biasanya melibatkan pengukuran bagian panggul atau rahim yang bakal mengalami kenaikan ketika hamil.

Baca juga: Ini Dia Manfaat Vitamin E untuk Kesuburan Pria dan Wanita

3. Memakai Deteksi Gerakan Janin

Jika dibandingkan dengan metode perhitungan menggunakan rumus atau alat modern, cara ini memang kalah dari segi akurasi. Pasalnya, indikator utama yang digunakan dalam metode ini adalah proses deteksi gerakan yang dilakukan oleh janin.

Metode deteksi gerakan janin sendiri umumnya akan sangat sulit dilakukan oleh calon ibu yang baru pertama menjalani masa kehamilan. Namun sebaliknya, bagi calon ibu yang pernah hamil sebelumnya akan lebih mudah merasakan dan mengenali gerakan janin dari dalam perut.

Secara medis, kondisi dimana janin sudah mulai bergerak sendiri merupakan pertanda bahwa masa kehamilan sudah memasuki usia 18-20 minggu. Sementara pada kehamilan kedua dan seterusnya, pergerakan bisa terjadi lebih cepat, yakni ketika usia 16-18 minggu.

Nah, itulah berbagai cara untuk menghitung usia kehamilan. Jika saat ini Anda sedang hamil, Anda bisa mencoba rumus menghitung usia kehamilan secara manual sebelum melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Namun, jika data terkait HPHT tidak lengkap maka lebih baik langsung melakukan pemeriksaan USG atau melalui scan. Semoga bermanfaat.