embrio adalah

Dalam tahapan perkembangan makhluk hidup ada istilah yang dinamakan dengan embrio. Embrio adalah istilah yang sudah sangat populer dalam bahasa biologi khususnya yang mempelajari sel dan perkembangbiakan. Namun sayangnya, walaupun embrio sudah sangat populer, masyarakat masih banyak yang belum memahami apa itu sesungguhnya embrio. Padahal, dalam tahapan perkembangan janin, di sana juga melalui tahapan embrio. Oleh sebab itu, belajar dan memahami tentang masalah embrio beserta tahapannya sangatlah penting.

Pengertian Embrio

Embrio adalah sel yang berasal dari proses reproduksi anak dan sebuah eukariota diploid dalam tahap awal perkembangan. Karena selnya bersifat diploid, maka embrio ini masih bisa melakukan pembelahan hingga berjumlah ratusan sel. Hal tersebut akan dilindungi di dalam struktur organisme induk layaknya biji, rahim ibu, dan juga telur. Khusus untuk embrio manusia, maka tentunya akan dilindungi oleh rahim ibu yang mengandungnya.

Terkait dengan pembentukannya, pada makhluk hidup yang berkembang biak dengan reproduksi seksual, akan dilakukan penyatuan antara gamet betina dan jantan yang selanjutnya membentuk zigot, Pada istilah pembuahan manusia hal ini sering disebut sebagai fertilisasi yang mana terjadi pembuahan oleh sel sperma pria pada sel ovum wanita.

Ketika sudah menjadi zigot, selanjutnya hal tersebut akan mengalami pembelahan-pembelahan hingga memunculkan ratusan sel. Kemudian, sel tersebut akan terpisah atau terdiferensiasi. Ketika sel terpisah itulah, fase embrionik atau pembentukan embrio akan mulai terjadi.

Tahapan-tahapan Perkembangan Embrio

Dalam tahapan perkembangannya, embrio akan mengalami beberapa fase yang mana pada setiap fasenya akan terjadi hal atau perkembangan yang berbeda-beda pula. Tahapan perkembangan embrio adalah seperti berikut:

1. Pembuahan

embrio adalah

Tahap awal perkembangan embrio akan dimulai pada tahapan pembuahan terlebih dahulu yakni penyatuan gamet jantan dan betina. Selanjutnya, setelah proses pembuahan terjadi selama beberapa jam akan dihasilkan sebuah zigot.

2. Pembelahan

embrio adalah

Zigot yang dihasilkan dari proses pembuahan selanjutnya akan mengalami pembelahan. Pembelahan ini mulai berjumlah 2 dan kelipatannya. Pembelahan akan berhenti ketika sel sudah mencapai jumlah ratusan sel.

3. Blastulasi

Setelah proses pembelahan, kini perkembangan embrio adalah sampai pada tahap blastulasi. Blastulasi merupakan tahapan menyatunya sel dari proses pembelahan hingga membentuk sebuah bola tanpa rongga yang disebut dengan blastula.

4. Gastrulasi

Dari proses blastulasi akan berlanjut ke proses gastrulasi. Pada proses ini bola tanpa rongga yang telah terbentuk akan membelah kembali sehingga menimbulkan rongga-rongga di dalam bola tersebut. Di sana juga akan terbentuk tiga lapisan yang meliputi lapisan ekstoderm, mesoderm, dan endoderm.

5. Neurolasi

Neurolasi adalah adalah pembentukan sebuah corda saraf. Hal ini terbentuk dari interaksi antara induksi dari lapisan ektoderm dengan lapisan mesoderm yang ada di dalamnya. Selanjutnya, corda saraf yang terbentuk tersebut akan semakin berkembang menjadi sebuah sistem saraf pusat dalam proses perkembangan otak.

6. Organogenesis

embrio adalah

Tahap terakhir embrio adalah organogenesis. Pada tahapan ini akan terbentuk berbagai macam organ makhluk hidup yang mana hal tersebut dibentuk dari tiga lapisan sel yakni ektoderm, mesoderm, dan juga endoderm. Setiap lapisan sel akan menghasilkan organ yang berbeda-beda seperti halnya sistem saraf, sistem reproduksi, sistem pencernaan, dan lain sebagainya.

Semoga informasi mengenai embrio dan perkembangannya tersebut dapat memberikan tambahan edukasi bagi masyarakat luas. Embrio adalah hal yang berkaitan dengan kehamilan manusia sehingga khususnya wanita wajib mengetahui perkembangan embrio agar mereka dapat lebih mudah merawat dan menjaga kehamilan.