gejala menopause

Saat usia di atas 45 tahun, wanita akan sangat mungkin mengalami gejala menopause atau siklus menstruasi yang berhenti. Beberapa dari mereka tidak menyadari akan hal ini sehingga acuh terhadap adanya menopause. Padahal, terdapat gejala-gejala tersebut sangat penting untuk dipahami agar bisa menjaga kesehatan kewanitaan dan organ reproduksi.

Tanda-Tanda Menopause yang Wajib Diwaspadai

Ketika siklus menstruasi akan berhenti atau mengalami menopause, biasanya terdapat gejala-gejala tertentu pada tubuh seorang wanita. Gejala tersebut bisa berbeda-beda antara satu wanita dengan wanita yang lainnya. Gejala terjadinya menopause tersebut sangat beragam dan salah satunya adalah perubahan psikologi. Berikut ini tanda-tanda menopause yang wajib diwaspadai.

1. Menstruasi Tidak Teratur

gejala menopause

Gejala yang pertama adalah tidak teraturnya siklus menstruasi yang dialami wanita. Jika Kamu telah berusia di atas 45 tahun dan menstruasi sedang tidak teratur, bisa jadi hal itu merupakan tanda bahwa menopause sudah dekat. Biasanya pada fase ini menstruasi hanya sekali terjadi dalam rentang waktu 3 bulan, 2 bulan, dan bahkan ada yang mengalami 2 kali menstruasi dalam 6 bulan. Jika ini memang gejala dari menopause, maka tidak perlu khawatir karena tidak akan mengganggu kesehatan.

2. Sering Mengalami Insomnia

Sering insomnia saat malam hari di usia 50 tahunan? Hati-hati, hal ini merupakan salah satu tanda akan berakhirnya siklus haid. Insomnia tersebut terjadi karena kadar hormon estrogen dan progesteron dalam diri wanita sudah semakin berkurang. Dengan seringnya Kamu mengalami insomnia, tubuh pun akan cepat merasa lelah. Hal ini sudah lumrah terjadi pada wanita yang memang mendekati masa menopause.

3. Terdapat Masalah dalam Kandung Kemih

gejala menopause

Gejala lain berhentinya siklus haid yakni wanita tidak dapat menahan rasa ingin buang air kecil dalam kandung kemih mereka. Intensitasnya juga akan lebih sering daripada buang air kecil saat fase normal. Hal ini disebabkan karena elastisitas vagina dan juga kandung kemih semakin menurun. Akibatnya, jaringan menipis dan tidak mampu untuk menahan urine yang akan keluar.

4. Gairah Seks Menurun

Saat wanita mengalami menopause, secara otomatis gairah seks mereka akan menurun. Turunnya gairah seks ini terjadi karena produksi hormon yang semakin sedikit serta kemampuan tubuh dan alat reproduksi yang sudah banyak kehilangan fungsinya. Jadi, jangan heran ketika seorang wanita berusia 50 tahun sudah malas untuk diajak bercinta dengan suami. Mereka memang hampir sampai pada masa menopause dimana gairah seks akan sangat sulit untuk dibangkitkan.

5. Vagina Terasa Kering

Karena rendahnya hormon estrogen, cairan pelumas dalam vagina juga semakin berkurang. Akibatnya, vagina terasa kering dan sering mengalami gatal yang berlebihan, perih. Vagina yang kering juga menyebabkan rasa nyeri yang tidak tertahankan saat berhubungan intim. Untuk mengatasi hal ini, wanita bisa meminum rebusan daun sirih atau mandi menggunakan daun sirih tersebut. Agar bakteri tidak berkembang, disarankan juga sangat memperhatikan kondisi kelembaban dan kesehatan vagina.

6. Perubahan Psikologis

gejala menopause

Menstruasi memang acapkali mempengaruhi kondisi psikologis seseorang. Begitu juga dengan menopause, wanita yang akan mengalami menopause emosinya cenderung tidak stabil dan mudah marah. Mereka juga akan mudah cemas dan tidak semangat dalam melakukan suatu hal. Oleh sebab itu, ketika kondisi psikologi wanita sedang terganggu, diamkan saja dan jangan coba-coba mengganggunya. 

Informasi tentang gejala menopause tersebut kiranya dapat menambah wawasan bagi masyarakat yang masih awam terhadap masalah reproduksi wanita. Tetap jaga kesehatan reproduksi Kamu dan pastikan bahwa menstruasi berjalan dengan teratur sebelum waktu menopause tiba.