Testis terdiri dari dua buah organ terletak di belakang penis berbentuk oval. Fungsi testis sebagai salah satu organ pada sistem reproduksi pria. Organ ini tidak dapat dilihat secara langsung sebab diselubungi oleh kulit yang disebut skrotum. Testis tumbuh pada tubuh pria ketika memasuki usia awal pubertas berkisar 10–13 tahun. Sepasang testis pria berukuran 5 cm. Ketika testis tumbuh, warna skrotum berubah menjadi lebih gelap, menggantung, serta ditumbuhi rambut.

Adanya testis sebagai salah satu organ reproduksi pria tentu memiliki fungsi tersendiri. Apa saja fungsinya? Simak penjelasan di bawah ini! Namun, sebelum mengetahui fungsinya, berikut ini penjelasan mengenai anatomi testis secara lengkap.

Anatomi Testis Secara Lengkap

Testis atau ‘buah zakar’ memiliki anatomi yang cukup rumit. Anatomi testis inilah yang akan membantu testis berfungsi sebagaimana mestinya.

1. Tubulus Seminiferus

Tubulus seminiferus adalah bagian terbanyak yang terdapat pada testis. Bentuk tubulus seminiferus seperti pembuluh-pembuluh kecil yang terkumpul. Letak tubulus seminiferus sejajar dengan bagian testis yang berfungsi memproduksi sperma dan hormon testosteron yang disebut epitelium. Jadi, produksi sperma sebenarnya dijalankan oleh sel dan jaringan yang ada pada tubulus seminiferus ini.

2. Rete Testis

Usai tubulus seminiferus memproduksi sperma, sperma akan dipindahkan ke epididimis melewati rete testis. Saat melewati rete testis, sperma akan dicampurkan dengan cairan hasil produksi sel sertoli. oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa rete testis berperan untuk membantu sperma bergerak dengan mikrovili (jaringan yang berbentuk seperti rambut tipis) yang dimilikinya.

3. Duktus Eferen

Rete testis dan epididimis dihubungkan oleh saluran serupa pipa yang disebut dengan duktus eferen. Ketika melewati duktus eferen menuju epididimis, sebagian cairan sperma akan diserap dan membantu menggerakkan sperma sehingga lebih kental dan terkonsentrasi saat sampai di epididimis.

4. Tunica

Lapisan lapisan jaringan yang mengelilingi buah zakar disebut tunica. Tunica terdiri dari tiga lapis, yaitu sebagai berikut.

a. Tunica Vasculosa

Pembuluh darah tipis yang melindungi bagian dalam testikel merupakan tunica vasculosa.

b. Tunica Albuginea

Tunica albuginea adalah lapisan pelindung yang tebal. Ketebalan tersebut berasal dari serat-serat padat untuk melindungi testikel.

c. Tunica Vaginalis

Lapisan jaringan terluar dari testis adalah tunica vaginalis. Lapisan ini terdiri dari tiga bagian, yakni lapisan visceral, cavum vaginal, dan lapisan parietal.

Fungsi Pada Testis

Testis memiliki dua fungsi utama, yakni memproduksi sperma dan hormon maskulinitas.

1. Memproduksi Sperma

Fungsi yang utama salah satunya adalah memproduksi sperma yang bertugas membuahi sel telur hingga terjadi kehamilan. Setiap menit testis mampu memproduksi kurang lebih 200.000 sperma. Jadi, organ ini merupakan organ vital dalam sistem reproduksi pria.

2. Memproduksi Hormon

Fungsi utama dari testis selanjutnya adalah memproduksi hormon androgen. Hormon tersebut berperan dalam mengatur pertumbuhan alat reproduksi pria dan berpengaruh pada fungsi seksual. Selain itu hormon androgen membantu untuk menumbuhkan ciri maskulinitas pria seperti jenggot atau suara lebih berat. Jenis hormon androgen yang berfungsi seperti yang disebutkan sebelumnya adalah hormon testosteron. Testis pada pria sehat mampu memproduksi 6 mg hormon testosteron setiap harinya dan akan menurun ketika pria memasuki usia 30 tahun ke atas.

Peran testis yang sangat penting bagi sistem reproduksi pria, maka harus dijaga kesehatannya. Banyak cara untuk menjaga kesehatan testis seperti rajin membersihkan area vital, berolahraga, dan mengonsumsi makanan atau minuman bergizi. Selain itu agar fungsi testis berjalan dengan baik, temperatur testis harus lebih rendah dari suhu tubuh sekitar 2 derajat centigrade.