gejala miom

Gejala miom wajib diwaspadai. Pada dasarnya, miom adalah daging non-kanker atau tumor jinak yang ada pada dinding rahim. Miom ditandai dengan adanya gangguan menstruasi. Meskipun tumor tersebut jinak dan tidak akan menyebabkan kanker sebaiknya jangan disepelekan. 

Miom yang terus dibiarkan bisa tumbuh dan berkembang menjadi besar  sehingga penderitanya bisa mengalami nyeri dan pastinya gangguan menstruasi. Jika kondisi ini terus diabaikan bisa menyebabkan seorang wanita menjadi sulit hamil. Selain itu, wanita hamil yang memiliki miom akan sangat membahayakan janin yang ada di dalam kandungannya atau bisa juga menyebabkan keguguran.

Pengertian Miom

Miom atau uterine fibroid merupakan benjolan atau tumor jinak yang tumbuh di rahim. Biasanya miom tersebut akan tumbuh di dinding rahim bagian luar maupun dalam. Wanita yang mengalami miom bisa memiliki lebih dari satu buah tumor pada rahimnya. Artinya seorang wanita bisa memiliki dua, tiga atau lebih tumor.

Wanita yang memiliki miom di rahimnya biasanya akan merasakan gejala. Namun, dalam beberapa kasus ada juga yang tidak merasakan gejala. Gejala yang muncul tergantung pada ukuran, jumlah dan lokasi tumor pada rahim. Gejalanya ditandai oleh perdarahan berat pada masa menstruasi. Namun gejala tersebut belum tentu akan muncul walau seseorang mengidap penyakitnya.

Gejala Adanya Miom

1. Nyeri Saat Haid dan Berhubungan Intim

gejala miom

Gejala yang pertama yaitu merasakan nyeri ketika sedang haid dan berhubungan intim. Akan tetapi, nyeri haid yang dirasakan tidak selalu menjadi tanda jika di rahim Anda sedang ada miom. Ada gangguan lain yang bisa menyebabkan nyeri haid yaitu adenomiosis dan juga endometriosis. Kedua gangguan tersebut bisa saja muncul berbarengan dengan miom sehingga mengakibatkan rasa sakit yang cukup hebat.

2. Menstruasi Lebih Lama

gejala miom

Gangguan menstruasi lain yang menjadi salah satu gejala dari miom adalah durasi waktu menstruasi yang lebih lama Normalnya wanita akan haid dalam waktu 3-6 hari, tetapi jika memiliki miom durasi menstruasinya menjadi 10 hari bahkan lebih.

3. Rasa Nyeri dan Adanya Tekanan pada Perut

gejala miom

Miom di bagian rahim bisa terus tumbuh dan berkembang sehingga akan memberikan tekanan pada organ yang ada di sekitarnya. Tekanan tersebut akan memicu rasa sakit yang dirasakan oleh penderitanya. Pertumbuhan miom tersebut akan menyebabkan nyeri perut bagian bawah. Selain itu, juga akan menyebabkan perut tambah membesar. Kondisi ini seringkali dianggap sebagai akibat berat badan yang bertambah atau kehamilan.

4. Gangguan Perkemihan dan Konstipasi

Salah satu organ yang akan merasakan dampak akibat munculnya miom adalah kandung kemih. Hal ini dikarenakan kandung kemih terletak di depan rahim sehingga pertumbuhan tumor jinak tersebut akan mempengaruhi kondisi kandung kemih. Ketika keberadaan miom membuat rahim menjadi membesar maka akan mengakibatkan tekanan pada organ tersebut. Akibatnya akan terjadi inkontinensia urin, pipis tidak berasa dan juga sering buang air kecil.

Organ lain yang akan menerima dampak akibat keberadaan miom yang semakin besar adalah usus besar. Kondisi ini akan mengakibatkan munculnya gejala konstipasi hingga perut kembung. Gejala lain yang mungkin dirasakan oleh penderita miom adalah:

  • Penyumbatan ginjal 
  • Persalinan prematur
  • Flek ataupun spotting sebelum ataupun sesudah menstruasi

Nah itulah informasi tentang gejala miom. Apabila Anda merasakan gejala-gejala yang disebutkan diatas sebaiknya perlu waspada dan segera pergi ke rumah sakit untuk periksa. Hal ini penting untuk dilakukan supaya diketahui penyakit apa yang sedang diderita. Apabila Anda menderita gangguan ini dan ingin mengatasinya, bisa berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, Anda juga bisa mengunjungi https://www.morulaivf.co.id untuk mendapatkan informasi, konsultasi dan cara mengobati miom.