Morula IVF

Inilah 6 Penyebab Janin Tidak Berkembang dengan Baik

July 25, 2021

Inilah 6 Penyebab Janin Tidak Berkembang dengan Baik

Dalam dunia medis tidak ada istilah penyebab janin tidak berkembang. Namun, kondisi ini dikenal dengan sebutan kehamilan kosong atau blighted ovum. Dalam kasus kehamilan kosong, kantung kehamilannya terbentuk tetapi tidak ada embrio di kantung tersebut. Ini terjadi karena sel telur di dalam rahim sudah dibuahi tetapi tidak berkembang menjadi embrio.

Pada kehamilan normal, sel telur yang sudah dibuahi akan membelah dan membentuk embrio pada hari ke-10. Setelah itu, plasenta mulai berkembang lalu terjadi peningkatan hormon kehamilan. Namun, pada kehamilan kosong sel telur yang sudah dibuahi (zigot) gagal membelah diri menjadi embrio.

6 Penyebab Janin Tidak Bisa Berkembang

1. Kerusakan Kromosom

Kelainan atau kerusakan kromosom menjadi salah satu penyebab dari janin tidak berkembang di dalam kandungan dan memicu terjadinya keguguran. Dalam kasus janin tidak berkembang, trisomi menjadi jenis kelainan kromosom yang paling sering terjadi.

Jenis trisomi 16 bisa memicu terjadinya pertumbuhan embrio yang belum sempurna serta membentuk kantung kosong. Sedangkan untuk jenis trisomi lainnya seringkali menyebabkan terjadinya kematian embrio dini sebelum berubah menjadi janin.

2. Faktor Genetik

penyebab janin tidak berkembang

Janin tidak berkembang bisa juga terjadi karena faktor genetik. Jika memiliki keluarga yang pernah mengalami kehamilan kosong maka Anda memiliki risiko mengalami kondisi serupa. Kelainan genetik ini terjadi karena dipengaruhi oleh pembelahan sel yang tidak normal, seperti pernikahan sedarah, gangguan gen tunggal dan kerusakan DNA pada sperma. Janin tidak berkembang yang disebabkan oleh faktor genetik akan memicu perdarahan pada vagina hingga mengakibatkan keguguran.

3. Gangguan Imun

Penyebab janin tidak bisa berkembang selanjutnya yaitu gangguan imun. Dimana gangguan imun yang paling umum terjadi adalah autoimun. Kondisi ini bisa terjadi karena tubuh wanita menolak embrio yang ditanamkan dalam rahim sehingga menyebabkan janin tersebut gagal berkembang dan pada akhirnya keguguran.

4. Stres

penyebab janin tidak berkembang

Wanita yang sedang hamil sebisa mungkin jangan sampai stres. Hal ini dikarenakan stress yang parah dan berkepanjangan bisa menyebabkan janin dalam kandungannya menjadi tidak berkembang. Akibatnya janin tersebut mengalami keguguran. Meski wanita hamil sangat mudah stres, sebisa mungkin kelola stres tersebut dengan baik supaya tidak berakibat fatal pada janin dalam kandungan.

5. Penyakit Tuberkulosis

penyebab janin tidak berkembangTuberkulosis merupakan salah satu jenis penyakit yang menyerang pernapasan. Penyakit ini tidak bisa diabaikan karena bisa mengganggu fungsi organ reproduksi wanita. Wanita hamil yang memiliki penyakit ini dan infeksi saluran reproduksi berisiko mengalami janin tidak berkembang. Komplikasi dari saluran reproduksi, contohnya seperti perlekatan di dalam rahim (intrauterine) dapat menghambat implantasi serta pertumbuhan embrio.

6. Faktor Hormonal

Kehamilan kosong atau janin tidak berkembang juga bisa terjadi karena faktor hormonal. Faktor hormonal yang dimaksud disini adalah gangguan endokrin, kadar hormon progesteron rendah, disfungsi tifoid dan sindrom polikistik ovarium (PCOS).

Tanda-Tanda Janin Tidak Berkembang

Kasus janin tidak berkembang biasanya terjadi pada awal kehamilan. Bahkan banyak wanita hamil yang belum menyadari jika sedang hamil tetapi tiba-tiba keguguran. Padahal janin tidak berkembang memiliki beberapa tanda, antara lain:

  1. Detak jantung janin tiba-tiba hilang.
  2. Terjadi penurunan level hCG secara mendadak.
  3. Tinggi fundus ukurannya tidak normal atau pendek.
  4. Ditemukan kelainan saat melakukan USG.
  5. Mengalami kram yang tidak tertahankan.
  6. IntraUterine Growth Restriction (IUGR).

Demikianlah informasi tentang 6 penyebab janin tidak berkembang. Janin yang tidak berkembang memicu terjadinya keguguran. Maka dari itu, jika Anda merasakan tanda-tanda yang disebutkan diatas sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, Anda juga bisa mengunjungi https://www.morulaivf.co.id untuk mendapatkan informasi dan konsultasi mengenai janin tidak berkembang.

 

Tetap terhubung dan terinformasi di sini.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut hubungi 150-IVF atau 150-483, Senin – Sabtu pukul 07.00 – 20.00 WIB

Buat Janji

Newsletter

Dapatkan informasi dan tips terbaru dari Morula IVF mengenai program kehamilan dan bayi tabung