ovarium adalah

Ovarium adalah salah satu organ reproduksi pada wanita berukuran sebesar biji kenari yang berfungsi untuk memproduksi sel telur setiap bulan–dari masa pubertas hingga menopause–dan hormon. Dalam hal ini, hormon yang dihasilkan adalah hormon estrogen dan progesteron. Ovarium pada manusia terdiri dari dua bagian, yakni kanan dan kiri. Ovarium berbentuk oval dengan diameter sekitar 2 cm, panjang 3,5 cm, dan tebal 1 cm.

Volume ovarium akan berubah sesuai usia. Pada usia 2 tahun, volume ovarium kurang lebih 0,7 ml. Pada usia 20 tahun, volume ovarium akan mencapai puncaknya, sekitar 7,7 ml Setelah itu akan mengecil sampai menopause yang ukuran rata-ratanya 2,8 ml. Abu kemerahan merupakan warna dari ovarium. Sementara letak ovarium ada di rongga perut. Lebih tepatnya di daerah pinggang kanan dan kiri dengan kapsul pelindung dan mengandung beberapa folikel di dalamnya.

Struktur Anatomi dan Bagian Ovarium

1. Bagian Permukaan

ovarium adalah

Bagian permukaan terletak di bagian paling luar dari ovarium yang terdiri dari epitel kuboid selapis atau epitel germinal.

2. Korteks

Korteks merupakan bagian kulit ovarium yang terletak sesudah bagian permukaan atau di bawah epitel germinal. Korteks tersusun dari jaringan ikat longgar yang disebut stroma dan juga merupakan tempat yang ditemukan sel folikel dengan berbagai ukuran dan kematangan yang bisa dilihat melalui USG.

3. Medulla

ovarium adalah

Di bawah cortex, merupakan bagian tengah dari ovarium yang terdiri dari jaringan ikat dan  banyak pembuluh darah (vaskular) adalah medulla atau disebut juga hillus.

Fungsi Ovarium

1. Fungsi Reproduksi

ovarium adalah

 

Perkembangan sel telur yang terjadi di dalam ovarium disertai dengan kelompok sel bernama sel folikel. Sel tersebut berisi cairan tempat bertumbuhnya sel telur. Sementara sel folikel tumbuh dirangsang oleh hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone).

Perkembangan oogonium menjadi oosit terjadi sejak masa embrio. Sementara perkembangan oosit menjadi sel ovum matang tidak akan terjadi hingga masa pubertas dimulai. Ketika masa pubertas sudah dimulai, sel ovum matang akan segera dilepaskan dari sel folikel yang kemudian dikeluarkan dari ovarium ke rahim. Jika sudah masuk ke rahim, maka sel ovum matang tersebut siap dibuahi oleh sel sperma pria.

Apabila sel ovum berhasil dibuahi sel sperma, maka akan tumbuh menjadi embrio. Sementara jika sel sperma tidak berhasil membuahi sel ovum, maka wanita akan mengalami menstruasi, yakni dinding endometrium luruh bersama sel ovum yang tidak berhasil dibuahi.

2. Fungsi Endokrin

Fungsi ovarium selanjutnya adalah sebagai kelenjar endokrin yang dalam hal ini menghasilkan hormon estrogen dan progesteron.

Hormon estrogen adalah hormon yang mempunyai peran penting dalam perkembangan seksual dan reproduksi pada wanita. Fungsi dari hormon estrogen adalah sebagai perangsang perkembangan organ seks sekunder seperti pertumbuhan rambut kemaluan dan ketiak serta payudara, mengatur siklus menstruasi, dan mengendalikan pertumbuhan dinding rahim saat menstruasi.

Selain itu, hormon estrogen juga berperan penting dalam pembekuan darah dan pembentukan tulang. Sementara hormon progesteron termasuk salah satu dari hormon golongan steroid. Hormon ini mempunyai fungsi utama yang berhubungan dengan siklus menstruasi, perkembangan embrio, dan kehamilan.

Fungsi dari hormon progesteron antara lain; 1) menstimulasi dinding endometrium rahim supaya menghasilkan tempat yang nyaman bagi pertumbuhan janin, 2) selama proses pembuahan, hormon progesteron berfungsi untuk menurunkan respon kekebalan tubuh untuk mempersiapkan kehamilan, 3) bekerja sama dengan hormon prolaktin, progesteron berfungsi untuk mematangkan payudara agar dapat menghasilkan ASI yang lancar, 4) gairah seksual meningkat melalui hormon ini, 5) membantu perkembangan saraf otak, 6) dan melindungi dan memulihkan kerusakan jaringan otak.

Ovarium adalah salah satu organ reproduksi yang mempunyai peran penting dalam sistem reproduksi wanita. Jika seorang wanita memiliki penyakit di sekitar ovarium yang menyebabkan ovarium pecah salah satunya, maka akan berpengaruh pada kesuburannya. Oleh sebab itu, menjaga agar organ reproduksi tetap sehat juga membantu agar ovarium juga turut sehat dan berfungsi sebagaimana mestinya.