penyebab dan gejala kista ovarium

Sering merasakan nyeri panggul  atau perut kembung? Anda perlu mewaspadai kemungkinan adanya kista ovarium. Kista Ovarium merupakan kantong berisi cairan yang tumbuh pada indung telur atau ovarium  wanita. Penyakit ini biasanya muncul selama masa subur atau selama wanita mengalami menstruasi.

Wanita normal biasanya akan memiliki dua indung telur atau disebut dengan ovarium. Letaknya adalah satu di bagian kanan dan satu lagi di sebelah kiri rahim. Ovarium yang rata-rata memiliki ukuran sebesar biji kemiri ini merupakan bagian dari sistem reproduksi wanita.

Perlu anda ketahui, ovarium berfungsi untuk menghasilkan sel telur setiap bulan mulai dari masa pubertas hingga menopause. Tidak hanya itu, ovarium juga bertugas untuk memproduksi hormone estrogen dan progesterone. Akan tetapi fungsi ovarium kadang bisa saja terganggu, salah satu seperti munculnya kista ini.

Lalu apa saja gejala kista ovarium, penyebab dan bagaimana cara mengatasinya? Untuk informasi lebih jelasnya, simak ulasan lengkapnya di bawah ini :

Gejala Kista Ovarium

Kebanyakan kista pada ovarium berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala dan tidak berbahaya. Sebenarnya kista tersebut bisa menghilang dengan sendirinya tanpa perlu ada pengobatan secara khusus. akan tetapi, jika kista ovarium pecah, maka akan muncul gejala yang serius. 

Kista pada ovarium biasanya akan menunjukkan gejala jika tidak kunjung menghilang dan justru ukurannya semakin membesar. Dalam kondisi seperti ini, biasanya akan ada beberapa gejala yang muncul seperti pasien merasakan nyeri panggul atau perut kembung. Kondisi akan semakin serius jika kista justru pecah atau jaringan ovarium terpelintir sehingga memerlukan penanganan sesegera mungkin. Perlu diwaspadai juga, dalam beberapa kasus tertentu, kista ovarium juga bisa mempengaruhi kesuburan wanita.

Baca juga:  Berikut 3 Fungsi Ovarium Pada Wanita Wajib Tahu

Penyebab Kista Ovarium

Terbentuknya atau penyebab kista ovarium tergantung dari berbagai faktor. Di antaranya bisa berkaitan dengan siklus menstruasi atau bisa juga karena ada pertumbuhan sel yang tidak normal. Meskipun terdapat pertumbuhan sel yang tidak normal, akan tetapi biasanya kista jenis ini bersifat jinak akan tetapi juga bisa berkembang menjadi ganas. 

Berdasarkan penyebabnya, kista pada ovarium ini dibagi menjadi dua jenis yaitu kista ovarium fungsional dan kista ovarium non-fungsional. Kista ovarium fungsional  adalah jenis kista yang terbentuk saat ovarium wanita melepaskan sel telur untuk dibuahi. Jenis kista ini masalah yang paling umum dialami oleh wanita dan biasanya tidak berbahaya.

Sedangkan kista ovarium non-fungsional merupakan jenis kista yang tidak berkaitan dengan fungsi normal siklus haid wanita. Contoh dari kista non-fungsional ini antara lain seperti berikut :

  • Kista dermoid
  • Kistadenoma
  • Endometrioma

Untuk menghindari risiko terkena kista pada ovarium, ada baiknya wanita rutin melakukan pemeriksaan ke dokter khususnya jika menemukan adanya gejala penyakit tersebut. Selain itu, hindari juga makanan penyebab kista ovarium yang bisa meningkatkan risiko terkena penyakit tersebut.

Faktor Risiko Kista Ovarium

Wanita bisa memiliki risiko terkena kista ovarium lebih besar jika memiliki kondisi seperti di bawah ini :

  • Masalah hormonal
  • Kehamilan
  • Endometriosis 
  • Infeksi panggul yang parah
  • Memiliki riiwayat kista sebelumnya

Masalah hormonal menjadi salah satu faktor risiko terbesar yang menyebabkan munculnya penyakit ini. Kista hormonal ini biasanya lebih sering terjadi pada masa subur. Meskipun demikin, kista jenis ini biasanya tidak berbahaya dan akan hilang seiring berjalannya waktu.

Diagnosis Kista Ovarium

Untuk mengetahui apakah wanita memiliki kista ovarium atau tidak, dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan terutama pemeriksaan pelvis. Selain itu ada beberapa pemeriksaan penunjang lainnya di antaranya seperti di bawah ini :

  • Tes kehamilan
  • USG pelvik
  • Laporoskopi
  • Tes darah CA 125

Jika pada pemeriksaan ditemukan adanya tanda-tanda kista pada ovarium, tidak perlu terlalu khawatir. Hal ini karena pasien kista ovarium bisa hamil dan memiliki anak layaknya wanita normal pada umumnya. Meskipun demikian tetap diperlukan penangganan lebih lanjut untuk mengetahui apakah kista termasuk ganas atau tidak.

Penanganan Kista Ovarium

Penanganan pada kista ovarium ini biasanya akan disesuaikan dengan usia pengidap, tipe, dan ukuran dari kista. Tidak hanya itu, penanganan juga didasarkan pada gejala yang ditimbulkan. Jadi jika anda bertanya kista 4cm apakah berbahaya, maka jawabannya adalah sehingga harus segera ditangani dengan tepat. Akan tetapi jika kondisi kista kecil, biasanya dokter hanya menyarankan untuk perawatan sendiri di rumah karena tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya.

Untuk menangani kista ovarium, biasanya dokter akan melakukan beberapa tindakan seperti di bawah ini :

  • Observasi
  • Pemberian obat-obatan seperti kontrasepsi hormonal
  • Tindakan operasi atau pengangkatan kista

Jika ditemukan bahwa kista ovarium pecah, maka diperlukan tindakan sesegera mungkin. Hal ini karena kista yang pecah bisa menyebabkan jaringan ovarium terpelintir sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut. Jika tidak, hal ini bisa berpengaruh terhadap kesuburan wanita. Tidak hanya itu, kista yang pecah juga bisa menyebabkan nyeri hebat dan perdarahan internal pada wanita.

Baca juga:  Berikut 7 Penyebab Kista yang Wajib Anda Ketahui

Pencegahan Kista Ovarium

Hingga saat ini sebenarnya belum ada cara pasti untuk mencegah kista ovarium. Akan tetapi pemeriksaan panggul secara teratur bisa membantu untuk mendeteksi adanya perubahan dalam ovarium. Hal ini membuat kista ovarium bisa terdeteksi sedini mungkin. Tidak hanya itu, cara ini juga bisa menjadi cara mengobati kista ovarium pada remaja agar tidak berkembang dan kondisinya berubah menjadi lebih ganas.

Selain dengan melakukan pemeriksaan panggul secara rutin, wanita juga harus mulai waspada jika mengalami perubahan dalam siklus bulanan. Hal ini biasanya ditandai dengan gejala menstruasi yang tidak biasa dalam beberapa siklus yang merupakan salah satu ciri-ciri dari kista ovarium.

Jika mengalami gejala yang menuju adanya kista pada ovarium, maka ada baiknya segera kunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan. Tindakan ini harus segera anda lakukan jika mengalami gejala yang lebih serius seperti sakit perut atau panggul yang parah secara tiba-tiba serta demam dan muntah. Hal ini juga bisa menjadi pencegah kista ovarium agar tidak berubah menjadi semakin ganas.

Bagi wanita, sangat penting untuk menjaga kesehatan organ reproduksinya. Hal ini untuk menghindari masalah pada organ reproduksi termasuk munculnya kista pada ovarium. Meskipun kebanyakan kista jenis ini tidak berbahaya, akan tetapi jika ukurannya membesar bahkan  sampai pecah, maka diperlukan tindakan yang serius untuk mengatasinya.

Itulah ulasan menarik dan penting seputar kista ovarium yang perlu anda ketahui. Kebanyakan wanita biasanya tidak menyadari jika di dalam ovariumnya terdapat kista. Hal ini karena kista ovarium memang tidak menunjukkan gejala yang berarti. Meskipun demikian, penyakit ini tidak boleh disepelekan. Jadi untuk mencegahnya, selalu jaga pola makan sehat dan lakukan pemeriksaan ke dokter secara berkala untuk mengetahui apakah ada kista atau tidak di ovarium. Hal ini juga berpengaruh terhadap kesuburan wanita sehingga tidak boleh dianggap remeh.