Program Bayi Tabung, Yuk Kenali Prosesnya!

Kemajuan teknologi di bidang kedokteran semakin tahun semakin mempermudah kehidupan manusia. Mulai dari transplantasi jantung, ginjal, dan juga program bayi tabung. Proses-proses bayi tabung dimulai dari cara mengambil sperma untuk program tersebut, pengambilan telur, dan masih banyak lagi.

Bayi tabung adalah bayi yang dihasilkan dari proses pembuahan sel telur oleh sel sperma di laboratorium atau in vitro fertilization (IVF). Proses bayi tabung sangat membantu orang-orang yang memiliki masalah pada kesuburan dan sulit mempunyai anak serta bisa menjadi pilihan bagi Anda dan pasangan.

Para pasangan melihat proses bayi tabung seperti jalan pintas agar cepat hamil. Tapi pada kenyataannya, proses bayi tabung memakan waktu cukup panjang dan perlu persiapan matang. Biar Anda tidak penasaran tentang program ini, berikut cara membuat bayi tabung yang wajib Anda ketahui.

1. Mengetahui Siklus Menstruasi

mengetahui siklus menstruasi
Source: Freepik

Sebelum memulai program bayi tabung atau IVF, Anda wajib mengetahui bagaimana siklus menstruasi terlebih dahulu. Dokter akan menyarankan Anda untuk mengkonsumsi pil menstruasi sebelum melakukan program ini karena pil kontrasepsi dapat meningkatkan persentase kesuksesan dari program bayi tabung ini.

Selanjutnya, pil ini dapat menurunkan risiko beberapa penyakit seperti kista ovarium dan sindrom hiperstimulasi. Sayangnya, tidak semua dokter mau dan biasa merekomendasikan hal ini.

Dokter biasanya memberikan obat antagonis GnRH (Ganirelix) atau agonis GnRH (Lupron) ketika masa subur sebelum menstruasi. Obat suntik ini memungkinkan dokter untuk mengontrol penuh siklus masa subur dan ovulasi Anda pada saat memulai program bayi tabung.

Baca JugaCiri Embrio Bayi Tabung Berkualitas yang Perlu Anda Ketahui

2. Pemantauan dan Stimulasi Ovarium

Pemantauan dan Stimulasi Ovarium
Source: Freepik

Ovarium akan memproduksi hanya satu sel telur jika siklus ovulasi Anda normal setiap bulan. Obat yang disuntikkan pada Anda akan beraksi untuk mendorong folikel di dalam ovarium dan memproduksi sel telur lebih banyak.

Obat tersebut bertujuan untuk meningkatkan jumlah telur  yang diproduksi oleh ovarium. Semakin banyak sel telur yang bisa dokter ambil dan sperma buahi, semakin besar juga kesempatan Anda untuk memperoleh keturunan. 

Selama stimulasi ovarium tersebut, dokter akan memantau kadar estrogen dan perkembangan folikel dengan cara melakukan tes darah dan USG tiap beberapa hari.

3. Pematangan Telur dalam Ovarium

Pematangan Telur dalam Ovarium
Source: Freepik

Sel telur harus berkembang terlebih dahulu sebelum adanya proses pengambilan. Oleh karena itu, dokter akan menyuntikkan human chorionic gonadotropin (hCG) untuk memicu pematangan telur.

Dokter akan ekstra hati-hati dalam tahap ini, karena pemberian suntikan diwaktu yang tidak tepat akan menyebabkan sel telur tidak cukup matang atau jika terlalu lama, telur akan terlalu tua sehingga tidak bisa berbuah dengan baik.

4. Pengambilan Telur

Pengambilan Telur
Source: Freepik

Proses bayi tabung selanjutnya adalah pengambilan telur yang akan Anda lakukan setelah 34-36 jam mendapatkan suntikan hCG. Proses ini menggunakan proses USG transvaginal dalam pengambilan telur.

Setelah dokter mengambil telur, dokter atau petugas kesehatan akan membawa telur tersebut ke laboratorium embriologi untuk segera melakukan proses pembuahan. Setelah tahap ini, Anda akan beristirahat dalam beberapa jam. 

Baca JugaFaktor Pendukung Keberhasilan Bayi Tabung yang Perlu Diketahui

5. Pengambilan Sperma

Pengambilan Sperma
Source: Freepik

Setelah itu, Cara membuat bayi tabung yang ke-5 adalah pengambilan sperma untuk membuahi sel telur yang telah diambil. Bagaimana caranya pengambilan sperma untuk bayi tabung? Caranya yaitu dokter atau petugas kesehatan akan meminta pasangan Anda untuk memberikan sampel air mani dengan cara masturbasi.

Dilansir dari detikHealth, pengambilan sampel ini sudah dipermudah oleh salah satu rumah sakit di Jakarta. Rumah sakit tersebut menyediakan ruangan khusus untuk mengeluarkan sperma, yakni tempat untuk mengeluarkan sperma secara sendiri atau bersama Istri.

Pasangan Anda jika tidak bisa mengeluarkan sel mani secara mandiri, dokter akan menyarankan untuk melakukan prosedur operasi agar proses pengambilan sperma berjalan dengan lancar. Dokter atau petugas kesehatan yang sudah mendapatkan sel sperma tersebut akan membawa ke laboratorium. 

6. Pembuahan Telur

Pembuahan Telur
Source: Freepik

Proses program bayi tabung selanjutnya adalah pembuahan telur. Dokter akan memilih telur terbaik dari organ reproduksi Anda dan memisahkan sperma dari hal lain pada air mani serta memilih bibit yang paling unggul.

Dokter akan menempatkan sperma dan telur pilihan tersebut pada wadah khusus yang kemudian akan melalui proses inkubasi di laboratorium. Pembuahan sperma dan telur tersebut memakan proses selama kurang lebih 12-24 jam.

Lalu bagaimana dengan pasangan Anda yang memiliki kualitas sperma kurang bagus? Dokter akan menyuntikkan langsung ke telur yang matang alias intracytoplasmic sperm injection (ICSI)

7. Pemindahan Embrio ke dalam Rahim

Pemindahan Embrio ke dalam Rahim
Source: Freepik

Setelah sperma berhasil membuahi telur, dokter akan menyimpan telur tersebut selama 3-5 hari ke dalam wadah khusus sebelum memindahkan ke dalam rahim Anda.

Petugas kesehatan atau dokter akan memindahkan telur yang sudah dibuahi(embrio) pada hari ke-5 setelah pembuahan dan Anda akan menerima obat hormone progesterone untuk membantu dinding rahim dalam keadaan siap.

Pemindahan embrio menggunakan tabung tipis yang berisikan cairan embrio dan dokter akan memasukkan ke dalam serviks Anda. Jumlah embrio biasanya berjumlah 2-5 tergantung dari kualitas embrio itu sendiri.

Setelah mengetahui proses program bayi tabung, saatnya Anda mengetahui berapa besar biaya program ini. Jadi, Anda dan pasangan bisa segera menabung terlebih dahulu.

Biaya Program Bayi Tabung

Setelah tahu rumitnya proses cara membuat bayi tabung, maka Anda dan pasangan juga harus tahu biaya pada program ini. Proses ini bisa Anda dan pasangan lakukan tidak hanya di rumah sakit, tetapi juga bisa di klinik yang telah terpercaya.

Klinik yang tersebar di kawasan Jakarta sudah bisa melakukan program bayi tabung. Harga dan kualitas yang ditaksir juga cukup bersaing dengan rumah sakit, yaitu sekitar : Rp 30 juta-Rp 60 jutaan.

Rumah sakit menetapkan harga yang bervariasi tergantung dari teknologi dan fasilitas yang memadai. Proses yang dari hulu ke hilirnya membutuhkan waktu yang lama dan fasilitas yang harus memadai ini berkisar dari Rp 30 juta – Rp 70 jutaan.

Harga tersebut belum termasuk konsultasi, USG, dan tindakan lain yang mungkin diperlukan dari proses program bayi tabung ini.

Banyak yang bertanya tentang hukum anak bayi, apakah anak kandung? bisakah mendapatkan hak waris? Ketahui jawabannya di bawah ini.

Apakah Bayi Tabung merupakan Anak Kandung?

Pertanyaan yang cukup membingungkan orang-orang karena para pasangan memerlukan bantuan untuk mengandung serta dianggap sebagai jalan pintas dalam memiliki momongan.

Dilansir dari hukumonline.com, anak dari program bayi tabung adalah anak kandung suami istri itu sendiri. Ditambah dalam hukum waris termasuk ke dalam ahli waris golongan 1 yang diatur dalam Pasal 852 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata : 

“Anak-anak atau keturunan-keturunan, sekalipun dilahirkan dan berbagai perkawinan, mewarisi harta peninggalan para orangtua mereka, kakek dan nenek mereka, atau keluarga-keluarga mereka selanjutnya dalam garis lurus ke atas, tanpa jenis kelamin atau kelahiran yang lebih dahulu.”

Jadi, dapat dipastikan bahwa bayi yang dihasilkan dari program bayi tabung merupakan anak kandung yang sah serta memiliki hak waris dan diatur oleh undang-undang di Indonesia. Anda dan pasangan sudah tidak perlu khawatir lagi ya untuk hal ini.

Itulah berbagai macam proses program bayi tabung, mulai dari cara mengambil sperma untuk program bayi tabung, bagaimana cara pengambilan sperma, biaya yang diperlukan dan hukum yang mengatur bayi yang dihasilkan bayi tabung.