proses bayi tabung

Proses bayi tabung adalah salah satu upaya untuk memperoleh keturunan dengan cara mencampurkan sel telur oleh sel sperma agar pembuahan bisa terjadi di luar tubuh perempuan. Hal ini sebagai solusi bagi pasangan yang mengalami gangguan kesuburan atau kondisi tertentu sehingga sulit menghasilkan keturunan. Berikut ini 5 proses membuat bayi tabung yang harus Anda ketahui!

Proses Bayi Tabung

Terdapat 5 tahap proses membuat bayi tabung, yakni induksi ovulasi, pengambilan telur, pengambilan sperma, pembuahan, dan transfer embrio. Berikut ini adalah uraiannya.

1. Induksi Ovulasi

proses bayi tabung

Induksi ovulasi adalah pemberian obat-obatan untuk merangsang ovulasi pada perempuan. Hal ini dilakukan sebagai terapi hormonal yang menstimulasi perkembangan dan pelepasan sel telur. Obat-obatan yang digunakan untuk induksi ovulasi sebagai berikut.

  • Follicle-stimulating hormone (FSH), luteinizing hormone (LH), atau kombinasi antara keduanya untuk merangsang indung telur (ovarium).
  • Human chorionic gonadotropin (hCG), biasanya diberikan sekitar 8–14 hari setelah suntikan perangsang indung telur (ovarium). Jika sel telur sudah siap untuk diambil, obat ini berfungsi untuk membantu proses pematangan sel telur.
  • Untuk mencegah sel telur lepas lebih cepat dari indung telur diperlukan obat penekan ovulasi prematur.
  • Selanjutnya, untuk mempersiapkan dinding rahim menjadi tempat penempelan embrio dibutuhkan suplemen hormon progesterone yang diberikan saat hari pengambilan sel telur.

Secara umum sebelum sel telur dapat diambil, induksi ovulasi memerlukan waktu kurang lebih 1–2 minggu. Selama proses ini, pasien harus mau menjalani USG transvaginal untuk memastikan pertumbuhan sel telur dan tes darah untuk memastikan ketepatan kadar hormon estrogen dan progesteron. Proses membuat bayi tabung akan ditunda jika terjadi ovulasi prematur dan pertumbuhan sel telur rendah atau terlalu tinggi.

2. Pengambilan Telur

Sekitar 34–36 jam setelah suntikan hormon terakhir dan sebelum ovulasi, proses pengambilan telur dilakukan baru dilakukan. Sebelum proses ini dilakukan, dokter akan memberikan obat penenang dan anti nyeri kepada pasien untuk mengurangi rasa sakit yang muncul selama proses pengambilan telur berlangsung.

Tahapan dalam proses pengambilan telur adalah sebagai berikut:

  • Dengan panduan USG transvaginal, sel telur akan diambil dari rahim menggunakan jarum kecil. Jika tidak memungkinkan dengan cara tersebut, dokter akan menyayat sebesar lubang kunci di dinding perut kemudian memasukkan jarum kecil dengan panduan USG abdomen.
  • Selama 20 menit jarum tersebut akan menyedot beberapa sel telur. Telur yang sudah matang akan disimpan di inkubasi yang berisi media khusus untuk dibuahi sperma yang sudah ada di dalamnya.

3. Pengambilan Sperma

proses bayi tabung

Sampel sperma didapat dari pasien pria dengan cara masturbasi. Jika pasien tidak dapat melakukan masturbasi, sperma akan diambil langsung dari testis dengan menggunakan jarum.

4. Pembuahan

Proses pembuahan dilakukan melalui 2 cara, yaitu sebagai berikut.

  • Inseminasi: Proses inseminasi dilakukan semalaman dengan cara mencampurkan sperma dan sel telur yang sehat dalam inkubator hingga menjadi embrio.
  • Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI): Proses ICSI umumnya dilakukan apabila kualitas sperma pria sedikit, adanya gangguan pada pergerakan sperma, atau proses inseminasi yang gagal. Proses ini dilakukan dengan cara menyuntikkan sperma sehat ke dalam sel telur.

5. Transfer Embrio

proses bayi tabung

Tahap terakhir ini dari proses membuat bayi tabung adalah transfer embrio. Proses ini dilakukan kurang lebih 3–5 hari setelah proses pengambilan telur saat embrio sudah mulai berkembang. Berikut ini tahapan dalam proses transfer embrio:

  • Pertama-tama, pasien akan dibius ringan agar tidak merasa nyeri. Efek dari bius ini terkadang pasien merasa kram perut.
  • Dokter memasukkan selang kateter (fleksibel) dari vagina menuju rahim.
  • Embrio disuntikkan melalui selang kateter.

Proses ini dianggap berhasil jika embrio tertanam di dinding rahim selama kurang lebih 6–10 hari setelah embrio ditransfer ke dalam rahim.

Itulah 5 proses bayi tabung yang harus Anda ketahui. Perlu diingat bahwa tidak selalu proses berhasil dalam satu kali saja. Oleh sebab itu, Anda harus sabar dalam proses ini dan tidak berekspektasi terlalu tinggi. Carilah klinik yang terpercaya dan berpengalaman seperti Morula IVF yang merupakan klinik fertilitas sejak tahun 1997 dengan angka kehamilan tertinggi sebesar 72%.