proses spermatogenesis

Dalam testis pria, akan terjadi proses spermatogenesis terkait dengan terbentuknya sperma. Sebagian dari kita mungkin menyangka bahwa sperma adalah cairan berwarna putih kental yang keluar dari penis pria. Namun, hal tersebut adalah air mani, sedangkan sperma sendiri merupakan bagian dari cairan tersebut yang dapat dilihat menggunakan mikroskop. 

Fungsi dari sperma tersebut adalah untuk membuahi sel telur (ovum) yang kemudian membentuk zigot, cikal bakal janin yang dikandung wanita. Sebelum itu terjadi, dalam testis terlebih dahulu terjadi sebuah rangkaian bernama proses spermatogenesis. Apa dan bagaimana proses tersebut?

Yang Perlu Diketahui Tentang Spermatogenesis

proses spermatogenesis

Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sel sperma di dalam testis yang secara istilah berasal dari dua kata, yaitu spermato yang artinya benih dan genesis yang berarti pembelahan. Untuk terjadinya spermatogenesis sendiri, simak penjelasannya berikut ini:

Sel sperma dalam tubuh pria diproduksi di tubulus seminiferus yang ada pada testis. Pada dinding tubulus itu terdapat banyak sel yang tersebar secara acak dan disebut sel Sertoli. Sertoli kemudian memiliki peranan memberi makan sel sperma yang belum matang.

Saat sel sperma telah matang atau dalam istilah disebut dengan spermatogonia, sel induk sperma atau spermatogonium kemudian memperbanyak diri dengan cara mitosis dan meiosis. Dari spermatogonium itulah, sel sperma selanjutnya berubah menjadi spermatosit primer secara mitosis. Kemudian, spermatosit primer membelah secara meiosis dan menjadi spermatosit sekunder dengan ukuran yang sama.

proses spermatogenesis

Dengan tahapan meiosis kedua itulah, spermatosit sekunder membelah diri lagi ke dalam empat spermatid dengan ukuran juga bentuk yang sama. Spermatid adalah tahap akhir sebelum akhirnya berubah menjadi sel sperma yang matang atau spermatozoa yang siap dikeluarkan bersama dengan air mani saat seorang pria ejakulasi.

Untuk waktu atau periode yang dibutuhkan sendiri adalah pada satu sel benih yang belum matang membutuhkan waktu hingga 74 hari hingga mencapai kematangan akhir. Selama proses berlangsung, terdapat lebih dari 300 juta spermatozoa yang akan diproduksi setiap hari. Namun, dari jumlah yang banyak itu, diperkirakan hanya ada sekitar 100 juta sel sperma yang berhasil matang dengan sempurna pada proses akhirnya.

Bentuk Sperma

proses spermatogenesisApakah Anda bertanya bagaimanakah bentuk dan ukuran dari sperma itu? Sperma yang sudah matang memiliki kepala dengan bentuk lonjong juga datar, serta ekor yang bergelombang. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sperma tersebut tidak dapat dilihat dengan mata telanjang karena ukurannya yang sangat kecil, yaitu sekitar 0,05 millimeter dari kepala hingga ekornya.

Pada bagian kepala sperma terdapat kromosom dan memiliki struktur badan yang bernama akrosom. Dalam akrosom tersebut terkandung enzim hialuronidase dan proteinase yang berfungsi untuk menembus lapisan sel telur. Di bagian tengah akrosom sendiri terdapat mitokondria kecil yang berperan menyediakan energi untuk menggerakkan ekor sperma.

Karena peranan sperma yang penting dan merupakan tanda kesuburan pria itulah, kita harus senantiasa memperhatikan kesehatan. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah:

Itulah informasi mengenai spermatogenesis dan semua hal yang dapat membantu proses spermatogenesis. Tujuannya untuk menghasilkan sperma yang lebih berkualitas. Uraian ini mengingatkan kita untuk selalu menjaga kesehatan, termasuk bagian reproduksi terutama bagi Anda yang ingin segera memiliki buah hati. Untuk informasi dan konsultasi mengenai program kehamilan, segera hubungi morula ivf.co.id.