Logo Morula
Kembali

Mengenal Endometriosis dan mengetahui cara penangannya

/media/images/2019/articles/endometriosis.jpg

Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim. Jaringan yang disebut endometrium ini dapat tumbuh di indung telur, usus, tuba falopi (saluran telur), vagina, atau di rektum (bagian akhir usus yang terhubung ke anus).


Meski tumbuh di luar rahim, jaringan endometrium masih melakukan siklus normal seperti halnya ketika tumbuh di dalam rahim. Jaringan akan menebal kemudian luruh menjadi darah saat periode menstruasi berjalan.


Akan tetapi karena tumbuh di luar rahim, maka jaringan ini terjebak dan darah yang luruh tidak bisa dikeluarkan dari tubuh.


Endometriosis bisa mengakibatkan terjadinya kista pada ovarium yang disebut endometrioma. Bila ini terjadi, jaringan di sekitarnya bisa ikut cedera dan membentuk jaringan parut sehingga menjadikan organ lengket dan saling menempel.


Endometriosis dapat menyebabkan masalah kesuburan wanita dan sakit luar biasa saat haid. Penyakit ini juga bisa memengaruhi indung telur, usus, serta jaringan pada tulang panggul.


Penyebab dan Gejala Endometriosis



Endometriosis diduga terkait dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, atau aliran darah menstruasi yang berbalik arah.


Gejala Endometriosis

• Nyeri hebat saat haid.

Bila Anda menderita penyakit ini, Anda akan mengalami nyeri hebat saat haid. Dan sakitnya tidak akan berkurang meski telah minum obat. Rasa sakitnya bisa menyebar hingga ke punggung dan menyebabkan kram parah di perut hingga Anda sama sekali tak bisa bergerak. Biasanya, nyeri hebat akan muncul sebelum haid hingga beberapa hari setelah haid.

• Sakit saat buang air.

Penyakit yang menyerang rahim ini terkadang juga bisa memengaruhi sistem sekresi di usus. Akibatnya, terjadi pembengkakan di area usus dan kandung kemih. Hal ini membuat Anda merasakan sakit saat buang air kecil maupun buang air besar. Endometriosis juga bisa menyebabkan sembelit dan diare disertai darah di feses.

• Sakit ketika berhubungan intim.

Salah satu gejala pengidap endometriosis ialah sakit ketika berhubungan seksual. Rasa sakit ini bergantung pada letak endometriosis berada. Jika penyakit ini terjadi di belakang vagina dan di bagian terendah rahim yang memengaruhi saraf atau ikatan di rahim, penderitanya akan mengalami sakit luar biasa saat penetrasi. Pada kasus yang parah, perempuan bisa merasakan sakit meski sudah selesai berhubungan, bahkan hingga beberapa hari setelahnya.

• Perdarahan.

Endometriosis bisa menyebabkan penderitanya mengalami perdarahan hebat saat haid. Seringkali, darah yang keluar mengandung gumpalan sehingga Anda terpaksa mengganti pembalut lebih sering saking banyaknya darah yang keluar. Kadang, penderitanya juga bisa mengeluarkan darah meski sedang tidak menstruasi.

• Mual dan mudah merasa lelah.

Kelelahan luar biasa dan rasa mual hingga muntah-muntah sebelum haid datang menjadi salah satu gejala penyakit ini.

• Subfertilitas atau susah hamil.

Menurut sebuah penelitian, endometriosis bisa memengaruhi kesuburan seorang perempuan. Sering terjadi, seorang wanita tidak tahu bahwa dirinya menderita penyakit ini hingga ia menyadari bahwa dirinya susah hamil dan memeriksakan diri ke dokter.

Penanganan Endometriosis


Perawatan penyakit ini harus melalui pemeriksaan lengkap dari dokter. Dengan pemeriksaan secara menyeluruh, dapat dipastikan perawatan apa yang paling sesuai untuk Anda. Berikut ini adalah beberapa cara penanganan endometriosis.

• Obat penghilang nyeri. Obat ini biasanya digunakan untuk meredakan sakit yang dialami ketika haid, namun pada kasus yang parah obat ini menjadi tidak efektif.

• Terapi hormon. Mengkonsumsi obat hormon bisa meredakan rasa nyeri dan menghambat pertumbuhan jaringan endometriosis. Terapi ini juga membantu menjaga perubahan hormon lebih teratur setiap bulan, sehingga dapat mencegah terjadinya pertumbuhan jaringan endometrium.

• Kontrasepsi hormon. Metode pengobatan yang satu ini menurunkan tingkat kesuburan wanita dan mencegah pertumbuhan jaringan endometrium.

• Menghambat produksi estrogen dengan GRNH. Hormon estrogen diyakini sebagai salah satu pemicu terjadinya endometriosis. Salah satu penanganan penyakit ini ialah dengan mengkonsumsi obat untuk mengurangi produksi estrogen. Obat ini juga mencegah menstruasi dan menciptakan menopause dini.

• Operasi konservatif. Operasi ini bertujuan untuk menghilangkan atau menghancurkan sel jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim tanpa merusak organ reproduksi.

• Histerektomi (pengangkatan rahim). Operasi adalah jalan terakhir jika kondisi penderita tak kunjung membaik dengan perawatan sebelumnya atau malah bertambah parah. Operasi ini akan mengangkat rahim secara keseluruhan beserta indung telur yang memproduksi estrogen. Efek sampingnya, histerektomi akan membuat pasien tidak bisa punya anak selamanya.


Kenali gejala penyakit sedini mungkin agar bisa dilakukan tindakan medis secepatnya. Temui dokter dan konsultasikan perawatan yang paling sesuai untuk kasus yang Anda alami. Semoga artikel ini bermanfaat.


Dengan mendaftar di Morula IVF, Anda akan mendapatkan
informasi terbaru tentang bayi tabung dan bisa berkonsultasi
gratis dengan kami.
Daftar Sekarang
Pudah punya akun?

Masuk ke Akun Anda

Lupa Akun Anda?

Link reset password telah dikirim ke alamat email Anda.

Email tidak masuk? Kirim ulang disini!

Password Anda berhasil diubah.

silakan login kembali

Buat Sandi Baru

Buat Sandi Baru

Daftarkan Akun Anda

Silahkan menunggu

Punya pertanyaan?

Jangan ragu, kami akan menghubungi Anda

Ajukan untuk dihubungi