Tanya Kami

Pertanyaan Yang Sering Diajukan

Menurut kamus kedokteran Merriam Webster bahwa ketidak-suburan diartikan sebagai ketidak mampuan pasangan suami istri mencapai kehamilan setelah selama 1 tahun lebih berhubungan secara alami tanpa penggunaan alat kontrasepsi. Wanita yang berhasil hamil namun kemudian mengalami keguguran dapat juga digolongkan tidak subur. Hal ini disebabkan organ reproduksi tidak berfungsi secara normal. Pada pria hal ini dapat disebabkan karena minimnya kuantitas dan kualitas sperma, sedangkan pada wanita dapat disebabkan tersumbatnya saluran rahim atau dikarenakan jumlah dan kualitas sel telur yang dihasilkan.

Data statistik menyebutkan bahwa:

1. Sepertiga kasus ketidaksuburan berasal dari pihak wanita, misalnya disebabkan tidak teraturnya siklus haid atau dikarenakan penyumbatan pada saluran ovarium menuju rahim.

2. Sepertiga kasus berasal dari pihak pria, sebagai contoh disebabkan kualitas sperma yang tidak baik dalam bentuk dan kelincahan pergerakan, sedikitnya jumlah atau tidak ada sama sekali sperma, dan disfungsi ereksi.

3. Sepertiga kasus disebabkan oleh kombinasi antara yang dialami oleh pria dan wanita yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya lebih lanjut.

Terdapat juga kondisi yang disebut sebagai infertilitas sekunder, dimana pasien mengalami kesulitan untuk hamil untuk kedua kalinya, kendati pasien sudah memiliki anak dari kehamilan sebelumnya.

Ketidaksuburan pada wanita dapat berhubungan dengan masalah ovulasi, hambatan saat konsepsi antara sel telur dengan sel sperma, kesulitan pada tahap pembuahan, sedikitnya hormon yang diperlukan untuk terjadinya konsepsi, penyimpangan sistem hormon, atau kombinasi dari hal tersebut diatas. Diperlukan diagnosa mendalam untuk menentukan faktor-faktor yang menyebabkan ketidaksuburan.

Sejalan dengan bertambahnya usia, derajat kesuburan seseorang justru sebaliknya cenderung disebabkan faktor kekuatan fisik. Ketika seorang wanita memasuki usia menopause, secara normal kehamilan sangat sulit terjadi terkecuali dengan mungkin bantuan perawatan kesuburan. Memasuki masa menopause, ovarium mulai berhenti memproduksi sel telur hingga kemudian berhenti sama sekali.

Beberapa hal yang mungkin terjadi pada wanita seiring bertambah usianya:

1. Semakin sedikit jumlah sel telur yang dihasilkan, hingga sama sekali nol produksi

2. Kualitas sel telur dalam ovaruim menurun.

3. Kemampuan telur untuk dibuahi menurun, sehinga memperkecil peluang terjadinya pembuahan. Hal ini kemungkinan dapat menyebabkan terjadinya infeksi panggul, rahim fibroid atau polip.

4. Perubahan hormon yang menyebabkan sulit terjadinya untuk ovulasi.

5. Meningkatnya kemungkinan keguguran pada kehamilan.

6. Kondisi kesehatan secara umum juga menurun. Tekanan darah tinggi dan diabetes mempengaruhi kemampuan anda berhasil hamil, selama masa kehamilan, atau untuk mendapatkan status kehamilan yang sehat.

Usia jauh dibawah 35 tahun, dan tidak mempunyai masalah kesehatan yang mempengaruhi kesuburan, seharusnya menjadi waktu yang terbaik untuk bertemu dengan seorang dokter konsultan kesuburan, disebut juga sebagai ahli endokrinologi reproduksi, untuk mengikuti pengobatan ketidaksuburan yang dialami.

Jika usia anda diatas 35 tahun dan memilki pengetahuan medis, segera temui dokter Morula IVF Jakarta jika anda tidak berhasil hamil juga kendati telah melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi selama enam bulan lebih.

Tanyakan kepada kami jika Anda memiliki pertanyaan?