Semua Artikel

Amankah Menggunakan Deodoran Saat Hamil?

Hamzah
30 Jun 2025
Share Facebook Twitter WhatsApp
Amankah Menggunakan Deodoran Saat Hamil?

Banyak Moms mulai lebih waspada terhadap produk yang digunakan sehari-hari saat hamil, termasuk deodoran. Pertanyaannya, apakah memakai deodoran saat hamil benar-benar aman? Apakah ada bahan yang perlu dihindari? Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak—karena keamanan tergantung pada kandungan di dalam produk tersebut dan cara penggunaannya. Yuk, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini agar Moms bisa […]

Banyak Moms mulai lebih waspada terhadap produk yang digunakan sehari-hari saat hamil, termasuk deodoran. Pertanyaannya, apakah memakai deodoran saat hamil benar-benar aman? Apakah ada bahan yang perlu dihindari? Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak—karena keamanan tergantung pada kandungan di dalam produk tersebut dan cara penggunaannya. Yuk, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini agar Moms bisa tetap merasa segar tanpa rasa khawatir.

Perubahan Tubuh Selama Kehamilan dan Keringat

Selama hamil, tubuh mengalami lonjakan hormon yang menyebabkan produksi keringat meningkat. Inilah alasan mengapa sebagian Moms merasa lebih cepat berkeringat dari biasanya, terutama di trimester pertama dan ketiga. Ditambah lagi, peningkatan volume darah dan suhu tubuh bisa memicu aroma tubuh menjadi lebih tajam. Deodoran dan antiperspiran menjadi solusi praktis untuk mengontrol bau dan keringat berlebih. Tapi, kandungan di dalamnya perlu diperhatikan.

Baca juga: Bau Badan Saat Hamil, Normal atau Perlu Diwaspadai?

Perbedaan Deodoran dan Antiperspiran

Sebelum masuk ke topik keamanan, penting untuk memahami perbedaan keduanya:

  • Deodoran bekerja menghilangkan bau badan, biasanya dengan membunuh bakteri penyebab bau.

  • Antiperspiran menekan produksi keringat dengan menggunakan bahan aktif seperti aluminium chloride atau aluminium zirconium.

Sebagian besar produk di pasaran mengandung kombinasi dari keduanya, sehingga penting untuk membaca label dengan seksama.

Kandungan Deodoran yang Perlu Diwaspadai Saat Hamil

Deodoran Saat Hamil?

Sumber gambar: iStock

Beberapa bahan aktif yang umum ditemukan dalam deodoran patut diperhatikan oleh Moms selama masa kehamilan:

Aluminium

  • Digunakan dalam antiperspiran untuk menyumbat pori keringat.
  • Studi sejauh ini belum menunjukkan risiko pasti, namun beberapa ahli menyarankan mengurangi paparan logam berat selama kehamilan sebagai langkah pencegahan.

Paraben

  • Pengawet yang bisa ditemukan dalam berbagai produk kosmetik.
  • Ada kekhawatiran paraben bisa mengganggu sistem endokrin, sehingga banyak Moms memilih produk bebas paraben.

Phthalates

  • Digunakan untuk mengikat wewangian agar lebih tahan lama.
  • Beberapa penelitian mengaitkannya dengan gangguan hormon, meski masih perlu studi lebih lanjut.

Fragrance atau parfum sintetis

  • Dapat memicu iritasi kulit dan alergi, terutama pada kulit Moms yang lebih sensitif saat hamil.

Baca juga: Phthalates: Pengaruhnya terhadap Kehamilan dan Kesehatan Ibu Hamil

Apakah Deodoran Alami Lebih Aman?

Deodoran alami kini jadi pilihan banyak Moms. Biasanya mengandung bahan-bahan seperti:

  • Baking soda

  • Minyak kelapa

  • Essential oils (lavender, tea tree, chamomile)

  • Shea butter

Produk alami memang cenderung menghindari bahan kimia keras, tetapi tidak semua cocok untuk kulit sensitif. Sebaiknya lakukan patch test terlebih dahulu.

Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil Pakai Parfum? Ini Penjelasannya

Tips Memilih Deodoran Aman Saat Hamil

Berikut beberapa tips agar Moms bisa tetap nyaman tanpa rasa khawatir:

  • Pilih produk yang berlabel “bebas aluminium”, “bebas paraben”, dan “fragrance-free”.

  • Hindari produk dengan daftar bahan yang terlalu panjang atau tak dikenal.

  • Coba deodoran berbahan dasar alami jika kulit tidak sensitif terhadap bahan seperti baking soda.

  • Konsultasikan dengan dokter jika memiliki riwayat alergi atau masalah kulit tertentu.

  • Jangan gunakan deodoran pada kulit yang terluka atau iritasi.

Secara umum, menggunakan deodoran saat hamil tergolong aman jika Moms memilih produk dengan kandungan yang tidak membahayakan. Hindari bahan seperti aluminium, paraben, dan phthalates jika ingin bermain aman. Produk alami bisa jadi alternatif, tapi tetap perlu dicoba dulu untuk memastikan tidak menimbulkan iritasi. Selama Moms cermat dan memilih sesuai kebutuhan, tetap wangi dan nyaman selama kehamilan bukan hal yang mustahil.

Untuk informasi lebih mendalam mengenai kesehatan sistem reproduksi, program kehamilan, atau solusi untuk masalah infertilitas, dokter-dokter di Morula IVF Indonesia siap membantu. Klinik fertilitas Morula IVF menawarkan konsultasi yang komprehensif dan profesional serta berbagai teknologi canggih seperti Inseminasi Buatan, Bayi Tabung, dan lainnya. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, Morula IVF memiliki tim spesialis kandungan yang berdedikasi untuk mendukung Moms & Dads dalam usaha memiliki anak yang sehat. Hubungi Morula IVF melalui website resmi atau secara langsung untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan konsultasi. 

Referensi:

Share Facebook Twitter WhatsApp

Artikel Terkait

Masa Kehamilan Ketahuilah 5 Jamu yang Dilarang Untuk Ibu Hamil

Ketahuilah 5 Jamu yang Dilarang Untuk Ibu Hamil

Admin
11 Dec 2025

Setiap ibu hamil harus mengetahui jamu yang dilarang untuk ibu hamil. Pasalnya, jamu adalah salah satu minuman tradisional kesehatan yang banyak dikonsumsi untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Obat herbal ini…

Selengkapnya
Masa Kehamilan Apa Itu Pregnancy Nose? Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Pregnancy Nose? Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Hamzah
10 Dec 2025

Selama masa kehamilan, tubuh Moms mengalami berbagai perubahan yang sering kali mengejutkan. Salah satu perubahan yang mungkin belum banyak diketahui adalah pregnancy nose. Istilah ini merujuk pada perubahan bentuk atau…

Selengkapnya
Masa Kehamilan Oksitosin: Hormon Cinta dan Perannya dalam Tubuh

Oksitosin: Hormon Cinta dan Perannya dalam Tubuh

Hamzah
09 Dec 2025

Oksitosin sering disebut sebagai “hormon cinta” karena perannya dalam ikatan emosional dan interaksi sosial. Namun, hormon ini memiliki fungsi lebih dari sekadar memengaruhi perasaan. Oksitosin adalah hormon penting yang membantu…

Selengkapnya