Semua Artikel

Kromosom yang Menentukan Jenis Kelamin: Bagaimana Genetika Menentukan Bayi Laki-Laki atau Perempuan?

Hamzah
24 Nov 2025
Share Facebook Twitter WhatsApp
Kromosom yang Menentukan Jenis Kelamin: Bagaimana Genetika Menentukan Bayi Laki-Laki atau Perempuan?

Tahukah Anda bahwa jenis kelamin seorang bayi ditentukan sejak tahap awal pembuahan? Proses ini terjadi melalui peran kromosom tertentu yang disebut “kromosom seks.” Pada manusia, kromosom yang menentukan jenis kelamin disebut kromosom X dan Y, yang keduanya berperan penting dalam mempengaruhi apakah seorang anak akan lahir sebagai laki-laki atau perempuan. Artikel ini akan mengulas lebih […]

Tahukah Anda bahwa jenis kelamin seorang bayi ditentukan sejak tahap awal pembuahan? Proses ini terjadi melalui peran kromosom tertentu yang disebut “kromosom seks.” Pada manusia, kromosom yang menentukan jenis kelamin disebut kromosom X dan Y, yang keduanya berperan penting dalam mempengaruhi apakah seorang anak akan lahir sebagai laki-laki atau perempuan. Artikel ini akan mengulas lebih dalam mengenai peran kromosom X dan Y, perbedaan antara kromosom laki-laki dan perempuan, serta faktor-faktor genetik lainnya yang dapat mempengaruhi jenis kelamin bayi.

Apa Itu Kromosom yang Menentukan Jenis Kelamin?

Setiap manusia memiliki total 23 pasang kromosom di dalam sel-sel tubuhnya, yang berfungsi sebagai pembawa informasi genetik. Dari keseluruhan kromosom tersebut, sepasang kromosom yang menentukan jenis kelamin disebut kromosom seks, yaitu kromosom X dan Y. Kombinasi dari kromosom X dan Y inilah yang menjadi dasar penentuan jenis kelamin seseorang.

  • Kromosom X: Dimiliki oleh semua orang, baik laki-laki maupun perempuan. Wanita memiliki dua kromosom X (XX), sedangkan pria memiliki satu kromosom X yang diperoleh dari ibu.
  • Kromosom Y: Hanya ditemukan pada laki-laki dan diwariskan secara eksklusif dari ayah. Kromosom Y ini memuat gen khusus yang mendorong perkembangan karakteristik pria.

Pada tahap awal pembuahan, ibu selalu memberikan kromosom X. Sementara itu, ayah dapat memberikan kromosom X atau Y. Kombinasi inilah yang kemudian menentukan jenis kelamin bayi:

  • Jika bayi menerima kombinasi XX, maka jenis kelaminnya adalah perempuan.
  • Jika bayi menerima kombinasi XY, maka jenis kelaminnya adalah laki-laki.

Baca juga: Dapatkah Anda Menstruasi Saat Hamil? Simak Penjelasannya!

cara mendapatkan anak laki-laki menurut kedokteran

Sumber gambar: Freepik

Bagaimana Proses Kromosom X dan Y Menentukan Jenis Kelamin?

Secara sederhana, kromosom X dan Y yang menentukan jenis kelamin bergantung pada kromosom yang dibawa oleh sperma dari ayah. Sperma yang membawa kromosom Y akan menghasilkan anak laki-laki, sedangkan sperma yang membawa kromosom X akan menghasilkan anak perempuan.

Kromosom Y, yang hanya dimiliki oleh laki-laki, mengandung gen SRY (Sex-determining Region Y). Gen ini adalah kunci dalam proses penentuan jenis kelamin laki-laki, karena berperan dalam pembentukan testis dan produksi hormon tertentu yang menandai perkembangan karakteristik pria. Tanpa adanya kromosom Y, individu tersebut akan berkembang sebagai perempuan secara biologis.

Mengapa Kromosom Y Sangat Penting?

Secara genetik, kromosom Y memiliki fungsi unik yang mempengaruhi karakteristik khas pria. Berbeda dengan kromosom X yang mengandung banyak gen penting untuk berbagai fungsi tubuh, kromosom Y memiliki jumlah gen yang lebih sedikit. Selama perjalanan evolusi, kromosom Y mengalami penyusutan ukuran sehingga sekarang hanya tersisa sedikit gen, termasuk gen SRY, yang memainkan peran utama dalam menentukan jenis kelamin laki-laki.

Menariknya, kromosom Y ini juga memiliki variasi yang bisa melacak hubungan genetika di sepanjang garis keturunan laki-laki, karena diwariskan langsung dari ayah ke anak laki-lakinya.

Peluang Memiliki Anak Laki-Laki atau Perempuan

Dalam setiap kehamilan, peluang memiliki anak laki-laki atau perempuan umumnya adalah 50%. Hal ini karena setiap sperma yang dihasilkan memiliki kemungkinan yang sama untuk membawa kromosom X atau Y. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kondisi tertentu, seperti usia dan kesehatan sperma, dapat mempengaruhi kemampuan sperma yang membawa kromosom Y atau X dalam membuahi sel telur.

Beberapa teori bahkan menyebutkan bahwa faktor lingkungan atau kesehatan ayah bisa sedikit meningkatkan peluang jenis kelamin tertentu, namun pengaruhnya tidak signifikan secara statistik.

Perbedaan Antara Kromosom Laki-Laki dan Kromosom Perempuan

Kromosom seks pada laki-laki dan perempuan memiliki struktur yang berbeda, yang menciptakan variasi genetik dalam pembentukan tubuh. Pada perempuan yang memiliki dua kromosom X (XX), kedua kromosom tersebut memungkinkan ekspresi gen yang lebih luas untuk pertumbuhan dan perkembangan. Sementara itu, pada laki-laki, kombinasi XY memberikan gen yang berbeda pada masing-masing kromosom, sehingga mempengaruhi perbedaan biologis antara pria dan wanita, terutama dalam hal karakteristik fisik dan reproduksi.

Baca juga: Berhubungan Seks saat Melakukan Program Bayi Tabung: Apa yang Perlu Diketahui 

kromosom yang menentukan jenis kelamin disebut

Sumber gambar: Freepik

Kondisi Genetik yang Mempengaruhi Kromosom Seks

Selain kombinasi XX dan XY, terdapat beberapa kondisi genetik yang dapat mempengaruhi struktur kromosom seks, seperti:

  • Sindrom Turner (XO): Kondisi di mana seorang perempuan hanya memiliki satu kromosom X tanpa kromosom kedua, menyebabkan berbagai masalah perkembangan.
  • Sindrom Klinefelter (XXY): Kondisi di mana seorang laki-laki memiliki dua kromosom X dan satu kromosom Y, yang bisa mempengaruhi perkembangan fisik dan kesuburan.

Variasi ini menunjukkan bahwa genetika dalam penentuan jenis kelamin bisa lebih kompleks daripada sekadar kombinasi XX dan XY.

Pentingnya Memahami Kromosom dalam Penentuan Jenis Kelamin

Mengetahui bagaimana kromosom yang menentukan jenis kelamin bekerja dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang perkembangan biologis manusia. Pemahaman ini juga membantu para peneliti dan dokter dalam mengidentifikasi dan menangani kelainan genetik yang berhubungan dengan kromosom seks. Selain itu, pengetahuan tentang peran kromosom Y dalam evolusi juga berkontribusi pada studi tentang genetika populasi.

 

Secara ringkas, kromosom yang menentukan jenis kelamin disebut sebagai kromosom seks, yaitu kromosom X dan Y, yang memainkan peran penting dalam proses penentuan jenis kelamin seorang bayi. Ayah memiliki peran besar dalam penentuan jenis kelamin ini, karena kromosom yang ia berikan (X atau Y) akan menentukan apakah bayi tersebut akan lahir sebagai laki-laki atau perempuan.

 

Dengan memahami fungsi kromosom X dan Y ini, kita bisa lebih menghargai keajaiban genetika dalam menentukan jenis kelamin dan memahami pentingnya setiap kromosom dalam membawa warisan genetik dari satu generasi ke generasi berikutnya.

 

Untuk Anda yang masih dalam program kehamilan ataupun tengah mengalami permasalahan infertilias, Anda bisa konsultasikan dengan dokter-dokter kandungan profesional di Morula IVF Indonesia. Klinik fertilitas ini menawarkan konsultasi kandungan profesional dan komprehensif. Dengan pengalaman lebih dari 26 tahun, Morula IVF memiliki tim dokter spesialis yang berdedikasi untuk membantu pasangan untuk memiliki buah hati yang sehat. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi atau telusuri website resmi Morula IVF untuk menyampaikan pertanyaan maupun konsultasi. 

Baca juga: Manfaat Omega-3 untuk Ibu Hamil: Nutrisi Penting untuk Kesehatan Ibu dan Janin 

Referensi

 

Share Facebook Twitter WhatsApp

Artikel Terkait

Masa Kehamilan Ketahuilah 5 Jamu yang Dilarang Untuk Ibu Hamil

Ketahuilah 5 Jamu yang Dilarang Untuk Ibu Hamil

Admin
11 Dec 2025

Setiap ibu hamil harus mengetahui jamu yang dilarang untuk ibu hamil. Pasalnya, jamu adalah salah satu minuman tradisional kesehatan yang banyak dikonsumsi untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Obat herbal ini…

Selengkapnya
Masa Kehamilan Apa Itu Pregnancy Nose? Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Pregnancy Nose? Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Hamzah
10 Dec 2025

Selama masa kehamilan, tubuh Moms mengalami berbagai perubahan yang sering kali mengejutkan. Salah satu perubahan yang mungkin belum banyak diketahui adalah pregnancy nose. Istilah ini merujuk pada perubahan bentuk atau…

Selengkapnya
Masa Kehamilan Oksitosin: Hormon Cinta dan Perannya dalam Tubuh

Oksitosin: Hormon Cinta dan Perannya dalam Tubuh

Hamzah
09 Dec 2025

Oksitosin sering disebut sebagai “hormon cinta” karena perannya dalam ikatan emosional dan interaksi sosial. Namun, hormon ini memiliki fungsi lebih dari sekadar memengaruhi perasaan. Oksitosin adalah hormon penting yang membantu…

Selengkapnya