Berikut adalah beberapa produk dan layanan dasar di Klinik Morula.

Tracking Cycle

Adalah pola perhitungan masa ovulasi atau masa subur, berdasarkan rata-rata siklus haid pada pasien wanita. Hal ini dapat membantu pasangan yang ingin hamil untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seksual agar memaksimalkan kesempatan kehamilan. Selain itu, pelacakan siklus juga dapat membantu Moms untuk memantau kesehatan reproduksi.

Kami akan membantu Moms dalam melakukan tracking cycle secara tepat dengan menghitung berapa hari siklus menstruasi Moms dari awal hingga hari pertama menstruasi berikutnya. Hal ini dapat membantu Moms memperkirakan kapan masa subur terjadi. Selain itu, ada juga alat bantu seperti ovulasi predictor kit yang dapat membantu memprediksi ovulasi berdasarkan kadar hormon luteinizing hormone (LH) dalam urin.

Laparoskopi

Laparoskopi adalah prosedur bedah minimal invasif yang digunakan untuk mendiagnosis atau mengobati masalah medis dalam tubuh, terutama pada bagian perut dan panggul. Prosedur ini melibatkan penggunaan alat khusus yang disebut laparoskop, yaitu sebuah tabung tipis dengan kamera kecil dan alat operasi yang ditempatkan melalui beberapa sayatan kecil pada dinding perut. Laparoskopi memungkinkan dokter untuk melihat kondisi organ dan jaringan dalam tubuh pasien dengan lebih jelas dan akurat, serta mempercepat pemulihan pasien dibandingkan dengan prosedur bedah tradisional.

Pada kasus kandungan laparoskopi dilakukan dengan menggunakan teropong yang dimasukkan kedalam luka sayatan kecil berukuran 0.5-1 cm di pusar dan bagian bawah perut. Melalui akses ini dokter dapat memasukkan instrumen bedah yang ukurannya kecil tetapi dapat melakukan hal yang sama bila tindakan ini dilakukan melalui bedah konvensional.

Laparoskopi memiliki banyak manfaat bagi pasien, antara lain pemulihan yang lebih cepat, risiko komplikasi yang lebih rendah, dan kemampuan untuk mengatasi masalah medis yang lebih spesifik dan kompleks.

Berbagai macam kondisi dapat dilakukan dengan cara pembedahan modern ini. Seperti kista kandung telur, mioma uteri, pengangkatan rahim (histerektomi), pengangkatan usus buntu dan kandung empedu. Tindakan ini dapat dilakukan dengan aman dan resiko pembedahan yang relatif rendah. Karena masa pemulihan yang sangat cepat pasien dapat pulang dalam waktu yang singkat.

Ovulasi Induksi

Ovulasi induksi adalah metode medis yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan peluang kehamilan dengan merangsang ovulasi atau pelepasan sel telur dari ovarium. Metode ini dilakukan pada pasangan yang mengalami kesulitan untuk hamil karena faktor ovulasi yang tidak teratur atau tidak adanya ovulasi sama sekali.

Di klinik Morula, Ovulasi induksi dilakukan dengan memberikan obat-obatan terbaik untuk merangsang pelepasan sel telur dari ovarium atau dengan menggunakan terapi hormon untuk membantu mengatur siklus menstruasi. Dalam beberapa kasus, ovulasi induksi juga dapat dilakukan dengan bantuan teknologi reproduksi seperti IVF atau inseminasi intrauterin (IUI). Pada pasangan yang mengalami masalah ovulasi, ovulasi induksi dapat membantu meningkatkan peluang terjadinya kehamilan.

Analisa Sperma

Analisa sperma adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengevaluasi kualitas dan kuantitas sperma seorang pria. Prosedur ini dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang memiliki masalah kesuburan / memiliki kemampuan reproduksi yang baik atau dalam analisa sperma, dokter akan mengevaluasi berbagai aspek, seperti jumlah sperma/konsentrasi, motilitas, dan morfologi.

Beberapa faktor dapat mempengaruhi kualitas sperma seseorang, seperti kebiasaan hidup yang buruk, paparan racun, obesitas,  stres dan penyakit tertentu. Oleh karena itu, jika hasil analisa sperma menunjukkan adanya masalah, maka dokter dapat merekomendasikan beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan yang tepat untuk meningkatkan kualitas sperma dan meningkatkan kemungkinan keberhasilan dalam proses pembuahan. Analisa sperma juga dapat membantu memperkirakan peluang keberhasilan fertilisasi in vitro (IVF) dan prosedur lainnya untuk pasangan yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan keturunan.

Intra Uterina Insemination (IUI)

Intra Uterina Insemination (IUI) atau yang juga dikenal sebagai inseminasi buatan adalah salah satu bentuk teknologi reproduksi berbantu yang dilakukan untuk membantu Moms & Dads yang kesulitan dalam memiliki keturunan. Prosedur ini melibatkan penempatan sperma yang telah diproses dan dipisahkan dari cairan semen sehingga di dapatkan sperma dengan motilitas dan jumlah tertentu, kemudian sperma diinsemkan langsung ke dalam rahim wanita pada saat yang tepat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemungkinan sperma mencapai sel telur dan terjadinya kehamilan.

Inseminasi intrauterin (IUI) telah dilakukan secara luas untuk menangani infertilitas dengan berbagai indikasi seperti faktor infertilitas pada pria suboptimal sperma analisa, unexplained infertility, gangguan mukus serviks dan gangguan ovulasi minimal 1 tuba fallopi masih dalam kondisi baik (paten). Untuk mendapatkan keberhasilan kehamilan pada IUI biasanya diperlukan sinkronisasi dengan ovulasi alami, atau dengan stimulasi siklus ovarium. Selain itu dilakukan pemisahan atau pencucian sperma, sebelum dimasukkan ke dalam kavum uteri.

Bayi Tabung

In vitro fertilization (IVF) atau yang lebih dikenal sebagai bayi tabung adalah prosedur medis /ART yang dilakukan untuk membantu pasangan yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan keturunan. Prosedur ini melibatkan stimuasi ovarium, pengambilan sel telur, proses IVF(kultur embrio), trasfer embrio kembali ke dalam rahim wanita.

Indikasi dilakukannya IVF diantaranya karena faktor sperma yang berat, ganguan tuba, ovulasi, endometriosis, genetik dan unknown faktor lainnya.

Angka keberhasilan dari prorgam IVF jauh lebih tinggi dari progam IUI (3x Lipat), prorgam IVF sendiri bisa dibedakan menjadi IVF konvenstional dan ICSI IVF konventional dilakukan dengan cara menuangkan sejumlah sperma yang sudah dipreparasi terlebih dahulu (100 ribu sperma) kedalam 1 sel telur, satu sperma akan mampu membuahi 1 sel telur. Prosedur ini membutuhkan kualitas sperma yang baik jika jumlah, motilitas dan bentuk sperma kurang optimal prosedur ini tidak dapat dilakukan.

Bayi tabung atau IVF menjadi solusi bagi banyak pasangan yang berusaha untuk memiliki anak. Meskipun beberapa pasangan mungkin merasa cemas atau khawatir dengan proses IVF, namun Morula IVF Indonesia memiliki banyak dukungan medis dan psikologis yang tersedia untuk membantu melalui proses tersebut.

Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI)

Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI) adalah teknik reproduksi yang digunakan untuk membantu pasangan yang mengalami masalah kesuburan terutama karena faktor sperma. Prosedur ini melibatkan penempatan satu sperma yang sudah dipilih oleh embryolog langsung ke dalam 1 sel telur yang matang dan normal menggunakan jarum mikroskopis. Teknik ICSI sering digunakan pada pasangan yang mengalami masalah kesuburan yang disebabkan oleh jumlah, motilitas, atau bentuk sperma yang buruk.

Setelah prosedur ICSI, telur-telur tersebut akan  dikultur selama beberapa hari (3-5 hari)di inkubator dalam laboratorium, embryo akan dipilih yang terbaik untuk dilakukan proses embrio transfer/pembekuan embrio.

Pembekuan Sperma

Sperm freezing adalah teknologi medis yang memungkinkan sperma manusia disimpan dalam kondisi yang memungkinkannya bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. Teknologi ini sangat bermanfaat bagi pasangan yang ingin menjaga kemampuan reproduksi mereka di masa depan.

 Pembekuan sperma  dilakukan dengan cara sperma hasil ejakakulat atau hasil aspirasi/biopsi ditambahkan dengan media tertentu yang mengandung cryoprotektan, kemudian dimasukan kedalam liquid nitrogen dengan suhu -196°C. Sperm yang disimpan dalam kondisi ini dapat bertahan selama puluhan tahun,selama tetap dismpan disuhu tersebut.

Indikasi dilakukan sperma freezing seperti Kemoterapi, sperma hasil PESA/TESE, back up karena jumlah yang sangat sedikit,  back up karena tidak bisa hadir saat proses IVF.

Sperm freezing bermanfaat bagi pasangan yang ingin menjalani program kehamilan dengan teknologi reproduksi ICSI. Dengan menggunakan sperma yang telah disimpan sebelumnya, pasangan tidak perlu khawatir untuk tidak mendapat sperma pada hari H saat disatukannya sperma dengan sel telur.

Pembekuan Sel Telur

Ada beberapa indikasi yang menyebakan sel telur harus dibekukan, diantaranya adalah wanita yang akan menjalani kemoterapi, pasangan yang tidak mendapatkan sperma pada hari ovum pick up IVF dan wanita yang menginginkan menunda penuaan sel gamet mereka.

Proses pembekuan sel telur hampir sama dengan proses pembekuan sperma dan embryo menggunakan media tertentu yang mengandung cryoprotectan kemudian di simpan kedalam liquid nitrogent pada suhu -196C, sebelum sel telur dibekukan terlebih dahulu sel telur yang didapatkan dari proses ovum pick up harus di kultur sehingga sel telur yang dibekukan hanya sel telur yang matang dan normal.. Sel telur yang dibekukan dapat disimpan selama bertahun-tahun dan dapat digunakan kapan saja ketika wanita siap untuk hamil

Pembekuan Embrio

Pembekuan embrio, juga dikenal sebagai kriopreservasi embrio, adalah teknik medis untuk mempertahankan embrio dalam suhu rendah untuk digunakan di masa depan. Setelah embrio dibuat melalui fertilisasi in vitro, embrio tersebut dapat disimpan dalam suhu rendah pada -196 derajat Celcius menggunakan nitrogen cair.

Pembekuan embrio dilakukan karena ada beberapa indikasi:

  1. Kondisi pasien yang belum optimal untuk prosedur embryo transfer (indikasi medis dan hormonal)
  2. Kelebihan embrio dengan kualitas bagus pada saat program IVF
  3. Pasien mengikuti program PGT-A/PGTM

Pembekuan embrio dengan teknik vitrifikasi adalah teknik yang relatif aman dan efektif,arena embrio disimpan dalam suhu sangat rendah, sel-sel dalam embrio tidak aktif dan hampir tidak mengalami kerusakan selama proses pembekuan dan penyimpanan.

MESA, PESA, TESA & TESE

Microsurgical Epididymal Sperm Aspiration (MESA) adalah salah satu opsi pengambilan sperma dari tubuh pasien untuk digunakan dalam program IVF. Prosedur ini biasanya dilakukan pada pasien yang mengalami obstruksi saluran kelamin atau epididimis, seperti pasien dengan kondisi vas deferens yang tidak terbentuk, pasien yang telah melakukan vasektomi, atau pasien dengan kelainan kromosom yang menyebabkan produksi sperma yang rendah atau abnormal. MESA dianggap sebagai prosedur yang aman dan efektif, dengan kemampuan untuk menghasilkan jumlah sperma yang cukup untuk program IVF.

Perkutaneous Epididymal Sperm Aspiration (PESA) adalah prosedur medis yang digunakan untuk mengambil sperma dari epididimis dengan menggunakan jarum yang dimasukkan melalui kulit di bawah skrotum. Prosedur ini dilakukan pada pasien yang mengalami obstruksi saluran epididimis atau kelainan pada produksi sperma, sehingga sperma tidak dapat keluar secara normal dan menyebabkan masalah kesuburan. PESA dilakukan dengan menggunakan teknologi ultrasound untuk memandu jarum ke area epididimis dan kemudian mengambil sampel sperma untuk digunakan dalam program IVF.

Prosedur ini dianggap sebagai prosedur yang lebih sederhana dan kurang invasif dibandingkan dengan MESA, dan dapat dilakukan dalam waktu singkat tanpa memerlukan anestesi umum. Namun, jumlah sperma yang dihasilkan dari PESA biasanya lebih sedikit dibandingkan dengan MESA.

Testicular Sperm Aspiration (TESA) adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengambil sampel sperma langsung dari testis. Prosedur ini biasanya dilakukan pada pasien yang mengalami kelainan pada produksi sperma atau obstruksi pada saluran kelamin, sehingga sperma tidak dapat keluar secara normal dan menyebabkan masalah kesuburan. TESA dilakukan dengan menggunakan jarum khusus yang dimasukkan melalui kulit di bawah skrotum, atau dengan melakukan operasi kecil pada testis untuk mengambil sampel sperma.

TESA adalah salah satu opsi pengambilan sperma dari tubuh pasien untuk digunakan dalam program IVF. Prosedur ini dianggap sebagai prosedur yang lebih sederhana dan kurang invasif dibandingkan dengan MESA, namun dapat menghasilkan jumlah sperma yang cukup untuk program IVF.

Testicular Sperm Extraction (TESE) adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengambil sampel sperma langsung dari testis. TESE dilakukan dengan membuat sayatan kecil pada kulit skrotum atau testis, kemudian mengambil sampel jaringan testis dan mencari sperma di dalamnya. Prosedur ini dilakukan pada pasien yang mengalami kelainan pada produksi sperma atau obstruksi pada saluran kelamin, sehingga sperma tidak dapat keluar secara normal dan menyebabkan masalah kesuburan.

Prosedur TESE seringkali dilakukan pada pasien yang mengalami masalah kesuburan yang lebih kompleks atau pasien yang telah mencoba metode lainnya dan belum berhasil.

Transfer Embrio Segar

Transfer embrio segar adalah salah satu metode dalam teknologi reproduksi yang digunakan untuk meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan pada pasangan yang mengalami masalah kesuburan. Pada proses transfer embrio segar, sel telur yang telah matang akan diambil dari ovarium dan kemudian dibuahi oleh sperma di dalam lab sehingga terbentuklah embrio. Embrio tersebut kemudian ditransfer ke rahim wanita dalam waktu kurang dari enam hari setelah ovulasi atau setelah pemberian obat untuk memicu ovulasi. Tujuannya adalah agar embrio dapat menempel pada dinding rahim dan tumbuh menjadi janin.

Proses transfer embrio segar dilakukan setelah sebelumnya pasangan telah menjalani berbagai macam tes dan prosedur medis, seperti stimulasi ovarium, pengambilan sel telur, pembuahan, dan kultivasi embrio di dalam lab. Selama proses transfer, embrio akan dimasukkan ke dalam kateter yang akan dimasukkan ke dalam rahim melalui serviks. Setelah itu, pasien akan diminta untuk beristirahat sejenak sebelum pulang ke rumah.

Transfer Embrio Beku

Transfer embrio beku adalah salah satu teknik dalam program bayi tabung yang digunakan untuk meningkatkan kesempatan keberhasilan kehamilan pada pasangan yang mengalami masalah kesuburan. Proses ini melibatkan pembekuan embrio yang telah dibuahi dan disimpan dalam nitrogen cair pada suhu -196°C. Embrio tersebut kemudian dapat disimpan selama bertahun-tahun sampai pasangan tersebut siap untuk melakukan transfer ke dalam rahim wanita. Teknik ini juga disebut sebagai frozen embryo transfer (FET).

FET dilakukan dengan mencairkan dan menempatkan embrio beku yang telah dipilih secara hati-hati ke dalam rahim wanita pada waktu yang tepat selama siklus menstruasi. Proses ini melibatkan pemantauan ketat dari tahap persiapan hingga transfer embrio, serta memerlukan persiapan hormon untuk membantu menjaga lingkungan rahim agar lebih sesuai untuk implantasi embrio. Meskipun tidak selalu berhasil, FET memberikan kesempatan lebih besar untuk kehamilan, karena pasangan dapat mencoba lagi dan lagi tanpa harus melakukan fertilisasi in vitro yang memakan waktu dan biaya yang lebih besar.

Cryo-Shipping Embrio/Sperm

Cryo shipping atau pengiriman sperma sel telur dan embrio beku melibatkan proses pengemasan dan pengiriman sampel dalam kondisi beku dari satu lokasi ke lokasi lain. Prosedur ini dilakukan dalam rangka menjaga kualitas dan integritas sampel selama pengiriman jarak jauh, misalnya dari sebuah klinik ke klinik lain. Cryo shipping memungkinkan pasangan yang ingin menjalani program bayi tabung atau fertilisasi in vitro tetap dapat menggunakan sampel mereka sendiri tanpa harus melakukan perjalanan ke klinik asal.

Proses cryo shipping harus dilakukan dengan hati-hati dan benar agar sampel tidak rusak selama pengiriman. Sampel harus dikemas dalam wadah yang kokoh dan aman, dilengkapi dengan sistem monitor suhu dan penggunaan bahan pengaman yang sesuai, sample harus selalu berada dalam suhu -196C Selain itu, dokumentasi pengiriman yang lengkap dan akurat juga diperlukan untuk memastikan sampel sampai dengan selamat dan bisa digunakan untuk program IVF. Penting untuk menghubungi penyedia layanan cryo shipping yang berpengalaman dan memiliki fasilitas penyimpanan yang memadai untuk memastikan keamanan dan integritas sampel selama pengiriman.