penyebab lama hamil setelah menikah

Tidak semua pasangan bisa langsung hamil setelah menikah. Ada pasangan yang harus menunggu bertahun-tahun lamanya untuk bisa mendapatkan keturunan, ada juga yang sudah mencoba berbagai ikhtiar namun belum hamil juga. Masalah sudah hamil atau belum ini memang kerap menjadi momok bagi para pasangan serta sangat sensitif untuk dibicarakan. 

Bagi pasangan yang langsung hamil, tentu pertanyaan ‘sudah isi atau belum’ bukan menjadi masalah yang berarti. Namun menjadi berbeda ketika ditanyakan pada pasangan yang sudah 3 tahun belum hamil. Nah, ternyata terdapat beberapa penyebab lama hamil setelah menikah yang umumnya kerap dialami oleh pasangan. Apa saja?

1. Terdapat Sumbatan Pada Tuba Falopi

Penyebab lama hamil setelah menikah yang paling umum terjadi adalah adanya sumbatan pada tuba falopi. Tuba falopi memiliki peran sebagai pembawa sel telur dari ovarium menuju rahim. Jika terjadi sumbatan pada bagian ini, tentu sel telur tidak dapat disalurkan ke rahim untuk bertemu sperma. Sumbatan pada tuba falopi bisa terjadi karena adanya infeksi dan peradangan pada bagian panggul. 

Penyumbatan tuba falopi hanya bisa terdeteksi dari pemeriksaan dokter. Nantinya dokter akan melakukan pembedahan atau operasi jika dirasa perlu. Untuk sumbatan yang tidak terlalu besar, Anda bisa mengatasinya secara alami dengan mengonsumsi vitamin C, bawang putih, jahe, serta menghindari paparan asap rokok.

Baca juga: Senam Aerobic yang Baik untuk Program Hamil Anda

2. Gangguan Ovulasi

Berikutnya, lama hamil setelah menikah juga bisa disebabkan oleh gangguan ovulasi. Pada wanita terjadi proses ovulasi atau pelepasan sel telur setiap bulannya. Jika proses ini terganggu, maka dapat menyebabkan sulit hamil karena ovulasi sangat menentukan masa subur. 

Beberapa hal yang menyebabkan ovulasi terganggu antara lain:

  • Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)
  • Gangguan kelenjar hipofisis
  • Ovarium berhenti melepaskan sel telur 
  • Hormon prolaktin berlebih

3. Endometriosis

Penyebab lama hamil setelah menikah lainnya adalah endometriosis. Kondisi ini terjadi ketika jaringan endometrium (jaringan yang melapisi bagian rahim) tumbuh di rahim bagian luar. Jika ini terjadi, maka kemungkinan wanita untuk hamil menjadi kecil.

Endometriosis juga menyebabkan mual, sakit perut atau kram hebat saat haid, volume darah saat haid berlebih, serta durasi mens yang sangat lama. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu peradangan usus dan kandung kemih serta rasa nyeri terbakar ketika berhubungan.

4. Pernah Keguguran

Riwayat keguguran juga menjadi salah satu penyebab lama hamil setelah menikah. Keguguran bisa mengakibatkan trauma fisik dan psikis seseorang, trauma inilah yang menyebabkan wanita sulit untuk hamil lagi. Dari segi fisik, tubuh membutuhkan waktu untuk kembali normal. Selain itu terdapat juga perubahan hormon pada tubuh yang baru dapat kembali seimbang setelah beberapa kali periode haid. 

Sedangkan dari segi psikis, pasangan suami istri juga membutuhkan waktu untuk mempersiapkan mental pasca keguguran. Keyakinan untuk bisa hamil lagi tentu sangat berpengaruh besar terhadap peluang kehamilan. Jika pasangan suami istri mengalami ‘drop’ pasca keguguran, tentunya peluang untuk segera hamil menjadi kecil.

Untuk mengatasinya, Anda perlu memperbanyak nutrisi serta rajin berkonsultasi dengan dokter. Penting untuk diketahui bahwa kondisi rahim pasca keguguran juga berbeda, umumnya rahim menjadi lebih lemah dibandingkan sebelumnya.

5. Pola Hidup Tidak Sehat

Penyebab wanita susah hamil berikutnya adalah pola hidup yang buruk. Pola hidup yang tidak sehat dan seimbang dapat mengganggu kesuburan, seperti merokok, minum alkohol, hingga konsumsi makanan berpengawet. 

Perlu Anda ketahui bahwa kebiasaan merokok dapat mengganggu proses penerimaan sel telur oleh rahim. Sedangkan alkohol menyebabkan infertilitas baik pada pria maupun wanita. Oleh karena itu, agar cepat hamil, Anda perlu mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi, berolahraga, serta tidak merokok dan minum alkohol.

Baca juga: 6 Olahraga yang Baik Dilakukan untuk Program Hamil Anda

6. Stres dan Kelelahan

Banyak pasangan yang bertanya-tanya mengapa belum hamil setelah 2 tahun menikah, ternyata faktor stres juga berpengaruh besar terhadap kondisi ini. Aktivitas yang berlebihan dapat memicu stres dan kelelahan, akibatnya infertilitas dapat terjadi. Kualitas hubungan seksual menjadi menurun baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. 

Pada saat wanita mengalami stres, pelepasan sel telur ke rahim menjadi terhambat sehingga ovulasi tidak terjadi. Begitu juga ketika pria stres dan kelelahan, kualitas sperma pun menurun. 

Yang menjadi masalah adalah ketika tekanan untuk cepat hamil dari orang-orang sekitar semakin besar, maka kadar stres semakin tinggi. Inilah yang membuat Anda semakin sulit untuk hamil. Oleh karena itu, Anda dan pasangan perlu mengelola stres dengan baik serta mengurangi aktivitas pemicu stres. Lakukan kegiatan bersama dengan pasangan untuk mengurangi stres dan meningkatkan potensi kehamilan.

7. Kualitas Sperma Kurang Baik

Sulit hamil tidak melulu disebabkan oleh faktor wanita, pria pun juga dapat menjadi pemicu terjadinya kondisi ini. Sperma yang sedikit dan tidak berkualitas dapat menyebabkan pasangan suami istri sulit mendapatkan keturunan. 

Namun tak perlu khawatir, sperma yang kurang berkualitas ini bisa diperbaiki dengan cara alami, yaitu rutin mengonsumsi vitamin B6, vitamin C, vitamin B12 serta asam folat. Selain itu, olahraga teratur dan tidur cukup juga mampu meningkatkan kualitas sperma.

Lama hamil setelah menikah banyak terjadi di masyarakat. Kondisi ini membuat pasangan mengalami stres, cemas, dan juga depresi. Dengan memahami penyebab lama hamil setelah menikah di atas, Anda dapat mencari solusi dan penanganan sesuai dengan penyebabnya. Dan jangan lupa konsultasikan pada dokter mengenai kondisi Anda dan pasangan sebagai ikhtiar agar cepat mendapat keturunan. 

Baca juga: Begini Cara Meningkatkan Kualitas Sperma Agar Cepat Hamil