manfaat vitamin D untuk ibu hamil

Banyak manfaat vitamin d untuk ibu hamil. Vitamin D merupakan salah satu nutrisi penting bagi ibu hamil karena mengandung berbagai manfaat yang berguna bagi kesehatan ibu dan janin. Cara mendapatkan asupan vitamin D pun sangat mudah, yakni dengan membiarkan tubuh terpapar sinar matahari. Selain itu, vitamin D juga bisa didapatkan dari makanan yang mengandung vitamin D seperti ikan laut berupa salmon, tuna, dan tenggiri, serta telur, keju, susu, hati sapi, maupun sereal yang telah diperkaya dengan vitamin D. Lantas, apa saja manfaat dari vitamin D? Simak penjelasannya di bawah ini.

5 Manfaat Vitamin D untuk Ibu Hamil 

1. Membantu Pertumbuhan Tulang dan Gigi Bayi

manfaat vitamin D untuk ibu hamil

Salah satu nutrisi yang diperlukan bagi proses pembentukan tulang dan gigi bayi adalah kalsium dan fosfat. Kedua nutrisi tersebut bisa didapatkan dari vitamin D. Namun, bukan tanpa risiko, vitamin D juga mempunyai dampak negatif meningkatkan risiko penyakit raktispada pada janin. Oleh sebab itu, asupan vitamin D bagi tubuh tidak boleh berlebihan.

Cara sederhana mendapat asupan vitamin D bagi ibu hamil yakni dengan berjemur selama 10–15 menit sebelum pukul 09.00 WIB dan dilakukan selama 2–3 kali (agar durasi tidak berlebihan). Jangan lupa, Anda disarankan memakai tabir surya untuk melindungi agar kulit tidak rusak.

2. Meminimalisir Risiko Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional merupakan salah satu penyakit yang terjadi pada ibu hamil yang dapat mengakibatkan komplikasi kehamilan sehingga meningkatkan risiko seperti kelahiran prematur, preeklampsia, hingga berat badan bayi berlebih. Untuk mencegah hal itu, ibu hamil disarankan berjemur guna mendapat asupan vitamin D atau makan makanan yang kaya vitamin D dan meminum suplemen vitamin D sesuai resep dokter.

3. Meminimalisir Risiko Preeklamsia

manfaat vitamin D untuk ibu hamil

Gangguan kesehatan lain yang terjadi pada ibu hamil adalah preeklampsia yang biasa terjadi sekitar trimester kedua atau kadang di trimester ketiga. Gejala yang dapat Anda ketahui ketika mengalami preeklampsia adalah tekanan darah tinggi, kadar protein dalam urine meningkat, serta pembengkakan pada tubuh yang disebabkan oleh penumpukan cairan. Untuk mencegah hal itu, ibu hamil harus mendapat asupan vitamin D yang cukup.

4. Mengurangi Risiko Bayi Terlahir dengan Berat Badan Rendah

Berat badan bayi rendah adalah salah satu yang harus dihindari karena dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan bagi bayi seperti gangguan pernapasan dan hipotermia. Salah satu cara mencegah risiko tersebut adalah dengan mendapat asupan vitamin D yang cukup.

5. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

manfaat vitamin D untuk ibu hamil

Ibu hamil yang kekurangan vitamin D akan rentan terkena infeksi atau bakteri yang berakibat timbulnya berbagai macam penyakit. Hal itu disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang rendah. Dengan asupan vitamin D yang cukup, ibu hamil dapat mencegah hal itu karena salah satu manfaat vitamin  D adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga ibu hamil bisa lebih kuat dan tubuhnya mampu mencegah infeksi atau bakteri yang mencoba masuk ke dalam tubuhnya.

Infeksi yang kerap dialami ketika tubuh kekurangan asupan vitamin D dapat menimbulkan gangguan pernapasan seperti pneumonia dan flu. Selain itu, kekurangan asupan vitamin D juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan hipertensi. Sementara menurut para ahli, risiko yang didapat akibat kekurangan vitamin D adalah kerusakan pembuluh darah karena tubuh mengalami peradangan.

Demikianlah beragam manfaat vitamin D untuk ibu hamil. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2019 memaparkan bahwa Angka Kecukupan Gizi (AKG) vitamin D bagi ibu hamil yakni sekitar 600 IU per hari atau kurang lebih 15 mikrogram (mcg). Ibu hamil dapat berjemur di bawah matahari sebelum pukul 09.00 WIB sekitar 10–15 menit dan dilakukan selama 2–3 hari seminggu. Selain itu, ibu hamil juga dapat mengonsumsi makanan yang kaya vitamin D atau suplemen. Untuk suplemen, ibu hamil harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk menghindari dosis yang salah.