perimenopause

Selama ini para wanita hanya mengenal istilah menopause saja. Padahal ada beberapa fase lainnya yang harus diketahui seperti perimenopause dan postmenopause yang merupakan fase dari menopause tersebut. Fase tersebut yang akan menentukan apakah wanita sudah mendekati masa menopause atau belum. Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai fase ini yuk simak penjelasannya dibawah ini.

Apa Itu Perimenopause?

perimenopause

Perimenopause adalah sebuah fase yang terjadi sebelum wanita mengalami menopause. Biasanya, wanita yang sudah masuk ke dalam fase ini adalah mereka yang berusia 30 hingga 40 tahun. Namun, usia tersebut tidaklah sama antara satu wanita dengan wanita yang lainnya. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti halnya jumlah kesediaan hormon reproduksi, faktor makanan yang dikonsumsi, dan juga faktor genetik.

Secara umum, fase ini akan berlangsung selama 4 hingga 10 tahun sebelum menopause terjadi. Wanita masih tetap mengeluarkan darah menstruasi setiap bulan. Namun, biasanya lama waktunya menjadi lebih pendek dan seringkali menstruasi berjalan dengan tidak teratur.

Saat mengalami menopause, tubuh wanita juga akan menimbulkan berbagai macam gejala. Sebab, kadar hormon reproduksi yang ada di dalam tubuh cenderung tidak stabil. Gejala yang paling kentara adalah tidak teraturnya menstruasi. Semakin mendekati masa menopause, menstruasi akan semakin jarang dan tidak lancar. Di samping itu, ada juga gejala-gejala yang lainnya seperti halnya:

  • Mengalami sensasi panas atau gerah di seluruh tubuh.
  • Sulit untuk konsentrasi dan memahami suatu hal.
  • Sakit kepala tanpa sebab.
  • Mudah tersinggung dan depresi.
  • Gangguan tidur.
  • Nyeri saat berhubungan intim karena cairan pelumas vagina sedikit.
  • Gairah seksual dan kesuburan menurun.
  • Kadar kolesterol jahat meningkat.

Penyebab Terjadinya Perimenopause

Fase ini tidak terjadi secara tiba-tiba dan tanpa sebab. Ada beberapa penyebab yang menjadikan wanita mengalami fase ini di masa mereka mengalami menopause. Apa saja penyebab tersebut?

1. Histerektomi

perimenopause

Wanita yang pernah melakukan operasi rahim atau pengangkatan rahim akan menyebabkan terjadinya fase ini lebih cepat. Apalagi, jika kedua ovarium yang menghasilkan indung telur juga ikut diangkat, maka secara otomatis mereka sudah berada pada fase perimenopause dan hanya tinggal menunggu berhentinya siklus menstruasi saja.

2. Faktor Genetik

Faktor genetik juga dapat mempengaruhi cepat atau lambatnya seorang wanita mengalami premenopause. Jika ibu dan anggota keluarga lain mempunyai riwayat menopause dini, maka wanita tersebut juga mempunyai kemungkinan yang besar untuk mengalami hal yang sama.

3. Wanita Perokok

perimenopause

Wanita yang menghisap rokok terus-menerus akan mengalami fase ini dan menopause 1 atau 2 tahun lebih cepat dibandingkan wanita yang tidak merokok. Hal ini disebabkan karena rokok mengandung zat berbahaya yang dapat mengurangi kadar hormon di dalam tubuh.

4. Kemoterapi

Kemoterapi atau pengobatan kanker juga menjadi salah satu sebab wanita mengalami menopause lebih cepat. Bahkan, jika radioterapi atau kemoterapi tersebut dilakukan di panggul, maka dalam hitungan 1 atau 2 tahun saja wanita akan mengalami menopause secara otomatis. Sebab, pengobatan kanker tersebut melibatkan zat-zat kimia yang dapat memperlambat produksi hormon sehingga rahim sulit mengalami ovulasi dan pada akhirnya terjadi menopause.

Itulah informasi tentang kondisi perimenopause. Setiap wanita yang siklus haidnya akan berhenti sudah bisa dipastikan akan mengalami perimenopause terlebih dahulu. Hal ini sangat alamiah dan tidak bisa dihindari. Wanita hanya perlu menjaga kesehatan sebaik mungkin agar kondisi tubuh tetap fit walaupun fase sebelum menopause tersebut menimbulkan banyak gejala gangguan kesehatan yang kurang mengenakkan.