abortus inkomplit

Abortus Inkomplit merupakan keguguran yang masih menyisakan beberapa jaringan janin yang ada di dalam rahim. Abortus inkomplit terjadi ketika masa kehamilan kurang dari 20 minggu. Abortus Inkomplit terjadi karena jaringan janin tidak keluar sempurna. Inilah berbagai informasi yang harus Anda pahami seputar kondisi ini. 

Faktor Penyebab Abortus Inkomplit

Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah: 

1. Permasalahan Genetik

abortus inkomplit

Kelainan kromosom merupakan salah satu permasalahan genetik yang menyebabkan abortus inkomplit. Hal ini bisa terjadi ketika terdapat kesalahan dalam pembelahan 23 kromosom secara berpasang-pasangan. Akibatnya pembentukan janin menjadi tidak sempurna dan beresiko terjadi keguguran.

2. Permasalahan pada Rahim atau Serviks

Permasalahan rahim yang sering menjadi penyebab keguguran yaitu Inkompetensi serviks atau biasa disebut rahim lemah. Gejala – gejala yang muncul dari permasalahan ini berbeda – beda pada setiap bumil tergantung  dari kondisi tubuh masing – masing seperti kram perut ringan, sakit punggung atau panggul terasa pegal. Gejala inkompetensi serviks biasanya akan muncul ketika kehamilan berada di hari ke 14 – 20. 

3. Obesitas

abortus inkomplit

Kelebihan berat badan sangat beresiko untuk ibu hamil. Jika seorang bumil memiliki berat badan yang berlebihan, kadar gula tidak akan terkontrol sehingga bisa menyebabkan diabetes gestasional ataupun resiko penyakit lainnya. Bumil yang memiliki berat badan berlebih akan sangat beresiko pada kondisi kehamilan yang menyebabkan terjadinya abortus inkomplit.

4. Masalah Hormon

Seorang bumil yang memiliki gangguan hormon seperti hipotiroidisme (hormon tiroid terlalu rendah) atau hipertiroidisme (hormon tiroid terlalu tinggi) akan mengakibatkan terjadinya abortus inkomplit. Gangguan hormon ini akan berpengaruh kepada rahim yaitu terjadinya perdarahan uterus yang tidak normal.

5. Penyakit Infeksi

Terdapat begitu banyak jenis infeksi yang dapat berakibat fatal untuk kandungan misalnya terinfeksi bakteri vaginosis, brucellosis, serta masih banyak lagi. Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim.

Cara Menangani Kondisi Abortus Inkomplit

abortus inkomplit

1. Menunggu Sisa Janin Keluar Secara Alami

Cara alami ini akan memakan waktu selama 1 – 2 minggu. Ketika menunggu peluruhan ini selesai biasanya akan keluar darah dari vagina yang volumenya berbeda – beda pada setiap orang. Pada saat meluruh perut akan terasa nyeri ataupun kram. Jika sudah mengalami sakit tak tertahankan pada perut, dianjurkan untuk meminum parasetamol sebagai pereda nyeri. 

2. Menggunakan Obat-obatan

Penggunaan obat – obatan seperti misoprostol akan mempercepat peluruhan sisa – sisa jaringan yang masih menempel di janin dengan membutuhkan waktu paling lama selama dua hari. Tingkat keberhasilan untuk penggunaan obat ini cukup ampuh yakni bisa mencapai 80 – 99 % terutama jika usia kehamilan masih berada di trimester pertama.

3. Menjalani Dilatasi atau Kuretase

Penanganan dengan menggunakan metode kuretase ini dianggap memiliki tingkat keamanan yang tinggi dan dirasa paling efektif. Pasien akan dilakukan kuretase jika sekiranya memerlukan penanganan secepatnya untuk mencegah infeksi dan menghentikan perdarahan. Berikut prosedur yang dilakukan untuk penanganan kuretase. Pertama, pasien dibius total agar tidak dapat merasakan rasa sakit ketika operasi. 

Kedua, untuk menghindari robekan di perut, maka dilakukan pembedahan di vagina. Terakhir, jaringan kehamilan yang ada di dalam rahim diangkat sampai kosong dengan perlahan – lahan membuka leher rahim. Penanganan kuretase ini biasanya memerlukan estimasi waktu selama 5 – 10 menit kemudian membutuhkan waktu 4 – 5 jam untuk pemulihan pasca kuret. 

Penanganan kuret ini merupakan opsi terakhir yang dipilih dokter untuk mengatasi masalah abortus inkomplit. Dikarenakan kondisi ini adalah permasalahan yang tidak diinginkan oleh setiap wanita, diharapkan pada calon ibu untuk selalu menjaga kesehatan khususnya kesehatan organ intim dan juga kesehatan badan secara keseluruhan.