Setiap ibu hamil harus mengetahui jamu yang dilarang untuk ibu hamil. Pasalnya, jamu adalah salah satu minuman tradisional kesehatan yang banyak dikonsumsi untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Obat herbal ini terbuat dari bahan-bahan alami yang menyehatkan. Ada berbagai jenis jamu dan bisa dikonsumsi mulai dari anak-anak hingga lansia. Meski aman dikonsumsi segala usia, ibu hamil […]
Setiap ibu hamil harus mengetahui jamu yang dilarang untuk ibu hamil. Pasalnya, jamu adalah salah satu minuman tradisional kesehatan yang banyak dikonsumsi untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Obat herbal ini terbuat dari bahan-bahan alami yang menyehatkan. Ada berbagai jenis jamu dan bisa dikonsumsi mulai dari anak-anak hingga lansia. Meski aman dikonsumsi segala usia, ibu hamil memiliki batasan tersendiri terhadap jamu. Lalu, apa saja jamu yang dilarang itu?
5 Jamu yang Dilarang untuk Ibu Hamil
Beberapa jamu tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil karena dapat membahayakan ibu dan janinnya. Berikut lima jenis jamu yang dilarang untuk ibu hamil.
1. Jamu Kunyit Asam
Kunyit asam memang baik dikonsumsi karena dapat membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan mulai dari pencernaan hingga nyeri haid. Sayangnya, kunyit asam tidak begitu disarankan untuk ibu hamil. Hal ini dikarenakan adanya kandungan zat pada kunyit yang dapat membahayakan ibu dan janinnya.
Kewaspadaan ini harus lebih ditingkatkan pada masa trimester pertama kehamilan. Ibu hamil yang masih berada pada masa trimester pertama tidak dianjurkan untuk mengonsumsi jamu kunyit asam terlebih yang memiliki dosis lebih dari 500 mg per hari.
Jamu kunyit asam dapat memicu dampak buruk seperti reaksi alergi, pendarahan, kontraksi rahim, gangguan pada hati, pencernaan, hingga permasalahan pada kantong empedu. Tidak hanya itu saja, jamu kunyit asam juga dapat meningkatkan risiko keguguran.
2. Teh Daun Raspberry
Meski termasuk jamu yang sehat bagi para ibu hamil yang sedang berada pada trimester akhir, teh daun raspberry memiliki dampak buruk bagi ibu hamil yang masih pada trimester pertama. Teh daun raspberry dapat membantu proses melahirkan agar lebih lancar jika dikonsumsi pada trimester akhir.
Namun pada trimester awal, teh daun raspberry dapat memberi dampak buruk bagi kandungan. Zat yang terkandung dalam daun raspberry dapat memicu kontraksi rahim hingga membuat nyawa janin dan si ibu berada dalam bahaya.
3. Ginseng

Tumbuhan herbal satu ini kurang direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Meskipun bagus untuk kesehatan, jamu yang berbahan dasar ginseng tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil karena mengandung bioaktif yang dapat membahayakan ibu dan janinnya. Zat kimia yang terdapat pada ginseng dapat membuat perkembangan janin menjadi terhambat.
Tidak hanya itu saja, peningkatan risiko pendarahan hingga bayi lahir dalam keadaan cacat juga bisa saja terjadi. Si ibu juga dapat terkena diare dadakan selepas mengkonsumsi jamu ginseng ini. Untuk itu, sebaiknya hindari mengkonsumsi jamu ginseng agar tidak terjadi masalah-masalah seperti ini.
4. Teh Daun Rosemary
Teh daun rosemary dikenal dapat menenangkan perut dan merilekskan pikiran melalui aroma segarnya. Sayangnya, manfaat ini tidak berlaku bagi ibu hamil. Bukan tanpa alasan, teh rosemary dapat memicu kontraksi dan pendarahan pada ibu hamil. Tidak hanya itu saja, kandungan bioaktif pada daun rosemary dapat melancarkan menstruasi. Hal ini dapat menempatkan ibu dan janinnya pada zona bahaya.
5. Pegagan atau Gotu Kola

Pegagan atau Gotu Kola adalah salah satu tumbuhan herbal ternama yang biasa digunakan sebagai salah satu bahan skincare. Meskipun memiliki banyak khasiat yang baik saat digunakan sebagai skincare, efektivitas pegagan sebagai jamu masih perlu dipertanyakan. Sejauh ini, belum ada bukti ilmiah yang dapat membuktikan khasiat pegagan untuk ibu hamil. Kendati belum ada bukti ilmiah yang membuktikan jamu pegagan aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil, lebih baik tidak mencoba mengkonsumsinya.
Demikianlah lima jenis jamu yang dilarang untuk ibu hamil karena dapat membahayakan kesehatan ibu dan janinnya. Ibu hamil memang jauh lebih rentan terserang penyakit dibanding wanita yang sedang tidak mengandung. Pertahanan tubuhnya lebih mudah melemah sehingga perlu berhati-hati dalam hal asupan nutrisi. Jadi, pastikan tidak mengkonsumsi sembarang jamu ketika Anda hamil ya.